Sekedar bermimpi..

25 Maret 2010

Pernahkah saya cerita sebelumnya? Bahwa betapa nikmatnya melihat mata yang berbinar binar itu.

Betapa nikmatnya ketika kedua tangan ini ditarik-tarik oleh pemilik mata berbinar itu, yang meloncat-loncat kegirangan sambil berkata “Bawa buku lagi nggak, kak?”
Dengan suara-suara kecil khas anak-anak diringi oleh suara deru kereta api yang lewat tepat di belakang rumah ini.

Ketika awal mau mendirikan perpustakaan di sana, bahkan bapak ketua yayasan khawatir itu tak kan terwujud, karena alasan anak-anak tak bisa menjaga buku-buku yang diberikan pada mereka.

Berebutan sampai sobek, dibuang ke rel kereta api, dilempar ke kereta, buat alat berantem, dan tak ada lagi yang utuh. sehingga ia justru merasa kasihan pada yang memberi.

Berulang saya yakinkan bahwa suatu hari nanti mereka pasti bisa menjaganya.

belajar bersama
Sampai sekarang jumlah koleksinya mencapai 250 buah lebih.
Lalu kegiatan berikutnya
Hasil karya
kegiatan berikutnya
Melukis kaos

Kegiatan berikutnya

Tema kesehatan dan lingkungan lewat permainan

Dan berikutnya…

Outing pertama

Lihatlah mereka..

Berlarian ke sana ke mari tak ada lahan bermain, di sebuah tempat yang sangat rawan gusur.

Tapi lihatlah mata indah itu…

Belajar di luar

yang membuatku terpana

senyuuum
Meski semua langkah ini tak mudah…
“Dahanku tampak dari jauh.
dan sepuluh rupa pemuda
menanti pelangi
meski dunia tak lagi terpana

Dan tiap-tiap pandang tertuju
pada gerimis yang dirindu
akankah kali ini bersamanya lagi
pelukis langitku

Berarak-arak awan tertiup
bergegas cahayanya pun menyusup
selapis warna mulai terwujud
tak dapat namanya kusebut

BERBAGI IMPIAN SEDERHANA
MENJADI PECINTA SEMESTA
berharap yang terbaik
meski dunia tak lagi percaya

Bila nanti kita tlah terpisah
hingga 1000 tahun cahaya
jangan pernah berubah
meski hati
terlalu lelah
walau tuk skedar…

BERMIMPI” (Waltz Musim Pelangi, Float, OST Laskar Pelangi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *