Menanti senja: wisata museum Jakarta – Kota Tua

Ruang Terbuka Hijau kota sudah saya bahas. Dan dengan minimnya RTH tersebut, kira-kira apa lagi ya yang menjadi pilihan wisata masyarakat di Jakarta? (selain mall tentunya). Ke mana masyarakat berkumpul di dalam kota jika akhir pekan tiba?

1. Car Free Day

Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor dilaksanakan setiap hari minggu. Yaitu di minggu kedua dan minggu terakhir setiap bulan. Sepanjang jalan M.H Thamrin hingga Sudirman yang ditutup untuk kendaraan bermotor sejak pukul 06.00 hingga pukul 11.00 marak dengan banyaknya pesepeda dan pejalan kaki, serta berbagai lapisan masyarakat yang melakukan kegiatan olahraga.

Pada umumnya event ini akan diramaikan oleh berbagai komunitas di Jakarta. Komunitas paling umum adalah komunitas pesepeda yang terbagi lagi menjadi berbagai jenis sepeda yang dikendarai, mulai dari sepeda Fixie, sepeda onthel, low rider, sampai sepeda dengan tinggi lebih dari 1 meter. Para anggota komunitas sepeda onthel seringkali datang dengan menggunakan pakaian-pakaian ala pejuang Indonesia di masa penjajahan dulu.

DSC_0167

 

2. Museum di Jakarta

Nah, tujuan wisata selanjutnya adalah berwisata dengan mengunjungi berbagai museum yang ada di ibukota. Seiring dengan semakin berkembangnya museum dan wisata sejarah, banyak orang yang semakin menyukai kegiatan kunjungan ke museum dan menjadikannya alternatif sebagai tujuan wisata di akhir pekan.

Salah satu tempat yang marak dikunjungi adalah Kota Tua di pesisir Jakarta. Transportasinya bisa ditempuh dengan kereta api (dengan tujuan terakhir di Stasiun Kota) ataupun dengan bus Transjakarta. Di tempat ini museum pertama yang wajib dikunjungi adalah Museum Bank Indonesia dan Museum Bank Mandiri.

Museum Bank Mandiri terletak di Jl. Lapangan Stasiun No.1 atau terletak tepat di depan Stasiun Kota. Museum ini dibangun pada sekitar tahun 1998. Di dalamnya terdapat koleksi benda-benda yang berhubungan dengan perbankan di tempo dahulu.

Tidak hanya ruangan yang berkaitan dengan kegiatan perbankan, di dalam Museum Bank Mandiri juga terdapat sebuah perpustakaan yang dikelola oleh FIM atau Forum Indonesia Membaca. Perpustakaan ini dikenal dengan nama Library @ Batavia. Di perpustakaan ini juga terdapat ruang baca anak. Ruang membaca untuk anak berbeda dari ruang baca lainnya, yaitu dihiasi rak berukuran rendah yang berwarna-warni, karpet, dan pajangan hasil menggambar anak-anak.

library at batavia

Museum selanjutnya adalah Museum Bank Indonesia (BI). Museum BI ini terletak persis di sebelah Museum Bank Mandiri.

DSC_0311

Exif_JPEG_422

Museum BI memiliki banyak sekali informasi mengenai uang dan sejarahnya. Dengan tampilan yang atraktif, museum ini tergolong menarik dan tidak membosankan. Di dalamnya terdapat pula koleksi uang logam yang pernah digunakan di Indonesia sejak zaman dahulu, serta koleksi uang yang digunakan di negara-negara lain.

Exif_JPEG_422

Dari sini mulailah menjelajah kota tua. Karena selain Museum Bank Mandiri dan Museum Bank Indonesia, masih ada deretan museum lain dan bangunan tua yang penuh sejarah di area Kota Tua Jakarta.

DSC02467

Bagi peminat foto ala vintage, tempat wisata Kota Tua ini sudah terkenal dan menjadi salah satu andalan di Jakarta. Banyak fotografer profesional yang mengambil gambar modelnya dengan latar belakang gedung-gedung tua tersebut. Ada juga komunitas fotografer yang sedang sama-sama belajar, ataupun fotografer amatiran macam saya yang cuma jepret-jepret saja.

DSC02491
Penyewaan sepeda

Kota Tua Jakarta juga menyediakan jasa penyewaan sepeda bagi pengunjung untuk berkeliling. Area wisata ini juga kerapkali menjadi tempat untuk menggelar kegiatan seni dan budaya.

DSC_0469

Museum yang terdapat di area Kota Tua ini di antaranya adalah Museum Fatahillah, Museum Wayang, dan Museum keramik. Di Museum Wayang pada akhir pekan juga kerap kali ditampilkan pertunjukkan wayang untuk para pengunjung.

Museum Fatahillah
Museum Fatahillah
DSC_0751
Museum wayang

Bagi yang masih ingin menjelajah, berjalan kakilah ke Menara Syah Bandar yang merupakan bagian dari Museum Bahari. Menara ini digunakan sebagai menara pemantau di area pelabuhan Sunda Kelapa pada masa itu. Dengan angin khas pesisir yang bertiup, pikiran pun melayang mengenai bagaimana rupa pelabuhan Sunda Kelapa di tahun-tahun lampau itu.

DSC_1332

Weeeh masih kuat jalan? Ke mana lagi yah? Kalo nggak kuat jangan sekaligus satu hari yah, mabok nanti :p. Tapi tanggung juga nih kalo dari Menara Syah-Bandar nggak mampir ke Ancol dengan naik angkot. Sambil menunggu matahari terbenam dari Le Bridge. Syukur-syukur kalo kemudian sedang ada festival Layang-layang juga di sekitaran Ancol seperti saya saat itu. Jadi bisa sekalian cuci mata dengan layangan berbagai rupa yang terbang di udara.

DSC_0060

Habis itu mari menanti matahari terbenam di le bridge.

DSC_1359 copy

Catatan:

  • Jika pusing dengan keramaian, hindari berkunjung ke Kota Tua di waktu peak-season. Suasana kota yang panas karena semakin dekat ke pesisir juga menjadi alasan utama agar jangan sampai lupa membawa minum sendiri supaya tidak dehidrasi.
  • Hari senin adalah hari libur di museum (berlaku di semua museum). Nanti sudah jauh-jauh datang ternyata harus kecewa karena museumnya tutup. Perhatikan juga jam buka-tutup museum.
  • Ingat sampahmu. Hindari membuang sampah sembarangan ya.

Lalu foto matahari terbenamnya mana? Ehem.. gagal karena hujan turun jadi langsung ngacir. :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *