Di kereta. 16 tahun yang lalu

Februari, 2010

Tidak seperti biasanya, saat itu kami mudik tidak dengan mobil namun dengan kereta. Dan tidak seperti biasanya juga kali itu bukan mudik saat Idul Fitri.

Hanya mudik akhir pekan, untuk menghadiri pernikahan mamas. Ayah pun tak ikut karena tak bisa cuti, sehingga ibu, kakak, dan saya naik kereta bertiga. Mudik tersingkat yang pernah kami lakukan.

Sawah yang membentang di luar jendela, petani yang sedang memanen atau baru mulai menanam padi, anak-anak yang terjun ke sungai, kepala kereta yang terlihat setiap kali kereta menikung, penjual pecel dan lontong yang naik dari stasiun, dan gejes-gejes suara kereta memberi saya arti tersendiri.

Bayangan di luar jendela

Semilir angin yang masuk dari jendela masih semilir angin yang sama seperti bertahun-tahun yang lalu.

Perjalanan ini seolah seperti perjalanan napak tilas menembus kembali kenangan, ketika mudik liburan sekolah naik kereta api menuju kampung halaman ayah, 16 tahun yang lalu.

When the wind blow

One thought on “Di kereta. 16 tahun yang lalu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *