Tempat menulis

Di mana kamu terbiasa menulis?

Jack Heffron dalam bukunya writer’s idea book menguraikan bahwa tak ada tempat yang salah untuk melakukan aktivitas menulis. Menurutnya, bahkan ada penulis yang terbiasa menuangkan ide-idenya ke dalam tulisan sambil duduk bersila di atas kulkas.

Menulis bisa dilakukan di rumah dengan mengetik di komputer, atau misalnya ketika mata sudah kriyep-kriyep dan tak sanggup duduk lama di depan komputer (karena sudah duduk seharian di kantor), maka menulis di kertas bekas menjadi pilihan, karena hal ini bisa saya lakukan di tempat tidur sambil meluruskan kaki.

Atau bisa juga di dalam bus ketika lalu lintas sedang macet dan tak mau waktu terbuang. Atau ketika sedang mudik dan melakukan perjalanan lain. Saya biasanya menyediakan beberapa lembar kertas di tas, dan disimpan di lokasi yang mudah dijangkau. Lalu mencatat jam keberangkatan serta rincian lain yang ditemui dalam perjalanan di kertas tersebut.

J.K Rowling kabarnya mendapatkan ide mengenai Harry Potter dan dunia sihirnya itu saat kereta yang ditumpanginya mogok di tengah padang rumput luas di sebuah desa di Inggris. Ia langsung menuangkan apa yang ada di kepalanya sambil sesekali memandang kawanan sapi yang sedang merumput di luar jendela.

Atau pernah juga menulis di kebun belakang sambil menggelar tikar. Menulis saat itu pun sesekali ditemani oleh belalang yang singgah di kertas-kertas yang berserakan. Sayangnya, aktivitas menulis yang cukup lama saat itu membuat saya tak sadar terkena paparan sinar matahari pukul 2 siang secara langsung, sehingga esok harinya saya langsung sakit kepala huehehehe.

dsc_1041

Saya memang tidak menulis sambil duduk di atas kulkas seperti yang diceritakan Jack Heffron, tapi saya senang menulis di atas meja setrika. Bukan duduk di atas meja setrika lho ya. Ambruk itu mah. Ya, tinggi meja setrika sesuai sehingga saya bisa leluasa menulis sambil berdiri. (Tahu kan kalau duduk terlalu lama tak baik bagi kesehatan? Maka bergeraklah!)

Menulis bagi saya kemudian menjelma menjadi sebuah kebutuhan sehingga jika tak menuangkannya rasanya otak menjadi penuh. Menulis rupanya juga menjadi sarana pemulihan, karena dengan menuliskan tiap deretan huruf dan kalimatnya, semua rasa tumpah ruah di sana.

Lega. Itu yang dirasakan setelah menulis.

“What no partner of a writer can ever understand is that a writer is working when he/she is staring out of the window.”  ~ Burton Rascoe ~

dsc_0140

^^^^^^^^^^

Saat itu saya berniat menyambung proyek tulisan. Berpikir mencari suasana baru maka saya pun pergi ke Perpustakaan UI Depok. Dengan latar belakang pepohonan dan danau Kenanga, saya pikir mungkin akan mencerahkan otak dan hati saya supaya tulisan rampung dan tak dikejar-kejar Puput sang editor (peace Put :p).

Rencana hanya tinggal rencana. Mood menulis saya rusak dalam sekejap manakala menyadari punggung saya membawa beban berat akibat berjalan cukup jauh dengan membawa laptop. Saya bahkan merasa brace menjadi sedikit miring. Oalaah.. yang lebih parah adalah colokan listrik di ruang baca perpustakaan ini sangat terbatas. Ini gawat bin ruwet mengingat laptop saya tak mau hidup sama sekali jika menggunakan baterai alias harus selalu memakai listrik!

Saya terduduk di salah satu sudut ruang baca. Nafas ngap-ngap-an karena membawa bawaan yang berat, sambil menoleh ke sana kemari berharap ada stop kontak yang nganggur. Dan akhirnya setengah jam kemudian stop kontak baru berhasil saya dapatkan. Namun sayangnya konsentrasi sudah meruap ke sana sini sehingga tak fokus. Saya berusaha mengembalikan fokus dengan berjalan mondar-mandir sambil memandang ke luar jendela dan ke area bawah di mana saat itu beberapa orang mulai berkumpul untuk bermain biola.

wpid-2012-11-03-13.19.39.jpg

wpid-2012-11-03-13-20-26

Tiga jam kemudian setelah editan di sana sini dan menambahkan beberapa paragraf saya menyudahi mengetik pada laptop. Memutuskan untuk menulis saja di pinggir danau dengan kertas. Rencana untuk lebih fokus menulis hari itu tak berjalan mulus, tapi saat menuangkan pikiran di halaman-halaman kertas sambil diiringi alunan merdu biola dan hembusan angin di pinggir danau, saya seolah tak mau berhenti menulis.

wpid-2012-11-03-16-05-52

^^^^^^^^^^

“Think about where you write.

There is no right or wrong place to do it.”

 ~ Jack Heffron, writer’s idea book

Kalau kamu, di mana kamu terbiasa menulis?

wpid-2012-11-03-16-37-38

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *