Ketika Juni tak hanya hujan

Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

“Hujan Bulan Juni” ~ Sapardi Djoko Damono

 

Ketika dalam sebuah minggu, ada 7 hari yang diserbu rindu.

Ketika kalbu merasa lelah atas himpitan padatnya ibukota. Sampai bahkan mempertanyakan ulang; benarkah jalan yang kupilih ini? Dengan penuh harap agar tulang punggung semakin dikuatkan dari hari ke hari meski rasanya tubuh remuk redam karena kelelahan lalu lintas kota.

Ketika bahkan air mata mengalir begitu saja di tengah himpitan penumpang Kopaja.

Ketika diri merasa semua orang banyak menuntut ini dan itu, ditambah lagi perasaan bersalah karena belum berusaha sebaik-baiknya untuk menuangkan segala rasa dalam ribuan kata-kata.

Ketika terlupa bahwa Dia selalu akan memberi kejutan di saat yang tak terduga.

Aku rindu, Tuhan.. Pada sang kekasih hati, yang Kau takdirkan untukku dan bekerja nun jauh di seberang sana, serta pulang hanya setiap lima minggu.

Aku tahu sejak awal akan resiko ini, tapi tak ku pungkiri aku merindunya.

Di hari pertama bulan Juni, di dalam 10 hari menjelang kepulangannya, usai menaiki anak tangga dan bertekad akan menumpahkan segala rasa yang bercampur menjadi satu.

Tapi lalu terpekik kaget saat membuka pintu dan mata ini menatap mata yang dirindu itu tepat di hadapan. Sosok yang seharusnya masih berada di Halmahera sesuai jadwal yang ia kata.

Rupanya ada kebohongan kecil, tentang kepulangan cepat yang sengaja dirahasiakan. Dan yang lain tertawa menanggapi aku yang terkejut tapi riang.

Ini rupanya kesabaran yang Kau maksud. Berujung pada kejutan di akhir minggu.

Bulan Juni yang dinanti. Bulan Juni di mana kami akan mendaki kembali.

Insya Allah. Amin.

image

~ Ciputat, 1 Juni 2013

0 thoughts on “Ketika Juni tak hanya hujan

  • June 3, 2013 at 6:11 am
    Permalink

    aaaah bahagianya pengantin baru ini. Semangat ya, mbak.
    Selamat mendaki ya, mbak. Semoga sehat dan bahagia selalu bersama suami dan keluarga. Amiin

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *