Cerita hari pertama Ramadhan

Okay. Seberapa pun pentingnya menyelesaikan susunan rencana atau Getting Things Done (GTD), yang paling utama adalah bisa mengetahui mana hal prioritas dan mana yang kurang menjadi prioritas.

Mumpung saya dikasi libur di hari pertama puasa, jadwal yang saya susun hari ini adalah:
1. Pergi ke kantor pos untuk mengirim kartu pos
2. Pergi ke percetakan foto, tinggal.
3. Menjenguk uti (ibu dari ibu saya)
4. Menjenguk Mamah Luki
5. Kembali lagi ke percetakan foto untuk mengambil hasilnya

Sayangnya tak semua tentu semulus yang direncanakan. Justru karena libur, saya jadi keasyikan bermain dengan dede Daffa, satu hal yang tentu tidak terjadi setiap hari. Akibatnya sampai pukul 9 pagi jadwal menjadi molor dan saya masih sibuk dengan memilah foto mana saja yang akan dicetak. Karena tanpa disangka, jumlah foto yang ingin dicetak bertambah lagi dan lagi.

Mengingat cetak foto pernikahan ini sempat menjadi tuntutan utama, maka saya memutuskan untuk membatalkan menjenguk Mamah Luki di RS sebagai lokasi yang paling jauh. Perbedaan lokasi antar tempat dari jadwal rencana yang sudah disusun di atas ternyata tak bisa saya lakukan dalam satu waktu, hal yang awalnya sempat saya pikir bisa dikebut dalam satu hari.

Berpikir bahwa waktu untuk menjenguk akan lebih panjang jika dikhususkan dalam satu hari lain, maka saya memutuskan menjenguk Mamah Luki di hari sabtu saja. Hari ini khusus mencetak foto dan menjenguk uti.

Sampai kemudian, Abang berkata; “Mumpung libur ya jenguk aja. Cetak foto bisa besok-besok lagi kan?”

Ah ya. Kenapa jadi terlalu mementingkan foto? Toh keluarga juga masih tetap akan menanti meski foto mereka ditunda untuk dicetak.

Saya mencoret-coret jadwal, merubah rencana kembali, bergegas secara kilat untuk berangkat ke RS Dharmais, sementara sore harinya dilanjutkan menjenguk uti.

Sampai di lantai atas RS tersebut, bergemeletuk dan menggigil karena dinginnya suhu udara, saya bersyukur sudah memutuskan untuk menjenguk Mamah Luki. Karena paginya rupanya ia mengigau tentang saya.

Keep fighting for the cancer, Mamah Luki. We’ll pass this.

image

Ramadhan hari pertama, lantai sekian RS kanker Dharmais.

image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *