7 masakan khas Aceh yang wajib dinikmati

Ini dia nih yang menarik dari berkunjung ke setiap daerah. Apalagi kalau bukan kulinernya!

Berikut beberapa makanan khas dari Aceh berdasarkan kuliner yang saya cicipi selama honeymoon di Aceh April 2013 ini:

  1. Ayam Tangkap

Sebagai salah satu kuliner yang terkenal di Aceh, ayam tangkap ternyata tidak menjadi icon kuliner dengan tagline besar-besar seperti dugaan saya, tetapi terdapat (sederhana saja) sebagai salah satu menu di warung makan.

DSC_1346

DSC_1348

Ayam tangkap semakin lezat rasanya dengan disajikan bersama daun temurue yang digoreng hingga kering. Sampai di rumah di Jakarta, saya masih ketagihan dengan daun ini karena wanginya. Di Jakarta, daun ini biasa disebut dengan daun salam koja, syukur di belakang rumah Abang ternyata tersedia tanaman ini. Tinggal petik dan goreng. Ihiiy..

DSC_1352

2. Kue Bhoi

Kue khas Aceh ini biasanya hadir ketika ada acara hajatan. Terbuat dari campuran sederhana tepung terigu, telur, dan gula yang dipanggang dan dicetak pada cetakan berbentuk ikan, bhoi juga menjadi hantaran wajib saat seserahan [termasuk waktu pernikahan saya, sayang nggak nemu fotonya hehe].

3. Nasi guri (bu gurih)

Nasi guri atau bu gurih mirip saja dengan nasi uduk di kota-kota lain. Bu gurih ini biasanya dilengkapi dengan teri, kacang, sambal, dan telur dadar. Enak! Keliling saja di kota Banda Aceh di pagi hari, maka akan ditemui yang menjual bu gurih. Wah benar-benar mirip nasi uduk yah.

4. Mie Aceh

Kalau sudah berada di Aceh harusnya nggak usah disebut Mie Aceh lagi ya hehe. Warung-warung makan mie Aceh bisa ditemukan di tepi jalan di kota Banda Aceh atau seperti yang kami temui di jalan menuju pelabuhan Ulee Lheue. Pokoknya cari saja etalase kaca yang tersedia mie di dalamnya :p.

wpid-2013-04-16-12.03.34.jpg

Di Lhok Nga juga terdapat rumah makan yang menyediakan menu mie Aceh-kepiting. Tepatnya di Mie Aceh Leupung yang berlokasi di tepi Jalan Banda Aceh-Calang.

DSC_1490

Saya bukan pecinta kepiting, tapi rasanya yang nikmat ditambah pemandangan sekitar dengan tebing dan pepohonan yang menjulang semakin menambah nafsu makan saya. Wiih, kalau pulang dan berat badan saya naik ini sih bakal diizinkan travelling lagi sama ibu.

DSC_1482

DSC_1483

DSC_1481
Mie Aceh – kepiting

5. Ini salah satu masakan khas Aceh favorit saya yaitu ikan kayu.

Ikan kayu adalah ikan tongkol yang diiris tipis-tipis dan sudah dikeringkan dengan dilumuri sagu. Bumbu khasnya adalah dengan asam sunti (alias belimbing yang juga sudah dikeringkan dan dijemur berulang kali serta diberi garam), dimasak pada wajan dengan sedikit air yang dicampur dengan tumisan kunyit, bubuk cabai, daun temurue, dan potongan kentang. Sayang, sewaktu di Aceh saya malah tak makan masakan ini, makannya justru sewaktu di Ciputat, dikasi sama calon mertua (waktu itu masih calon :p).

P_20170413_184333_HDR

6. Timpan

Pertama melihat penganan ini langsung teringat dengan kue pisang karena sama-sama dibungkus daun dan rasanya pun tak jauh berbeda. Timpan terbuat dari campuran pisang, tepung, dan santan. Bagian dalamnya biasanya diisi dengan srikaya, lalu dibungkus dengan daun pisang dan dikukus. Nikmat!

wpid-IMG_20130618_202022.jpg

7. Martabak

Bedanya martabak Aceh ini lebih tipis daripada martabak keju atau telur yang biasa saya beli. Martabak ini mirip dengan telur dadar, dibungkus dengan kertas dan daun pisang.

wpid-2013-06-14-17.37.12.jpg

Kalau kamu,

apa makanan favoritmu saat berkunjung ke sebuah daerah?

7 thoughts on “7 masakan khas Aceh yang wajib dinikmati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *