Pekerjaan Rumah (PR)

Setelah selama hampir sebulan bolak-balik rumah Ciputat-Pasar Minggu, untuk 2 minggu ke depan sepertinya saya akan bermukim di rumah kembali. Saatnya leyeh-leyeh dan gelendotan sama ibu? Eiits, nanti dulu! Baru tiga hari pertama kembali ke rumah saja sudah ada agenda kegiatan-kegiatan ini untuk saya lakukan di dua hari terakhir bulan Juni, yaitu hari Sabtu dan Minggu menjelang bulan Juli:

*Jalan kaki keliling lapangan
*Berenang (sebelum puasa dan sebelum kembali berhalangan)
*Menanam bunga matahari (Yes, this should be done!)
*Membersihkan kaca di dekat dapur
*Mengambil ijazah di lemari yang dititipkan di ibu tetangga untuk di scan
*Mengirim buku anak untuk rumah Baca di Karawang
*Membuat GTD bulan Juli
*Mengambil charger di CS di Depok
*Mencuci baju
*Membuang sampah yang sudah penuh di tempat sampah kamar
*Membereskan aksesoris di bak merah
*Membereskan kamar
Lalu meliputi juga menyapu dan mengepel rumah, serta menyiram tanaman di halaman.

Dan hasilnya adalah:

*Berenang [DONE. Kakak saya dan dede Daffa menyusul ke kolam renang. Ihiiy :D]
*Mengambil charger di Depok [DONE]

Dua kegiatan ini selesai di hari Sabtu. Hari minggu pada akhirnya saya seharian berada di rumah untuk menyelesaikan semua hal tersebut, sambil melirik kertas catatan GTD mengenai apa lagi yang harus dilakukan.

Dan ketika tulisan ini dibuat mendekati pukul 18.00, rasanya tak percaya hampir semua pekerjaan rumah tersebut di atas selesai dilakukan, mengingat dulu sulit sekali bagi saya untuk melakukan dan bahkan memulai pekerjaan rumah tersebut.

Meski mengelap kaca tak terlalu bersih karena saya sudah nggak tahan sama debunya tapi masih ok lah, lalu mengirim buku tak jadi dilakukan padahal sudah dibungkus rapi. Alasannya karena alamat Rumah Baca ada di email dan pagi tadi saya tak ada koneksi internet. Satu yang gagal adalah membereskan aksesoris di bak karena sudah tak sanggup dilakukan, punggung saya sudah teriak-teriak :p.

But it’s really amazing when i’m done with all that household activity.

Selesai dan bisa dilakukan bukan semata-mata karena sekarang sudah menikah dan mulai seperti emak-emak haha, tapi dengan menentukan dan menuliskan terlebih dulu apa yang ingin dilakukan sebelum atau ketika akan memulai hari, rupanya berhasil membuat saya melakukan pekerjaan dan menyelesaikannya satu persatu. Rasanya ini pun berlaku pada kegiatan lain, bukan hanya Pekerjaan Rumah saja.

Hal yang awalnya saya pikir hanya ditentukan oleh “bakat beberes rumah” ini rupanya bisa juga saya lakukan (meski berhenti-berhenti sejenak untuk rehat dan sambil digangguin Dede Daffa). Tapi tentu masih butuh proses lama untuk bisa ahli seperti ibu saya ataupun Martha Stewart :p.

image

Self reward untuk semua yang telah saya lakukan itu adalah saatnya minum teh panas sambil menatap rerumputan hijau di halaman belakang. It’s tea time.

Mari rebahan untuk merilekskan punggung!

image

Ah ya, dan ada hadiah untuk saya hari itu. Yaitu saat sedang menyiram tanaman saya menemukan pohon tomat yang tumbuh sendiri dalam 1 pot bersama sanseviera milik ibu. Pohon tomat yang sudah besar tersebut saya pindahkan ke pot baru dan bergabung berjajar dengan tanaman tomat-cherry lain yang saya tanam dan baru beberapa senti saja tingginya. Semoga berkah dari alam ini berbuah nantinya hehe. Amin

image
Pot kanan pohon tomat nemu, pot kiri tomat-cherry yg saya tanam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *