Ramadhan dan Perpustakaan

I’m writing this in the middle of break with almost teary eyes. Almost teary-eyes not because of feeling sad but dizzy of staring at sooooooooooooo many books during this day.

Ternyata manusia memang hanya manusia ya. Adakalanya merasa kleyengan dan pusing juga terhadap benda yang selama ini dicintainya jika intensitasnya terus menerus dan semakin meningkat dilakukan, dalam hal saya kali ini yaitu buku dan perpustakaan.

Yup. Seperti yang sudah kalian ketahui bahwa saya bekerja di perpustakaan (eh, sebentar Yul. Emang sapa yang udah tahu kalo loe kerja di perpustakaan?! | Yah gitu deh pokoknya)

Halah. Ni mau nulis atau apa ya -_-

Seperti biasa, setahun sekali, setiap pertengahan bulan Juli sampai pertengahan bulan Agustus, perpustakaan tempat saya bekerja akan melaksanakan stock opname. Lebih lanjut tentang stock opname perpustakaan akan saya ceritakan nanti kapan-kapan Insya Allah.

Inti singkatnya stock opname itu adalah pengecekan secara satu persatu koleksi perpustakaan yang ada di rak dengan data yang ada di database. Pelaksanaan pengecekan koleksi ini ada dua cara, manual atau dengan barcode scanner. Perpustakaan tempat saya bekerja ini memiliki koleksi setidaknya 10.150-an eksemplar dan menggunakan cara manual untuk melakukan stock opname. Jadi kebayang dooonk ngecek-in buku satu-satu di rak haha. (Nah, sapa tuh yang bilang orang yang kerja di perpustakaan itu kerjanya cuma duduk, bengong, sama “ngejaga” buku?! Lagian eike kan pustakawan, bukan penjaga perpustakaan hoiii..! *lha kok jadi sewot)

Saat stock opname, adakalanya sebuah perpustakaan seringkali memberikan insentif untuk para pustakawan atau stafnya mengingat cukup beratnya deskripsi kerja yang dilakukan. Bahkan ketika mengikuti sebuah pelatihan, saya baru tahu kalau ada sebuah perpustakaan yang rajin memberikan suplemen dan vitamin untuk para karyawannya setiap stock opname supaya tidak cepat kelelahan. Padahal perpustakaan itu menggunakan barcode scanner untuk melaksanakan stock opnamenya yang notabene tentu lebih cepat dan sangat memudahkan.

Stock opname di tempat saya ini dilaksanakan selama 1 bulan, yaitu pertengahan bulan Juli-Agustus, seperti yang sudah saya katakan tadi. Bedanya pada tahun 2013 ini stock opname jatuh pada bulan Ramadhan! Ahoyy, tambah asoiii XD.

Jadi kalo ada yang bilang sidang skripsi di bulan Ramadhan itu ruar biasa. Kayanya mah belum ada apa-apanya dibandingin stock opname di bulan Ramadhan.

Tapi kalau saya di sini bilang stock opname ini berat, lalu apa rasanya yang Rasulullah SAW dan kaum Muslimin rasakan saat harus berperang di bulan Ramadhan berabad-abad lalu. Yup, Perang Badar. Subhanallah..

Dan ini pun tahun kedua saya melakukan stock opname perpustakaan dengan punggung tetap menggunakan brace, terima kasih banyak untuk teman-teman yang sangat mengerti tentang hal ini dan (tanpa saya minta) malah menyarankan pertukaran rak dengan teman yang lain ketika tahu bahwa saya kebagian jatah mengecek rak yang buku-bukunya berukuran tebal dan super berat. Terima kasih sudah ingat bahwa saya memang terbatas untuk hal angkat-mengangkat ini.

Sebentar lagi saya tenggelam (lagi) dalam lautan rak dan buku-buku, karya dari setiap insan yang sudah melewati proses jangka panjang sampai akhirnya bisa dibaca banyak orang dengan berada di sini. Membuka satu demi satu buku tersebut dan mengecek apakah nomor klasifikasi, nomor induk, memastikan semua atribut buku lengkap atau tidak, dan lain sebagainya. Adakalanya kami melakukan ini cepat tapi juga melambat. Doakan sajah semoga pekerjaan kami ini dirasa ibadah di bulan Ramadhan. Amin.

Tak perlu lah setiap orang membangga-banggakan profesi yang dimilikinya. Apalagi menimbang mana yang paling banyak mendapat keuntungan dan sukses mendapatkan segenggam berlian. Toh apalah artinya kalau tak dilakukan dengan hati.

That’s it. Saya mau balik ke rak lagiii. Nggak penting nih iseng doang menambah jumlah postingan di blog huehehehe.

Bagi yang ingin tahu lebih lanjut mengenai seluk beluk perpustakaan, silakan berkunjung ke blog perpustakaan yang dibuat mantan pacar, dan diisi oleh tulisan kami berdua di sini.

Dan bagi yang ingin ikut mencerdaskan masyarakat melalui perpustakaan dan penyebaran buku bacaan ke pelosok nusantara, silakan berkunjung ke blog Kelana Kelapa di sini. Ikutan jadi relawan juga boleh bangets!

Salam mendekati akhir Juli, besok akan publish secara otomatis catatan perjalanan saya tentang trip ke Cibereum di akhir bulan Juni lalu.

~ Jakarta, di tengah tarian hujan yang sebentar-sebentar turun deras di luar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *