Piknik sehari di Bogor

Saya dan Abang gagal melakukan rencana pendakian ke Gunung Papandayan pada liburan kali ini. Kabarnya status gunung tersebut sempat menjadi “waspada”. Namun meski Papandayan tetap bisa dinaiki pada jarak tertentu, tapi kami menangguhkan pendakian ke sana.

wpid-SC20130809-111747.png

Niat untuk kemping di pulau pun juga harus batal karena saya tak diizinkan oleh ibu. Begitu juga ke Cibereum dan Taman Bunga Cipanas. Semua rencana berlibur dicoret dan gagal (kecuali pergi renang di kolam renang dekat rumah).

Sebagai gantinya, quality time kami (mau tidak mau) puas saja dilakukan dengan berkeliling kota Bogor. Yaah, nggak papa lah Bogor lagi hehe. Saya berangkat penuh semangat karena kalau ke Bogor kami pasti naik kereta. Hore! Jadi penasaran dengan sistem tiket KRL yang beberapa waktu lalu ramai dibicarakan. Maklum deh, kalau dulu saya masuk dalam golongan ANKER alias Anak Kereta selama 4 tahun kuliah, sekarang sudah tidak update lagi tentang masalah perkeretaan karena beralih menjadi pengejar buskota. Jadi maklum saja lah kalau kami norak sewaktu melewati mesin tiket. Bingung harus ditempel di mana itu tiket supaya kami bisa masuk ke dalam peron hehe.

wpid-20130814_103804.jpg

Ini rencana dadakan, sehingga bahkan sampai kereta bergerak menuju Bogor pun kami masih bingung tujuan kami mau ke mana. Museum? Kebun Raya Bogor? Kuliner? Sepanjang perjalanan kami sibuk mencari-cari info mengenai wisata yang seru di Bogor selain Kebun Raya. Tapi tetap saja hasilnya absurd. Banyak pilihan namun tak bisa ditempuh dalam waktu singkat dan 1 hari PP karena jaraknya yang jauh.

Sekitar 1 jam kemudian kereta kami tiba di stasiun Bogor yang sudah ramai oleh keluarga yang memiliki ide liburan ke Bogor yang sama seperti kami. Keluar dari stasiun kami naik angkot menuju arah Taman Kencana. Saya pikir tamannya cukup luas sampai bisa piknik di sana, ternyata eh ternyata cuma seputaran saja hehe. Maka jadilah kami minum es kelapa saja di pinggir jalan dekat taman. Setelah itu berburu makan siang di rumah makan yang terletak tak jauh dari situ. Saya nggak makan karena sudah kekenyangan minum air kelapa.

Setelah makan kami bersiap mengarah ke tempat yang tadi tiba-tiba muncul di kepala saat sedang minum es kelapa, yaitu kantor pos! Yeaah, mari berburu kartu pos Bogor!

Sambil menuju tempat pemberhentian angkot, saya dan Abang berjalan di trotoar yang teduh, dinaungi pohon-pohon besar yang sulurnya menjuntai di sisi kanan kami, dan memandangi Ciliwung yang aliran airnya masih cukup bersih.

wpid-20130814_124510.jpg

wpid-IMG_20130814_205520_3.jpg

Dari sumber blog yang saya baca, kabarnya kartu pos bergambar kota Bogor tempo dulu berada di lapak sekitaran Kantor BCA. Lokasinya di Jl. Juanda, berseberangan dengan kantor pos dan juga dekat dengan pintu masuk Kebun Raya Bogor. Saya celingukan tapi nggak ketemu lapak pinggir jalan yang gelar jualan kartu pos. Akhirnya kami masuk saja ke kantor pos sekalian.

Rupanya kantor pos Bogor ini punya pojok sendiri khusus untuk filateli. Ada seorang ibu petugas di sana. Di pojok filateli itu saya menemukan 2 buah kartu pos yang layak untuk dibeli, sengaja nggak beli banyak karena harganya Rp 5.000. Menurut ibu yang tugas di pojok filateli itu, sayang sebenarnya kalau saya beli di Bogor karena toh mereka juga membelinya dari Jakarta. Makanya harga kartu posnya jadi lebih mahal.

Di kantor pos Bogor saya memang nggak menemukan banyak kartu pos, tapi saya menemukan banyaaaaaak perangko yang menarik yang baru kali ini saya lihat. Ada perangko berbagai kain daerah Indonesia, berbagai candi, tempat wisata, dan bahkan ada perangko bergambar burung yang dikeluarkan oleh Burung Indonesia! Huaaaaaaa borong deh. Saya cengir-cengir melirik Abang dan perangko bergantian, yang tentu saja ia nggak bisa ngelarang hehe.

wpid-IMG_20130823_195850.jpg

Keluar dari kantor pos dengan dompet saya yang kempes, kami (ujung-ujungnya) mengakhiri perjalanan seharian di Bogor ini dengan masuk ke Kebun Raya Bogor juga. Ya sudahlah KRB lagi KRB lagi toh waktu ke sini beberapa tahun lalu kami belum menikah :p.

Mari piknik lagi!

Kami bertemu banyak masyarakat dari segala usia yang menikmati kerindangan pepohonan di Kebun Raya Bogor dengan berbagai jenisnya. Rata-rata mereka membawa bekal makan siang dan asyik bercengkrama dengan sesama anggota keluarga.

wpid-IMG_20130819_195550.jpg

wpid-IMG_20130814_202753.jpg

Sayangnya kami lupa bawa flysheet (duh yang diinget cemilan doang sih). Jadilah kami duduk seadanya di batu dan rumput-rumput.

wpid-IMG_20130814_202312.jpgLagi-lagi karena memang ini dadakan dan cuma piknik, saya nggak bawa binokuler buat birdwatching, juga nggak bawa kamera buat foto kupu-kupu. Eh, tapi ternyata pakai kamera hape juga bisa mendekati si kupu-kupu ini. Kupu-kupu spesies Common Leopard alias Phalanta phalanta ini hinggap di pohon di daerah Taman Meksiko.

wpid-20130814_143353.jpg

Beberapa kali ke Kebun Raya Bogor baru kali ini saya mampir ke Taman Meksiko yang banyak kaktus ini. Desainnya mungkin dibuat semirip mungkin dengan kaktus-kaktus di negara Meksiko.

wpid-20130814_143107.jpg

Sayang sekali, di berbagai pohon kaktus terdapat sayatan-sayatan tajam berbentuk ukiran nama pengunjung.

Puas piknik dan lelah berkeliling, kami pun menyudahi perjalanan hari itu dan pulang naik kereta lagi. Yeah, akhirnya merasakan si tiket single trip.

wpid-20130814_154719.jpg

Piknik di luar ruangan memang menyenangkan. Sebuah kota hendaknya memenuhi standar 30% Ruang Terbuka Hijaunya supaya seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan sejuknya udara bersih dan rindangnya pepohonan. Tapi sebagai masyarakat juga tidak bisa hanya menuntut saja, wajib turut menjaga kebersihan dan kenyamanan lokasi piknik.

Lebih lanjut tentang Ruang Terbuka Hijau bisa baca tulisan saya sebelumnya di sini.

Yuk, piknik!

“Why are there trees i never walk under,

but shades and melodious thoughts descend upon me?” ~ Walt Whitman, Leaves of Grass

wpid-IMG_20130819_194654.jpg

3 thoughts on “Piknik sehari di Bogor

  • August 26, 2013 at 12:44 pm
    Permalink

    Gak mampir makan di Surken? Enaknya di Bogor teh trotoarnya beneran bisa buat jalan kaki, beda ama di Jakarta.

    Reply
    • August 26, 2013 at 12:49 pm
      Permalink

      Makan kemaren mampir di Kedai Kita hehe. Iya trotoar sekitar situ ga diserobot sama motor :p

      Reply
      • August 26, 2013 at 1:00 pm
        Permalink

        Pizza 😀 Sayangnya crowded banget…

        Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *