6 hal yang harus diperhatikan sebelum honeymoon

Pada umumnya setelah hari H pernikahan, pasangan pengantin baru akan pergi berbulan madu alias honeymoon. Terutama bagi orang yang sulit mendapatkan cuti, honeymoon pasca pernikahan bisa jadi momen spesial liburan untuk sekaligus refreshing dan quality time dengan orang tersayang.

Berikut sedikit sharing tips untuk yang berniat honeymoon ke luar kota.

wpid-IMG_20130625_080605.jpg

1. Tentukan tempat dari jauh hari dengan berdiskusi dan memikirkan matang-matang bersama calon. Hal ini mencakup budget, cuaca, dan faktor lain yang harus diperhatikan misalnya kesehatan dan keamanan.

2. Diskusikan waktu keberangkatan honeymoon. Ada yang menikah hari ini dan langsung jalan besoknya, ada yang selang 2 hari (macam kami), ada juga yang honeymoon tiga bulan setelah menikah. Semua tergantung kebutuhan dan perizinan dari si bos (menyangkut jadwal cuti).

Tentang waktu keberangkatan ini, saya mau berbagi sedikit dari pengalaman kemarin. Yaitu bahwa sempat muncul perdebatan kecil tentang rencana kami berdua, yaitu (katanya) kami terlalu cepat melakukan perjalanan karena hanya berselang dua hari setelah pernikahan. Ada pendapat yang bilang takut kelelahan, ada juga yang tak setuju karena sebenarnya toh rombongan famili Abang yang datang dari Aceh juga akan baru kembali pulang di hari Rabu. Jadi kenapa harus ke Aceh duluan kalau saudara yang dari Aceh saja sedang berada di Jakarta? Begitu katanya.

Well, sebenarnya bukan karena egois atau karena kami ingin terlalu cepat melakukan perjalanan honeymoon. Semua rencana sudah dikomunikasikan masing-masing ke orangtua kami sejak satu bulan sebelumnya, sudah disetujui tanpa pemaksaan, dan memang tidak ada acara lagi setelah menikah. Jadi kalau ada perdebatan sesudahnya, ya anggap saja wajar namanya banyak pendapat. Jangan ambil pusing dan riweuh menjelang hari H.

Tentang cuti, paling tidak bisa ajukan 1-2 bulan sebelumnya, jangan mepet-mepet. Jadi kalau susah izinnya masih ada waktu untuk bujuk-bujuk si bos dulu hehe.

3. Meski pengantin lah yang menentukan tempat honeymoon, tapi tetap harus minta izin orangtua ya. Ya iyalaah, boleh nikahnya aja berkat orangtua kan. Nah ini ada satu tips lagi; PENTING buat yang susah mendapat izin dari orangtua. Yaitu saat mengajukan izin mau honeymoon jabarkan tempat dan rencana perjalanan dengan baik dan benar ya.

Baca cerita sebelumnya tentang saya yang desperate ga boleh snorkeling di sini.

4. Tempat sudah, cuti sudah dapat, izin orangtua dapat. Nah, bisa mulai pesan tiket atau booking penginapan. Lihat baik-baik tanggalnya, jangan salah klik seperti kami ya.

Belajar dari pengalaman nih. Saat pembelian tiket pesawat, Abang salah melihat kalender dan memesan tiket pulang satu hari lebih cepat dari rencana. Seharusnya jadwal pulang adalah tgl 21, tapi yang diklik adalah tanggal 20! Ini baru disadari setelah transaksi pembayaran tiket pesawat sudah dilakukan. Waduuh!

Setelah menelepon pihak penerbangan dan mengajukan perubahan tanggal, saya diberi tahu kalau memang jadi merubah jadwal pulang, maka akan ada biaya pembatalan tanggal sebesar Rp. 90.000. Oh ya baiklah terima saja, toh kesalahan klik ada pada kami juga. Si petugas meyakinkan lagi dan saya pun juga harus mengkomunikasikannya ke Abang yang masih berada di pulau seberang sana. Ini jadi meribetkan karena setiap telepon pada petugas diputus, lalu saya telepon lagi beberapa menit kemudian maka petugas yang mengangkat adalah orang yang berbeda-beda sehingga saya harus menjelaskan lagi dan lagi tentang perkara salah klik ini. Duuh berbusa deh.

Sampai akhirnya sempat ragu juga untuk tidak jadi saja mengajukan perubahan tanggal. Bagaimana jika tetap tanggal 20 saja pulang dari Acehnya? Tapi jadi hanya 4 hari saja honeymoon-nya? Gimana donk dengan itinerary yang sudah disusun? Sayang juga donk cutinya?

Telepon saya akhiri lagi, menghitung ulang, berpikir lagi, telepon Abang lagi, lalu berniat fix rubah jadwal kepulangan jadi tanggal 21 April. Telepon pihak penerbangan lagi, menjelaskan lagi dari awal (fiuuuh..), dan pertanyaan terakhir dari bagian pelayanan tiket itu bahwa apakah saya benar-benar akan melakukan perubahan tanggal, saya menjawab tegas ya! X(

Akhirnya fix rubah jadwal dan tiket bisa ditukar dengan mendatangi kantor mereka. Horay! Eh, ternyata tiga hari kemudian saat datang langsung ke kantor si pesawat itu, katanya nggak pake biaya untuk perubahan jadwal. Hehe Alhamdulillah deh.

5. Kami sudah mendapat tiket pesawat, maka yang harus dipikirkan selanjutnya tentu adalah packing! Persiapan mengepak barang untuk honeymoon harus dilakukan sejak sebelum acara pernikahan. Karena kalau menikah hari ini, lalu besoknya baru mulai packing, walaah tak ada waktu istirahat dan peluang ada barang yang tertinggal lebih besar kemungkinannya. Keribetan menjelang hari H juga bisa berdampak pada nggak fokus packing, ini pentingnya packing sejak jauh-jauh hari.

Saya nggak jago packing dan lama banget kalau dibandingkan dengan Abang. Maka seminggu sebelum menikah saya sudah mulai merinci barang yang akan dibawa dan mulai memasukannya ke daypack atau koper (mana saja yang sesuai tujuan).

wpid-img_20130426_121144

6. Berdoa semoga semua (baik hari H pernikahan maupun perjalanan pergi dan pulang honeymoon) dilancarkan Yang Maha Kuasa. Aamiin.

Honeymoon ke luar kota bukan suatu kewajiban atau keharusan. Maksudnya jangan sampai memaksakan diri tanpa memerdulikan rincian lain seperti lokasi, waktu, dan budget. Semua kembali lagi ke kebutuhan masing-masing ya.

Selamat honeymoon!

Going to Pulau Weh

2 comments Add yours

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *