Relawan #KerjaBakti @ Festival GIM

Akhir pekan biasanya disibukkan dengan mewujudkan berbagai rencana yang sudah disusun. Entah menghabiskan waktu bersama keluarga, traveling dengan teman-teman, melakukan kegiatan menyenangkan di rumah, atau bahkan marathon membaca buku yang sudah lama dibeli tapi belum juga dibaca.

Tanggal 5 Oktober lalu, setelah marathon di antara hari Senin-Jumat mengedit dummy buku di atas Kopaja & Transjakarta yang meliuk-liuk (akhirnya bersyukur dapat tempat duduk, karena akan sulit melakukannya kalau berdiri). Tepat ketika buku ditutup dan saya mendongak ke arah jendela, Transjakarta sudah berada di sekitaran Gunung Sahari. Yup, saya akan menuju Ancol, menyelesaikan satu GTD akhir pekan bersama Runi; yaitu menjadi relawan #KerjaBakti di Festival Gerakan Indonesia Mengajar.

Saat tiba di lokasi dan bertemu dengan Runi dan Mbak Uli yang sudah menunggu di Halte Transjakarta Ancol, kami langsung menuju Ecopark dengan berjalan kaki. Kami tiba di Ecopark dan antrian sudah mengular. Rupanya untuk masuk ke dalam aula tempat acara digelar, kami harus mengantri terlebih dulu dan masuk satu per satu supaya tertib. Antusiasme untuk mengikuti acara ini rupanya sangat banyak. Panitia yang hari itu mengenakan kaos hijau bolak-balik mengatur barisan dan antrian, naik turun tangga, dan saling menanyakan situasi pada temannya yang lain. Suasana panas di daerah pesisir ini tentu tak menyurutkan niat mereka.

Ketika pada akhirnya masuk ke dalam aula dan berada di dalam kerumunan (mungkin) ratusan orang, rasanya menyenangkan sekali berada di tengah energi positif dan euforia semangat untuk berbuat lebih. Menyenangkan ketika sekali lagi, menjadi relawan.

wpid-20131005_104706.jpg

Festival ini terbagi menjadi berbagai wahana. Sebut saja wahana Kotak Cakrawala, Surat Semangat untuk guru, Surat Semangat untuk murid, Kepingpedia, Kartupedia, Kemas-kemas sains, Video profesi, dan beberapa wahana lain yang saya tidak hafal.

wpid-20131005_112027_2.jpg
Ruamaiii!

Relawan yang datang dipersilakan untuk masuk ke dalam berbagai wahana manapun lebih dulu sesuai keinginannya. Kami bertiga masuk ke dalam wahana Kepingpedia yang saat itu antriannya lebih sedikit dibanding yang lain. Telat sedikit saja, maka 1 wahana langsung penuh dan ngantrii!

Di Kepingpedia ini, kami bergabung bersama relawan lain untuk menjadi 1 kelompok. Kami lalu mendapat 2 buah poster (misalnya poster mengenai astronomi atau bagian tubuh manusia) dan sekolah mana yang nantinya akan dikirimkan Kepingpedia tersebut. Sambil duduk melingkar, kami menggunting berdasarkan garis yang sudah ditentukan, namun sebelumnya harus mengisi beberapa kotak kosong di poster tersebut yang isinya berupa kata-kata semangat untuk adik-adik di sana. Setelah itu guntingan puzzle alat peraga tersebut dimasukkan ke dalam kantong dan dimasukkan ke dalam kotak yang sudah dipisah-pisah berdasarkan lokasi sekolah.

wpid-collage_27.pngwpid-IMG_20131005_112751.jpg

wpid-20131005_114021.jpg

Setelah itu kami belok ke Kotak Cakrawala. Naah, kalau yang ini nggak jauh beda seperti ketika Kelana Kelapa packing buku untuk dikirim hehe. Sama seperti sebelumnya kami juga mengantri dan bahkan panitia mencatat nama dulu untuk dipanggil bergiliran nantinya. Waah, hebat euy antusiasmenya sampai ramai begini!

Ditunggu beberapa menit daaan akhirnya kami bertiga masuk! Hore! Di sini kami juga dibagi berkelompok dan dibagikan daftar mengenai buku apa saja yang nantinya akan dikirim. Sama lah seperti packing buku pada umumnya. Bedanya adalah kaki saya sempat ketiban kardus yang sudah berisi penuh itu, sampai rumah baru sadar kalau biru-biru X(

wpid-collage_28.png

Habis itu kami masuk ke Surat Semangat! Nulisnya semangat juga donk haha meski sempat bingung mau nulis apa dan sambil malu-malu gitu karena kayanya nanti surat-surat ini dibacakan di depan kelas (duh, kemaren saya nulis apa aja ya XD). Kadang kami lirik kiri kanan (meski nggak keliatan juga sih tulisan orang di sebelah), kadang melihat ke atas sok-sok mikir, kadang juga keliling dulu sambil lihat poster mengenai perjuangan guru dan murid di berbagai pelosok.

Surat pun dimasukan ke dalam kotak yang juga dibagi per lokasi. Di bagian belakang amplop kita menuliskan alamat rumah masing-masing. Jadi deg-degan apa nanti surat saya dibalas ya hehe.

image

imagewpid-collage_29.png

Habis itu kami masuk ke wahana Kemas-Kemas Sains dan bertemu dengan relawan berbeda lagi yang datang dari berbagai lokasi. Yang jadi persamaan bagi saya, Runi, dan Mbak Uli adalah kami menyingkir perlahan dan mundur teratur setiap panitia memanggil-manggil dengan riangnya untuk masuk ke wahana Video Profesi, Melodi Ceria, dan wahana lain yang ada unsur rekamannya. Malu euy!

wpid-collage_30.png

Tim kemas-kemas sains
Tim kemas-kemas sains. Foto: Mbak Lita

Pukul 1/2 5 sore kami akhirnya memutuskan selesai memasuki 6 wahana. Pulang dan melewati eskalator sepi yang tadi pagi begitu ramai. Bravo untuk seluruh panitia Festival Gerakan Indonesia Mengajar karena sudah berbagi kegiatan positif dan mengajak masyarakat untuk menjadi relawan.

image

Terima kasih untuk duo Runi dan Mbak Uli yang jadi teman relawan cihuy hari itu!

wpid-collage_25.pngSetelah berhasil melepaskan diri dari cengkeraman antrian TransJakarta yang membludak, saya dan Runi melanjutkan tugas ke bazar buku di Gramedia Matraman. Bulan ini Insya Allah Kelana Kelapa akan #kirimbuku lagi, maka kami pun berburu buku!

Yang mau jadi relawan yuk ikutan #kirimbuku kami!

wpid-20131005_191220.jpg

“Jika ada 2 obat paling mujarab di dunia, maka itu adalah membaca buku dan menjadi relawan.”

wpid-IMG_20131006_094355.jpg

6 thoughts on “Relawan #KerjaBakti @ Festival GIM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *