Kunjungan ke Perpustakaan ITB, Bandung

Pada tanggal 16 November 2013 lalu, saya dan rekan-rekan pustakawan di tempat bekerja melakukan studi banding ke Perpustakaan ITB, Bandung. Ini jadi kunjungan pertama bagi saya selama bekerja. Studi banding sekaligus jalan-jalan.

Total peserta yang ikut hari itu adalah sepuluh orang yang terdiri dari kepala perpustakaan, 4 orang pustakawan, 1 orang staf administrasi, dan 3 orang alumni magang, serta bapak supir. Sementara 1 magangers lagi tidak bisa ikut.

Kami berangkat pukul 07.30 dari Jakarta menuju Bandung. Sepanjang perjalanan kami sibuk makan, ketawa haha-hihi dan mencari info mengenai tempat wisata mana lagi yang bisa kami datangi. Ini jadi semacam refreshing mengingat setiap harinya kami berhadapan dengan mahasiswa dan buku-buku hehe.

wpid-2013-11-16-08.51.08.jpg

Arus lalu lintas di tol umumnya lancar namun kemudian mulai melambat saat akan keluar dari pintu tol Bandung. Melalui pantauan di twitter, rupanya hari itu ada beberapa acara di Bandung yang cukup besar sehingga sampai menutup jalan dan membuat lalu lintas di kota menjadi lebih padat.

Sekitar pukul 11.30 kami tiba di kampus ITB dengan udara yang setidaknya masih sejuk dibanding Jakarta karena cuaca yang saat itu mendung dan pohon-pohon yang meliputi area kampus. Tempat parkir sepeda (dan juga sepedanya tentu saja) terletak di  beberapa titik. Kampus ini mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dengan program “Bike at Campus” sejak tahun 2010, yang mungkin serupa seperti di UI. (Fiuuh syukur UI sudah mulai dari tahun 2008 ya jadinya saya masih kebagian sepedanya karena belum lulus :p)

Kami langsung menuju ruangan di lantai 3 yang sudah dituju. Di sana kami bertemu dengan Bapak Dikdik Suhendi sebagai Kasub Divisi Layanan Jurnal (mohon koreksi kalau salah, ternyata saya tidak mencatat dengan baik euy mengenai beliau). Masing-masing dari kami pun kemudian mengenalkan diri. Sambil ngemil, kami mendengarkan Bapak Dikdik menguraikan mengenai seluk-beluk perpustakaan ITB, termasuk juga koleksi, cara peminjaman, dan layanan di perpustakaan.

wpid-2013-11-16-12.05.10.jpgLayanan buka perpustakaan ITB bagi saya sudah lebih dari cukup dan kalo jadi mahasiswa, puas banget deh ini pokoknya. Di hari perkuliahan Senin-Jumat buka sejak pukul 07.30 hingga pukul 21.00. Pak Dikdik dengan logatnya yang Sunda pisan mengungkapkan bahwa memang sudah resiko dan tanggung jawab pekerjaan misalnya ketika bulan Ramadhan dan kebagian shift malam tidak bisa buka puasa bersama keluarga, tidak bisa tarawih bareng, dan sebagainya. Aduh, pulang pukul 16.00 aja saya udah ngibrit lari-lari demi mengejar saat Maghrib sudah di rumah. Lha ini, pustakawannya malah nggak buka puasa di rumah :(.

Demi ini, demi mahasiswa!

Pak Dikdik juga mengungkapkan bahwa ada yang sudah meminta agar perpustakaan dibuka 24 jam!

“Waduh, saya nyerah deh kalo 24 jam.” kata si Bapak sambil tertawa.

Setelah itu terdengar suara dari speaker di atas ruangan bahwa perpustakaan akan segera ditutup. Ya, hari Sabtu perpustakaan tutup pukul 12.30. Kami pun bergegas untuk berkeliling perpustakaan atau istilah kerennya mah Library Tour. Dari pantauan saya, meski sudah diusir dengan informasi audio, di setiap lantai masih banyak juga mahasiswa yang seolah enggan keluar. Keenakan atau apa ya? Hehe nggak jauh beda sama mahasiswa di perpustakaan kami. Saya cuma berdoa sih semoga mereka nggak minta perpustakaan buka 24 jam.

Dari tulisan yang kemudian saya baca di sini, arsitektur perpustakaan ITB dirancang mengikuti bentuk rak buku atau tumpukan buku. Arsiteknya adalah Bapak Slamet Wirasonjaya pada tahun 1975.

Perpustakaan ini kemudian direnovasi sejak tahun 2011 dan selesai awal 2013 lalu. Menurut Pak Dikdik pengunjung perpustakaan sampai April tahun ini pun meningkat drastis. Ini dikarenakan tampilannya yang lebih modern dan nyaman. Saya jadi ingat dengan MBRC (Miriam Budiardjo Resource Center) FISIP UI saat saya baru masuk kuliah yang kabarnya statistik pengunjungnya juga meningkat pesat setelah perpustakaan direnovasi ulang sehingga memiliki desain yang unik dan cerah. Arsitektur perpustakaan rupanya berpengaruh besar untuk menarik minat seseorang berkunjung ke perpustakaan. Apalagi jika mengingat perpustakaan di negeri ini masih dipandang sebelah mata dan masih banyak yang menganggapnya sebagai tempat yang hanya berupa gudang buku, kuno, tidak modern, tempat buangan, dan pandangan negatif lain.

Nah, selama berkeliling di perpustakaan ITB yang baru direnovasi ini (bagi saya) tempat ini jauh dari kesan nggak keren karena memiliki desain dan perabot yang berwarna-warni. Mencerahkan pengunjung yang semoga semakin rajin untuk datang ke perpustakaan mencari ilmu dan bukannya tidur ya hehe. Kalo bagi kami yang pustakawan, petunjuk arah, penyangga buku di rak, tulisan peringatan di dinding, kursi, sofa, meja, bahkan colokan listrik menarik perhatian kami dan menjadi masukan serta pengetahuan kami sebagai rujukan nantinya di perpustakaan.

Perpustakaan ITB ini melayani sekitar 21.000 mahasiswa dan terdiri dari 4 lantai.

wpid-2013-11-16-13.14.55.jpg

Lantai 1 di antaranya terdiri dari tempat penitipan loker, sirkulasi, Nation Building Corner, American Corner, toko buku, sirkulasi, dan ruang untuk rapat.

wpid-2013-11-16-13.07.28.jpg

wpid-2013-11-16-13.07.53.jpg
Nation Building Corner

wpid-2013-11-16-13.09.55.jpg

Sopie, Yuli, Ivi
Sopie, Yuli, Ivi

Lantai 2 terdiri dari ruang baca dengan rak koleksi umum dan buku pegangan mahasiswa. Sistem layanan adalah open access alias mahasiswa bisa mengambil dan mencari sendiri buku yang dicari langsung ke rak.

wpid-IMG_20131118_211101.jpg

Di sini koleksi buku disebut sebagai Koleksi Mingguan. Untuk lantai 2 ini khusus untuk koleksi yang menjadi subjek ilmu yang diajarkan di ITB. Sehingga Koleksi Mingguan dengan nomor klasifikasi 500-799 terletak di sini.

wpid-2013-11-16-13.16.09.jpg

(Klasifikasi buku ini menggunakan sistem DDC. Masih ada yang ingat atau bingung dengan kode DDC perpustakaan? Silakan baca tulisan saya sebelumnya mengenai klasifikasi perpustakaan di sini).

Di lantai ini juga terdapat rak berwarna KUNING (yang bikin saya ngiler pengin bikin juga di rumah) berisi buku pegangan mahasiswa.

wpid-2013-11-16-13.14.14.jpg

Lantai 3 berisi ruang baca dan buku-buku pengetahuan umum Koleksi Mingguan dari klasifikasi 000-499 dan 800-900. (Ayo ingat-ingat struktur pembagian ilmu pengetahuan menurut DDC). Koleksi terbitan berseri (majalah dan jurnal), kliping, dan rujukan seperti ensiklopedia, handbook, biografi, dan peta juga terdapat di lantai ini.

wpid-2013-11-16-13.16.18.jpg

Ruang baca di lantai 3 ini pun dalam sekejap jadi tempat favorit saya. Tahu kan kalau saya nggak bisa jauh-jauh dari pohon dan jendela besar :p. Di sini bisa jadi tempat ideal nih buat ngumpulin ide dan menulis.

wpid-2013-11-16-13-23-04

wpid-2013-11-16-13.22.45.jpg

wpid-IMG_20131118_212851.jpg
Lantai 4 terdiri dari koleksi umum dan khusus. Koleksi umum seperti koleksi sumbangan The British Council, koleksi Prof. Doddy A. Tisna Amidjaja, koleksi World Bank, koleksi United States Geological Survey, dan koleksi NLR. Sementara koleksi khusus, yaitu terdiri dari karya skripsi, tesis, disertasi mahasiswa ITB, karya ilmiah civitas akademika, dan koleksi buku-buku yang sudah tergolong langka.

Itu sudah!

Lalu kami balik lagi (lewat tangga) ke lantai 1 karena rata-rata ruangan sudah gelap. Tutup hoiii! Pulang, pulang!

Di lantai bawah dekat pintu masuk, kami lagi-lagi norak karena banyak foto-foto di berbagai spot. Malu juga sih diliatin mahasiswa hihi, maklum saja ya kami datang dari jauh..

wpid-IMG-20131117-WA0004.jpg
Sumber foto: kamera Ibu Erna

wpid-2013-11-16-13.42.13.jpg

Setelah itu waktunya makaaan! Daerah Punclut yang terletak di area yang lebih tinggi jadi pilihan untuk makan siang. Saat itu pun mulai gerimis.

wpid-2013-11-16-14.23.46.jpg

image

image

Dan berhubung macet jadilah kami langsung pulang alias nggak keburu jalan-jalan ke tempat lain, tapi tetap seru! Terima kasih terutama untuk Ibu Ernalia. Terima kasih untuk Pak Dikdik sudah menyambut kami, menjelaskan detail mengenai perpustakaan ITB, serta mengajak kami berkeliling. Terima kasih untuk semua teman seperjalanan: Kak Nita, Kak Noorma, Ivi, Sopie, Yuli, Mas Agung, dan Mas Yadi yang sudah mensukseskan library tour ini. Juga terima kasih Mas Nono yang sudah menyupiri kami dengan lancar hingga kembali dengan selamat ke Jakarta. Semoga perjalanan ini bermanfaat dan menambah wawasan kami.

Yuk, studi banding sekaligus jalan-jalan ke perpustakaan lagi! 😀

wpid-IMG-20131117-WA0002.jpg
Sumber foto: kamera Ibu Erna

wpid-IMG-20131129-WA0006.jpg

0 thoughts on “Kunjungan ke Perpustakaan ITB, Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *