Buku self publish "Pantang Padam: catatan skolioser"

Ini brace saya,

DSC_0775

yang biasa menemani di setiap perjalanan dan sudut kota, tercepuk-cepuk di antara hujan di terminal, gelantungan di Kopaja, terlonjak-lonjak di perahu, dan ikut hening saat saya mengendap-ngendap untuk menjepret kupu-kupu.

Brace ini jualah yang oleh karenanya membuat saya menghasilkan ini:

Pantang padam: catatan skolioser

wpid-img00121-20131213-0529

Yup, i’ve been making a book for the last one year. Buku yang merupakan pengembangan dari tulisan-tulisan di blog ini mengenai skoliosis dan MVP saya. Blog to book, bisa dibilang seperti itu.

Sengaja tidak mengumumkan lebih dulu tentang penulisan buku ini. Kalaupun beberapa kali pernah saya muat, itu tertera selintas saja pada postingan mengenai GTD yang saya pikir jarang sekali dibaca orang.

Setiap saya mendengar lagi mengenai skolioser yang baru tahu kalau ternyata dirinya memiliki skoliosis padahal sebenarnya sudah merasakan sesuatu hal yang ganjil di punggungnya sejak lama, atau ketika mengetahui ada skolioser yang kaget karena tiba-tiba disarankan operasi, atau apapun itu, rasanya saya mengetik dan mengedit semakin cepat. Apalagi ketika iseng melihat keyword yang digunakan orang-orang sampai bisa nyasar ke sini selama bulan-bulan terakhir, entah kenapa semakin banyak yang nyasar ke blog ini karena pencarian mengenai topik skoliosis ataupun brace. Sehingga (bagi saya) hal ini semakin membuktikan pentingnya menyebarkan informasi mengenai skoliosis itu sendiri terlepas dari jalan mana saja yang ia pilih: terapi, brace, atau operasi.

Entah apakah masih sesuai rencana atau tidak, yang jelas rencana untuk meluncurkan buku di bulan November bubar jalan! Seperti yang sudah diuraikan di postingan sebelumnya, akhir November saja saya masih pontang-panting revisi. Habis revisi masih ada lagi yang direvisi. Melenceng dari rencana karena sebenarnya setelah bergeser dari November, Desember 2013 ini pun niatnya sudah selesai dicetak tapi lagi-lagi harus bergeser karena terkendala masalah mencari tempat percetakan yang sesuai. Tak apalah, setidaknya ini masalah teknis dan keseluruhan penulisan sebenarnya sudah selesai.

Dengan begini, dua rencana besar di tahun 2013 terlaksana sudah. Alhamdulillah.

  1. Traveling ke Sumatera (lagi)
  2. Melahirkan buku

Oh saya belum bilang ya kalau ini buku yang diterbitkan secara mandiri alias indie, pembuatannya keroyokan bersama tim yang terdiri dari teman-teman saya juga. Karena buku indie inilah, jadi jangan dikira bisa dicari di toko buku hehe.

Harga buku Rp 37.000. Cara pemesanannya silakan klik di sini.

Sinopsis buku:

Apa itu skoliosis? Bagaimana aku bisa berkegiatan dengan MVP ini? Bagaimana pula naik bus dengan pakai brace? Pertanyaan-pertanyaan itu bergantian hinggap di kepala, seringkali meruntuhkan rasa percaya diri dan membuatku limbung. Tapi kekuatan semangat yang datang dari sosok di hadapanku dan orang-orang sekitarku menyalakan kembali semangat ini, untuk terus melangkah maju. Hingga akhirnya tulisan yang awalnya berasal dari blog ini hadir untuk skolioser, MVPer, dan masyarakat umum yang ingin mengenal kelainan tulang belakang dan MVP katup jantung ini dari sudut pandang penulis.

Saya mohon maaf atas semua kesalahan, sengaja atau tidak sengaja, melalui blog ini ataupun media lain, lisan maupun tulisan. Mohon doa semoga proses melahirkan ini lancar. Amin.

*deg-degan

*deg..deg…

“If there’s a book you really want to read, but it hasn’t been written yet,

then you must write it.” ~ Toni Morrison ~

wpid-2014-01-04-21.54.16.jpg

40 thoughts on “Buku self publish "Pantang Padam: catatan skolioser"

  • January 5, 2014 at 8:25 am
    Permalink

    you’re godamn amazing sist!
    please send one copy to:

    Swiss Winnasis
    d.a. Taman Nasional Baluran
    Jl. Raya Banyuwangi-Situbondo KM.35
    ds. Wonorejo, kec. Banyuputih, kab. Situbondo
    (pos Wongsorejo)

    and please your bank account and how much I must pay, japri to kebogiraz@yahoo.com

    congratulation!

    Reply
    • January 5, 2014 at 12:09 pm
      Permalink

      Thanks bro! I also put your name in my thanks note of the book. I’ll send it soon!

      Reply
      • January 5, 2014 at 1:05 pm
        Permalink

        ohya? awesome!
        don’t forget japri ya

        Reply
      • January 5, 2014 at 1:26 pm
        Permalink

        btw, kirimnya pake pos aja ya jeng. selain itu gak nyampe lokasi. maklum orang pinggiran pojok pulau 😛

        Reply
  • January 5, 2014 at 3:46 pm
    Permalink

    Bangga banget sama Yulia. Sy blm pernah ktmu lgsng, tp dr blog kamu, sy bnyk belajar & dpt bnyk info ttg skoliosis. Smoga sukses & sehat terus Yulia ^_^ #salamSkolioser

    Reply
  • January 6, 2014 at 8:03 am
    Permalink

    sukses bukunya mbak, jangan lupa diskonnya hahaha. semangat! 😉

    Reply
  • January 7, 2014 at 8:30 am
    Permalink

    Aslkm, saya sangat tertarik,..ingin sekali beli bukunya bagaimana cara nya ?

    Reply
    • January 7, 2014 at 8:49 am
      Permalink

      Aslkm, sekali lagi sy berminat membeli buku Pantang Padam, untuk motivasi putri semata wayang saya….yg terindikasi scoliosis sejak +/- 8bln lalu, ( boleh sy minta info sy ingin berinteraksi langsung dengan penulis, no HP sy 0816936711 Ato pin BB sy 74491713 bila penulis berkenan membalas permohonan saya , akan sangat mengurangi beban pikiran sy , smg berkah Allah swt akan senantiasa melimpah buat kita semua,….amien .> hardy, Komplek BPP Sukapura Jl. Teluk Lada Blok C no. 2 rt.006 rw 08 Jakarta 14140

      Reply
  • January 12, 2014 at 8:14 pm
    Permalink

    keren, udah nerbitin buku aja, saya masih newbie alias baru belajar nulis

    Reply
  • Pingback: Setelah lahir | rumahijaubelokiri

  • Pingback: Remarkable Things on First 2014 | baluran&me

  • Pingback: Januari-Februari | rumahijaubelokiri

  • Pingback: Kopi darat skolioser: ultah MSI dan book sharing | rumahijaubelokiri

  • Pingback: Foto dari pembaca: giveaway 1 | rumahijaubelokiri

  • Pingback: Foto dari pembaca: giveaway | rumahijaubelokiri

  • Pingback: Saat harus melepas brace | rumahijaubelokiri

  • Pingback: Tim penulisan buku | rumahijaubelokiri

  • Pingback: Brace: sebuah catatan | rumahijaubelokiri

  • September 6, 2014 at 9:28 pm
    Permalink

    Heiho, Mba Yulia.. Salam kenal. Saya satu kelas sama Mas Julbe di Diklat Prajabatan April-Mei 2014 lalu. Trus di group WA ditawarin buku ini, trus baca, deh…
    Saya udah dua kali nih baca buku Pantang Padam. Sekali sebelum general check up, kedua setelah general check up.

    Baca pertama, saya lebih memperhatikan gaya penuturan dan alur.. IMHO, gaya bahasanya typical anak FIB UI, detil dan malah bikin alurnya jadi lambat. Tapi penggunaan kata yang variatif, pembagian chapter yang gak terlalu banyak dan penggabungan antara bahasa teori dan bahasa populer yang smooth bisa bikin tetep enjoy baca buku ini.

    Baca kedua kali, saya jadi sekali-dua kali nahan dan hela nafas. Kali kedua baca buku Pantang Padam adalah setelah hasil General Check Up menunjukan kalo saya ternyata juga skoliosis. Keduakalinya baca buku ini bikin saya sadar juga kalo saya harus segera periksa ke dokter. Gak boleh ditunda. Kesannya lebay, tapi ya iya.. saya takut. Tapi inget-inget lagi sama isi buku dan semangat kamu bikin saya gak boleh larut dalam kepanikan karna euforia ketauan skoliosis ini.
    Sama kayak yang Mas Julbe bilang via WA kmarin. Yang penting PD aja. Saya akan tetep periksa, tapi tetep ga boleh meratap karna jadi harus mikir-mikir lagi buat ga pake tas-tas fancy kesayangan yang nota bene tas jinjing semua. Hehehheh…

    Keep writing, Mba Yulia! Sehat terus juga, yah! Smoga kehamilan dan proses kelahirannya nanti mudah dan selalu dilingkupi kebahagiaan.. 🙂

    Reply
    • September 7, 2014 at 4:38 pm
      Permalink

      Hi, Mbak Mey. Waah pertama terima kasih ya sudah beli dan baca bukunya. Si Abang emang kebagian promosi juga buat temen2nya hihi. Makasi banyak apresiasinya. Eh tapi saya malah nggak tahu tulisan yang typical anak FIB UI tuh kaya gimana ya? Haha kayanya saya yang ketinggalan nih belum baca2 buku anak FIB UI yg lain XD

      Iya kemarin Julbe bilang katanya habis check up juga ya, saranku yg penting rajin2 konsultasi ke ahlinya. Semoga sih nggak banyak ya derajatnya mengingat tulangnya sudah mature di usia skrg. Keep PD pokoknya hehe.

      Aamiin. Makasi sekali lagi untuk doanya ya. Semoga Mbak Mey juga selalu dikasi keberkahan dan kebahagiaan. Aamin ;D

      Reply
  • Pingback: Poster kampanye skoliosis | rumahijaubelokiri

  • Pingback: Giveaway Oktober | rumahijaubelokiri

  • Pingback: Review oleh Agung Sih | KURVA

  • January 17, 2016 at 9:37 am
    Permalink

    Salam kenal mbak yulia :), jadi pengen banget baca bukunya, pesen dimana ya hehe

    Reply
    • January 17, 2016 at 10:07 am
      Permalink

      Halo, salam kenal juga mbak Atika ^^. Bisa lewat sini yaa:

      BBM 7F9DBF80
      Line id: Kedaikelanakelapa
      Sms 081283781747

      Reply
  • Pingback: Saat harus melepas brace – Rumahijau

  • May 20, 2017 at 5:21 pm
    Permalink

    Masih bisa pesan kah bukunya. Aku mauuuu….

    Reply
    • May 23, 2017 at 4:42 am
      Permalink

      Mohon maaf belum restock lagi huhu

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *