Setelah lahir

Seminggu setelah buku diluncurkan, saya sempat takjub karena orang-orang yang awalnya saya kira tidak akan membeli buku eh mampir ke message, mention, atau email dan memesan buku saya dengan semangat.

Sewaktu buku selesai dicetak ada perasaan lega yang memang sulit dilukiskan. Sampai bahkan saya nggak perduli kalau ternyata foto saya di bagian paling belakang, yaitu “Tentang Penulis” nggak kelihatan alias buram karena resolusi foto yang memang kurang baik ditambah mesin percetakan yang kurang terang.

Saya sudah cukup senang si bapak percetakan dengan baik hatinya memberikan tambahan bonus sembilan eksemplar buku. Pelunasan yang kurang Rp 25.000 juga ditolaknya! Hmm.. saya curiga si bapak sempat membaca isi bukunya jadi benar-benar tahu dan merasa kalau buku self publishing ini memang bersifat passive income dan demi menyebarkan wawasan akan skoliosis dan MVP.

Saya terharu waktu memangku kardus pertama yang dibawa pulang. Terharu karena akhirnya saya bisa menyelesaikan apa yang telah saya mulai dan juga terharu karena berat euy mangku 30 eksemplar buku sambil bonceng motor!

Sampe rumah saya langsung berbinar-binar dan bilang ke Daffa, keponakan saya itu, “Dede, buku Mamah udah jadiiiii!” (iya, saya nggak mau dipanggil Tante atau Bulik. Maunya Mamah. Titik. Jangan pada protes).

Dede Daffa, alias Dedaf, menyambut saya dengan girang. Ikut ketawa-ketawa di tempat tidur. Begitu saya kasih lihat buku pertama itu, Dedaf langsung ngebolak-balik halamannya seolah sedang membaca buku beneran!

Dia bilang “Haaooaaa..” waktu halaman yang ia buka menampakkan wajah Bulik Pikoh. Mungkin ia mau bilang; “Eh ada Eyang Pikoh.”

Bocil 1 tahun itu juga sampai menunduk waktu membuka halaman “Tentang Penulis” yang muka saya nggak kelihatan itu. Ia terus saja membolak-balik halamannya sampai tengah buku, balik ke depan, dan seterusnya seperti sedang membaca. Saya sama kakak cuma cekikikan melihatnya.

image

image
Halo, Eyang Pikoh
image
Ini foto Mamah bukan ya?

Iya saya terharu waktu bukunya sudah selesai dicetak. Tapi waktu orderan sudah mulai datang, malamnya saya sukses nggak bisa tidur!

Memikirkan komentar-komentar para pembaca nantinya, mengingat-ingat lagi apakah ada tulisan yang salah atau tidak. Tapi seperti kata seseorang; “Just let it be!“. Dan saya pikir kalau toh ada yang bilang buku saya nggak penting, ya mungkin memang buku saya itu nggak penting atau memang tidak sesuai untuk dirinya.

Di akhir Desember lalu, saya sempat bilang sama sahabat saya, Shella, kalau mungkin kami berdua akan melahirkan bersamaan. Shella, yang due date-nya saat itu hanya kurang dari dua minggu, bingung dan bertanya karena (setahu dirinya) saya memang belum hamil. Ia langsung semangat dan ikut berdoa waktu saya bilang dalam waktu dekat juga akan “melahirkan”. Melahirkan buku. Dan hari Sabtu tanggal 4 Januari lalu saya bilang, “Maaf ya Shell, saya mbrojol duluan nih!” karena ternyata bapak percetakan mempercepat pesanan saya.

Jumat tanggal 10 Januari 2014, Shella pun sukses melahirkan bayi laki-laki dengan berat 4.2 kg dengan sehat, selamat, dan secara NORMAL, sodara-sodara! Mematahkan semua asumsi bahwa bayinya besar dan tak mungkin lahir tanpa caesar. Alhamdulillah.

Dan inilah saya dan Shella yang baru melahirkan, bersama juga Ime dan Nurul.

image
Dedenya ketutupan!

Sampai ketika hari ini, sekitar 36 pesanan sudah masuk dan sudah ada yang saya kirimkan sejak minggu kemarin ke tujuan. Mas Swiss Winnasis yang pesan dari Baluran ujung sana jadi yang pertama karena langsung komen di postingan buku saya tempo hari, juga teman-teman sesama skolioser yang ternyata bukan hanya dari sekitaran Jakarta tapi juga Bandung, Malang, Surabaya, dan bahkan Padang. Berikutnya kawan-kawan di beberapa komunitas (Bang Obie yang ikut mempromosikan, Mbak Puji, Mira, Irda, Mbak Ghali, termasuk juga Ayah Edy yang sedang bekerja di TN di Kalimantan), Mas Imam T. di Jogja, tetangga masa kecil yang tiba-tiba sms, rekan kerja, juga kawan-kawan kuliah. Itu bahkan di luar 15 eksemplar pesanan ibu saya yang kekeuh mau bayar sejumlah harganya dan berniat membagi-bagikan untuk saudara saya.

Buku ini memang ditujukan juga untuk masyarakat umum, tapi saya tak menyangka mereka ambil bagian dari pemesanan buku. Saya benar-benar bersyukur bisa terbantu sehingga mendobrak zona nyaman dan memberanikan diri mengikuti komunitas beberapa tahun lalu itu. Sehingga dengan ini sekaligus juga menyebarkan informasi mengenai skoliosis dan MVP untuk para non-skolioser dan non-MVPer tersebut. Semoga saja bermanfaat untuk teman-teman, anak mereka nantinya, adik, kakak, ataupun anggota keluarga lain.

Foto dari Mbak Puji
Foto dari Mbak Puji

It’s a really big thanks..

Note: Tentang buku Pantang Padam: catatan skolioser lihat di sini

11 thoughts on “Setelah lahir

  • January 14, 2014 at 12:02 am
    Permalink

    wah salut deh… selamat yg mba. semangat berkarya terus… 😀
    semoga ketularan nih bisa melahrikan buku, 🙂

    Reply
  • January 14, 2014 at 7:17 am
    Permalink

    pengen dong sist! bisa order kemana nih CP? :’)

    Reply
    • January 14, 2014 at 9:15 am
      Permalink

      Kirim nama, alamat lengkap, no kontak, & jumlah pemesanan ke email pantangpadam(dot)distribution(at)gmail(dot)com

      Makasi yak 😀

      Reply
  • January 14, 2014 at 8:09 pm
    Permalink

    yea… you deserve it sist 🙂

    Reply
  • January 25, 2014 at 4:45 pm
    Permalink

    so proud of you, yulia..
    makasih banyak udah dikasih bonus bukunya…
    selalu, pandang padam!

    Reply
  • February 23, 2014 at 12:22 am
    Permalink

    Assalamu’alaykum Wr Wb.
    Salam kenal mba Yulia 🙂
    Aku lagi baca buku mba Yulia nih, dpt pinjeman dari temen soalnya ;p

    Mba, aku mau dongs beli bukunya.. as a scolioser, I must have this one!! hehe 😀
    Ternyata, i’m not alone…
    Thank you mba, bukunya sgt menginspirasi..
    Oh iya, aku kebetulan dapet info ini juga from your proof reader, mba Yustika 🙂
    Sudah ku email ya mba..
    Thank you..

    btw, plus tanda tangan dan kata mutiara dari mba kan yah?hehehe

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *