Giveaway April

Saya suka dengan twitpic, instagram, dan beberapa foto yang dikirimkan dari mereka yang sudah membaca atau bersiap membaca buku saya. Eh, maap ya ini bukannya belagu :)).

Alhamdulillah 150 eksemplar buku yang saya cetak sudah habis. Ada beberapa yang diberikan secara langsung, sisanya lebih banyak saya kirimkan via pos. Saya memang tak meminta foto dari para pembaca tapi melihat foto-foto yang dikirimkan ini lega rasanya ketika melihat sendiri buku-buku sudah sampai di tangan mereka.

Nah, sebagai ungkapan terima kasih karena sudah membaca buku dan rasa syukur karena 150 eksemplar sudah terjual (dulu saya sempat mikir untuk cetak 30 eksemplar saja lho),

saya mau bikin giveway di penghujung Maret ini. Horaaaay!

Senang banget karena niat giveaway sudah muncul dari 1 tahun lalu tapi nggak tercapai karena lagi sibuk nulis buku (gaya beuts!). Tahun ini diniatkan beneran bikin karena blog Rumahijaubelokiri ini juga sudah berusia tiga tahun. Nggak terasa ya ;D. Yang lebih luar biasa lagi adalah saya sudah bikin draft tulisan ini dan niat untuk posting hari senin, eh pas buka blog ternyata beneran ulang tahun blognya adalah hari iniiii!

blog ke-3 th

Untuk giveaway pertama ini (insya Allah ada yang kedua di bulan selanjutnya) syaratnya khusus untuk yang sudah beli buku Pantang Padam: catatan skolioser. Yah, yah, nggak papa yah yang belum beli? (ge-er bener berasa ada yang kecewa hihi).

Syarat dan ketentuan ikutan giveaway:

  • Sudah membeli buku Pantang padam: catatan skolioser
  • Mengirimkan foto buku (hayoo yang sudah beli buku tapi belum kirim foto, buruan kirim yak).
  • Memberikan komentar pada postingan ini mengenai bagian mana di buku yang paling kamu suka? Ini bisa berarti potongan kalimat, chapter, ilustrasi yang kamu suka, dan sebagainya. Jelaskan alasannya ya.
  • Pemenang akan dipilih tiga orang.

Hadiah giveaway bulan April ini yaitu kacamata renang Cleacco dan kaos bertema skoliosis.

Pemenang foto terbaik akan mendapatkan satu kaos bertuliskan seperti ini:

wpid-wp-1397043766772.jpg

Dan untuk yang memberikan komentar mengenai buku akan saya pilih dua orang, yaitu mendapatkan hadiah kacamata renang Cleacco ini yang saya beli pas lagi ada diskon. Tujuannya biar skolioser (ataupun yang bukan) ikutan renang, nggak takut hitam, supaya badan sehat XD.

wpid-IMG-20140326-WA0001.jpg

Satu lagi akan mendapatkan kaos bertuliskan seperti ini.

wpid-2014-03-31-16.21.21.jpg
Skolio-fighter

Kaosnya ini dari produk saya sendiri, usaha kecil-kecilan sekalian kampanye sadar skoliosis hehe. Buat yang belum dan mau kirim foto buku, silakan bisa mention sayah sajah @Yuliayulijo.

Oh iya, komentator terpilih itu bukan berarti nggak boleh mengkritik lho ya. Boleh kok kalo ada yang mau komentar mengenai kritik buku. Bebaas!

Pengiriman komentar dan foto diperpanjang sampai tanggal 28 April 2014 pukul 23.00. Hayuuk ikutan!

I can not do this without you all, dear readers. Thanks a lot!

wpid-IMG_20140218_200701.jpg

Update: ada tambahan hadiah niih dari Puput sang editor. HORE! Ada 4 pak beras organik NUTRICE yang masing-masing seberat 0.5 kg dari Puput. Berarti ini bisa jadi hadiah tambahan untuk yang mengirimkan foto dan komentar terbaik. Hayuk segera dikirim! 😀

26 thoughts on “Giveaway April

  • March 31, 2014 at 7:33 pm
    Permalink

    Bab yg paling kusuka adl, jeng jeng jeng…

    1). Bab MVP. Ada bagian yg kocak favorit sayah 😀
    hlm. 79
    “..ada MVP sedikit | apa? | MVP | APV? | MVP | MPV? | MVP! | MVP? | Iya, MVP.”
    trus hlm 76.
    Bagian tes echo, yg geli-geli 😀

    2) Bab Skoliosis. Suka semua halaman di bab ini. Mengingatkan sy pada masa2 penyangkalan thd skoliosis, gemetaran saat sy mengunjungi dokter ortopedi, dan akhirnya sy harus menerima kenyataan.

    Ada kalimat yg pas banget dgn keadaan sy saat penyangkalan, “…saran sang dokter menimbulkan kabut… Menyingkirkan tawa & senyum yg seharusnya tak perlu aku singkirkan.”

    3) Bab 2 Kelainan, 2 Kelebihan. Suka semua cerita ttg proses Yulia nemuin bukunya Erik Weihenmeyer. “Mgkin ini serupa dgn Everest yg didaki setiap penjelajah. Semua meninggalkan jejak di sana … Toh tetap tak punya hak menjadi pemilik gunung tertinggi tsb.”

    Reply
  • April 1, 2014 at 3:05 pm
    Permalink

    aku boleh ikutan taakkk? hahaha..
    mupeng sama kacamata renangnya, punyaku udah kendor soalnya, jadi sering kemasukan air *ngarep 😀

    Reply
  • April 2, 2014 at 9:49 pm
    Permalink

    Kaosnya aku beli aja gpp wes… 😀

    Reply
  • April 4, 2014 at 3:27 pm
    Permalink

    mau ikut giveaway ahhh..

    Mengirimkan foto buku
    –> DONE! foto untuk ikut giveaway udah dikirim ke pantangpadam.distribution@gmail.com yaa..
    yang difoto di situ memang bukan buku yang aku beli, melainkan buku yang dapat free dari yulia, karena buku yang kubeli sudah diberikan ke mami-papiku di solo. nggak apa-apa yaa..

    Memberikan komentar pada postingan ini mengenai bagian mana di buku yang paling kamu suka? Ini bisa berarti potongan kalimat, chapter, ilustrasi yang kamu suka, dan sebagainya. Jelaskan alasannya ya.
    –> paling suka sama kutipan ini: “Jika ada dua obat paling mujarab di dunia, maka itu adalah ‘membaca buku’ dan ‘menjadi relawan'” (hlm. 143)

    alasan: karena it’s so damn true!
    1. menjadi relawan itu memberi kesempatan bagi diri kita untuk berbagi. dengan berbagi, kita justru mendapat lebih dari orang lain. ga selalu berupa materi, tapi selalu ada hikmah yang bisa mengayakan jiwa 🙂
    2. menjadi relawan itu membuat jiwa kita lebih utuh, karena mengingatkan untuk terus mensyukuri hidup.
    3. menjadi relawan itu membuat kita terus bergerak dan membuat hidup kita terisi dengan hal-hal positif.

    Reply
  • April 5, 2014 at 5:44 pm
    Permalink

    Saya suka hampir seluruh bagian dalam bukunya.
    Baru buka udah sedikit bergetar nanya sama diri sendiri, kapan punya buku ada nama saya di cover *agaklebaytapiemanggitu.
    Jadi tersipu waktu lihat ada nama saya di rentetan ucapan terima kasih, hehehe 😀
    Saya yang emang cengeng, berulang kali netesin air mata bacanya. Inget sama diri sendiri yang juga punya kelainan sejak lahir. Bukan deng, bukan kelainan. Namun, kelebihan yang Allah titipkan dengan cara lain 🙂
    Saya juga iri sama jalan-jalannya kak Yulia di buku Pantang Padam, kapan-kapan ajak-ajak dong kak *LaluKataKakYuliaSiapaElu? Hehehe 😀
    Setiap kalimat dalam bukunya bikin saya bangkit. Ketika pertama dengar diagnosa dokter, harus cari sepatu yang cocok, sepulang konser musik, kedinginan waktu kemah, pergolakan batin seandainya banyak yang bertanya tentang brace. Aih buat saya meyakini kata kak Yulia kalau seseorang akan menemukan puncak gunungnya sendiri.
    Pokoknya buku Pantang Padam beneran bikin lilin kecil macem saya yang berulang kali tertiup angin, masih berusaha untuk tetap nyala. Meski orang lain, kadang selalu melihat hanya dari sisi yang terlihat.

    Reply
  • April 9, 2014 at 7:12 pm
    Permalink

    “Lilin dihadapanku seketika menyala kembali” -part Quality of Life -paling suka bagian ini, diantara smua yg saya suka… Jadi inget saat2 bertanya ‘kenapa’, ‘why’, sama kondisi dan kehidupan dan menikmati proses dan penemuan pencerahan hidup…..
    Yulia, selamat ya….kamu hebat bisa menulis dan jd sebuah buku…

    P.s. kayanya kurang info/link komunitas skoliosis/skolioser *atau daku yg kelewatan membaca*

    Reply
    • April 9, 2014 at 8:29 pm
      Permalink

      Makasi Mba Wilda komentarnya. Yup, info link atau komunitas memang tidak dimasukan dalam cerita di buku karena ceritanya berfokus pada apa yang aku uraikan di blog. Dan pada umumnya skolioser sudah mengetahui komunitas MSI lebih dulu. Tapi nantinya bisa juga sebagai bahan tambahan di kemudian hari. Makasi sarannya 😀

      Reply
  • April 11, 2014 at 11:48 am
    Permalink

    Akhirnya tamat juga bacanya..:) hampir semua bagian buku ini aku suka.. walau pada awalnya ada ketakutan nggak jelas yg menyerang saat mulai membuka halaman pertama. Itu semua krn sempat ada penyangkalan2 dlm diriku atas skoliosis yg aku derita..
    Lembaran2 dalam buku ini benar2 memberikan suntikan semangat, biar nggak merasa jadi orang paling menderita, bahwa keadaan tak akan berubah bila kita tak berusaha..
    Nice quote di halaman 143… buku dan relawan, dua hal yg tak bisa dipisahkan dariku.. 🙂

    Jadiiii… kesimpulannya, saya suka semua bagian buku ini. Tapi wajib memilih ya? 🙂 jujur, hatiku tersentuh saat momen2 bersama bulik Pikoh. Beliau adlh sosok yg luar biasa..

    Terima kasih mbak yulia atas tulisannya yg inspiratif ini.. Sukses selalu!

    Reply
  • April 13, 2014 at 10:09 pm
    Permalink

    Aku mau ikutan giveaway juga yah mba Yulia 😀

    1. Saat itu seolah terlupa dengan semua kepercayaan diri yang pernah terkumpul, terlupa dengan kelebihan yang diberikan, terlupa dengan mimpi-mimpi dan rasa optimis.
    (Catatan Skolioser Pantang Padam, halaman 40)

    2. Tapi sayangnya, manusia memang terkadang terlalu riweuh pada satu kekurangan sehingga terlupa pada seribu kelebihan yang diberikan.
    (Catatan Skolioser Pantang Padam, halaman 83)

    3. “… Ia membuat pilihan untuk menaruh sebuah senyum di wajahnya dan berfokus pada apa yang bisa ia lakukan, bukan pada apa yang tidak bisa ia lakukan.”
    (Catatan Skolioser Pantang Padam, halaman 99)

    Hmm…, sebenarnya banyak part yang aku sukai di buku mba Yulia. Tapi quotes di tiga halaman di atas adalah beberapa yang paling aku sukai. Lalu kenapa aku menyukai tiga quotes tersebut? Ini alasanku 😀

    Ini tentang kekurangan vs kelebihan. Menjadi seorang skolioser merupakan salah satu kekurangan kah? Bisa iya bisa tidak menurutku, tinggal bagaimana kita menyikapinya 🙂 Kalau aku sih, mencoba untuk keep positive thinking and positive feeling, menjadi skolioser adalah kelebihan, ini salah satu nikmat dari Allah. Walaupun dulu aku sangat tidak pede dengan bentuk tubuhku yang ‘lain daripada yang lain ini’, namun seiring berjalannya waktu aku belajar untuk menerimanya dengan penerimaan yang seluas-luasnya 😀 Bukankah kita ini diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya oleh Allah SWT yah? (QS. At-Tin : 4)

    Kita hidup bersama kekurangan dan kelebihan. Sesuai quotes pertama dan kedua di atas, kebanyakan dari kita terlalu fokus, terlalu riweuh pada kekurangan yang kita miliki, lupa kalau kita juga dikaruniai kelebihan yang sempurna.

    “… dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. Al Israa’ ayat 70)

    “Engkau berpikir tentang dirimu sebagai seonggok materi semata, padahal di dalam dirimu tersimpan kekuatan tak terbatas.” (Ali bin Abi Thalib)

    Jadi, masihkah kita berfokus saja pada kekurangan kita? Yuk mindsetnya diubah dulu. Balikkan kekurangan menjadi kelebihan kita. Bahkan dalam sebuah twit disebutkan bahwa ketika kita bisa mengakui kekurangan kita, itu merupakan suatu kelebihan bagi kita. So, sekarang fokus saja pada kelebihan yang kita miliki, yang penting jangan berlebihan sehingga menjadikan kita sombong. 🙂

    Lalu disempurnakan lagi dengan quote terakhir, fokus pada apa yang bisa kita lakukan, bukan pada apa yang tidak bisa kita lakukan. Walaupun kita skolioser, masih banyak hal positif yang bisa kita lakukan untuk orang lain. Bahkan hanya dengan memberikan senyuman kepada saudara kita saja sudah dinilai sedekah kan yah? Sekarang siapa yang gak bisa senyum hayou? hehehe 🙂 Jadi, yuk kita lakukan hal-hal bermanfaat yang bisa kita lakukan mulai sekarang juga.

    Satu kelemahan, satu skoliosis, bukan menjadi batas kita untuk memberikan secercah semangat kepada orang lain. Tetap bermanfaat, apapun kondisi kita. Selagi kita bisa melakukannya, bisa menebar manfaat, kenapa tidak dilakukan sekarang juga? Karena di dalam diri kita masih tersimpan kekuatan yang tak terbatas. Iya bukan?

    Selamat melanjutkan mimpi-mimpi besar kita dengan penuh optimisme. Walaupun kita skolioser, kita boleh kok bermimpi yang besar. Jangan pernah meremehkan impian walau setinggi apapun, karena sungguh Tuhan Maha Mendengar.

    Semangat skolioser!!! 🙂 😉 😀

    Terimakasih mba Yulia untuk bukunya yang penuh inspirasi didalamnya. Salam sukses dunia akhirat!! 😉

    Maaf ya mba kalau panjang..hehehehe
    😉

    Reply
    • April 14, 2014 at 5:42 am
      Permalink

      Luar biasa sekali katamu, Dyah. Aku yg malah jd dikasi kekuatan pas bacanya. Trima kasih komentarnya 😀

      Reply
  • April 15, 2014 at 3:17 pm
    Permalink

    hehehe.. itu kicauan di malam hari mba.. detik-detik terakhir postingnya.. 😀
    Sama-sama mba 🙂

    Reply
  • April 23, 2014 at 8:31 am
    Permalink

    Maaf pertama-tama, Saya tidak akan memakai bahasa formal mungkin akan terkesan lebih akrab (padalah sih EYD dan SPOK-nya kurang whahah,maklum ya)

    Yang jelas ini buku tiap lembarnya udah bikin Ama nangis Bombay kayak nonton film India T_T, eh tapi waktu cerita ke penulisnya ternyata bilang pas nulis ini ketawa-ketawa. 

    Chapter “Skoliosis”, ini dia yang bikin Ama paling nangis, kenapa?, karena ini mewakili pengalaman dulu waktu galau whehehe. Dimulai dari rasa sakit (kyknya skolioser aja yang ngerti rasa sakitnya gmn), periksa ke dokter yang dianjurkan pake brace, ngebayangin si brace ini bakal jadi soulmate kita, sampe ngeliat orang tua yang sedih dan kita yang khawatir sama mereka.

    Selain itu bagian yang Ama suka BUKUNYA DITANDA TANGANIN sama penulisnya, kece bangetlah ditambah quote “Untuk Ama, mari terus melangkah mari terus berkarya”. Mungkin sama konten isi bukunya kurang nyambung tapi waktu buka pertama kali bukunya ada tulisan itu langsung senyum (serius), karena Ama ngerasa sesame skolioser itu WAJIB saling semangatin, kata-kata itu bikin aku semangat, nuhun teh Yulia .

    Ini buku udah keren bangetlah, buktinya bikin Ama nangis whahah. Masukan buat teh Yulia fotonya tolong di perjelas, biar keliatan cantiknya dan lebih eksis whehehe . Selain itu, mungkin dipaparkan lebih banyak pengalaman dukungan internal dan ekternal biar bisa keren gini kayak teh Yulia.
    Makasih udah ngundang ke blog ini ya, mohon maaf kalo ada salah-salah kata.

    “Dunia itu tempatmu berpetualang, tidak ada yang menghalangimu sekalipun itu kekurangan”

    (bolang ya,wheheh)

    Reply
    • April 23, 2014 at 8:40 am
      Permalink

      Waaa terima kasih Ama sudah baca dan kasih masukan. Haha nggak nyambung ya tulisan di ttd sama konten bukunya. Maksudnya teh “Mari sebagai skolioser kita sama2 berkarya.” Salah satunya misalnya berkarya lewat buku, tapi silakan skolioser berkarya dengan jalannya masing2 :)). Makasi ya 😀

      Reply
  • Pingback: Pengumuman Giveaway April | rumahijaubelokiri

  • July 12, 2014 at 1:19 pm
    Permalink

    Tanya donk…gimana yaa cara dapetin bukunya? masih adakah?

    Reply
    • July 14, 2014 at 7:57 am
      Permalink

      Masih kok. Cetakan ke-2 harganya Rp 38.000 belum termasuk ongkos kirim. Silakan kirim nama lengkap, alamat lengkap, & jumlah buku yg dipesan ke 081283781747. Terima kasih yaa

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *