Diet kantong plastik

wpid-img_20140531_081805.jpg
Bawa wadah & kantong sendiri untuk kurangi sampah

Ada dua jenis sampah yang paling banyak jumlahnya namun sulit sekali terurai, yaitu sampah plastik dan stereofoam. Dua jenis ini adalah sampah yang paling mendominasi di seantero tempat sampah. Mengingat tanggal 3 Juli nanti bertepatan dengan Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia, maka kali ini saya fokus pada sampah plastik dulu ya.

Kantung plastik atau biasa disebut kresek biasa digunakan untuk membungkus atau membawa barang, dan mudah dicari. Banyak pula yang menggunakan kantong plastik karena menganggap sifatnya yang sekali pakai buang atau disposable itu bikin hidup jadi lebih enak (halah). Alasannya ya karena nggak perlu repot-repot nenteng di tas, nggak perlu dicuci, habis pakai tinggal “plung” buang deh! Kantong plastik memang kerap digunakan sebagai pembungkus saat membeli makananan karena mudah ditenteng, sebagai kantong sampah, sebagai pembungkus pakaian atau payung basah, dan lain sebagainya.

Sayangnya, plastik baru bisa terurai setelah 100 tahun sementara stereofoam lebih lama lagi atau bahkan ada yang berkata bahwa sampah ini tidak bisa terurai. Sampah plastik yang dibuang sembarangan dapat menyumbat saluran air, menyebabkan banjir, dan merusak keindahan kota. Sampah plastik yang terbawa ke pesisir dapat nyangkut dan menutup akar mangrove sehingga bisa membuatnya tak bisa bernafas. Padahal mangrove penting sekali untuk mencegah abrasi pantai dan penahan dari gelombang tsunami. Sampah plastik yang hanyut dan terbawa ke lautan juga dapat menyebabkan biota seperti penyu mati tercekik. Penyu menganggap sampah plastik yang terapung di lautan adalah ubur-ubur, makanannya.

Lalu bagaimana caranya supaya kita ikut berperan menjaga lingkungan?

Hal kecil yang bisa dilakukan oleh setiap orang yaitu mengurangi sampah yang dihasilkan dari setiap kegiatannya. “Mengurangi” ini adalah hal pertama dari prinsip 4R, yaitu Reduce. “Mengurangi” dan berpikir dahulu sebelum sebuah benda kita gunakan dan lantas berubah menjadi sampah.

Caranya yaitu;

mengurangi penggunaan kantong plastik dengan membawa tas belanja sendiri,

Kebiasaan mengurangi sampah plastik ini mulai marak digalakkan di berbagai komunitas dan kegiatan ini dikenal sebagai “Diet Kantong Plastik”. Yup, “diet” berarti mengurangi. Ini sesuai dengan kenyataan bahwa kita memang belum bisa sepenuhnya benar-benar lepas dari plastik.

Diet kantong plastik ini akan jadi hal mudah jika sudah menjadi kebiasaan. Namun dapat juga menjadi sulit tanpa tekad dan niat yang kuat.

Lho kok bisa?

Ya, karena masih banyak yang menganut prinsip “sekali-pakai-buang” tadi. Berdasarkan pengalaman sendiri, banyak yang akan berkomentar dan menganggap membawa kantong belanja sendiri adalah hal aneh. Mulai dari teman-teman, keluarga, sampai penjual makanan itu sendiri. Tapi di situlah tantangannya. Tanpa menggurui atau demo besar-besaran sampai rusuh, cukup dengan membawa kantong belanja sendiri kita sudah ikut ambil bagian dari berkurangnya sampah di muka bumi dan juga turut menularkan kebiasaan tersebut pada orang terdekat. Siapa tahu ternyata teman kita sebenarnya sudah sejak lama mau melakukan kebiasaan ini, tapi karena sendirian ia jadi merasa malas. Nah, menyenangkan kalau ternyata dilakukan bersama-sama, bukan? Lagipula tidak semua penjual akan menganggap hal aneh kok, beberapa dari mereka sebenarnya juga sudah mengerti perilaku mengurangi sampah plastik ini sehingga merasa senang ketika ada konsumennya yang cinta lingkungan.

Dibanding dulu, sekarang juga sudah cukup mudah kok menemukan tas kain. Supermarket dan toko buku juga sudah mulai menjual tas kain. Namun kalau tak mau keluar uang, tentunya lebih hemat membawa tas kain sendiri, kan? Bahkan acara ibu-ibu pengajian pun sekarang menggunakan tas kain sebagai pembungkus makanan alih-alih kantong plastik, harganya pun tidak terlalu mahal karena dapat dibeli secara lusinan. Waah… ini bisa sekalian menularkan ke keluarga di rumah nih.

DSC_1317 tas kain
Tas kain utk sovenir pengajian

Atau bisa juga membeli di tas Bagoes yang diprakarsai oleh Greeneration ID di Bandung. Bahan dan desainnya sudah tidak diragukan lagi. Tas ini bisa dilipat menjadi kecil sehingga mudah dibawa dan bisa disangkutkan di tas utama kita.

wpid-2012-10-23-18.16.29.jpg
Tas Bagoes

wpid-2012-11-07-12.28.25.jpg

Kalau tas kain yang ini saya beli di sebuah toko, ukurannya yang besar dan juga dapat dilipat memungkinkan untuk dibawa dengan mudah saat berbelanja dalam jumlah banyak atau membawa barang berukuran cukup besar. Suatu hari saya pergi ke rumah sakit untuk mengambil brace yang selama tiga tahun kemarin digunakan. Bagian-bagian velcro-nya sudah mulai rengat dan lepas sehingga harus dibetulkan. Setelah kagum pada brace yang kembali cling dan seperti baru, saya memutuskan untuk menenteng brace saja dan tidak langsung mengenakannya hingga tiba di rumah. Bapak pembuat brace pun menyodorkan kantong plastik hitam besar. Saya tertawa dan menolak dengan halus sambil berkata bahwa saya sudah membawa kantong kain sendiri berukuran besar. Hihi nggak rela gitu brace kesayangan dibungkus pake kantong kresek :p.

wpid-20140218_192758.jpg

Pemerintah DKI Jakarta juga sudah membuat surat seruan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, yaitu sejak tanggal 28 Februari 2014 lalu. Surat tersebut ditujukan kepada Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), dan seluruh warga Provinsi DKI Jakarta. Baca beritanya di sini (atau salinannya di sini).

Nah, berikut sedikit tips untuk yang ingin memulai mengurangi penggunaan kantong plastik:

1. Sediakan selalu tas kain di tasmu. Karena biasanya lupa itu selalu mengintai di setiap belanja dan ini menjadi alasan utama untuk kembali menggunakan kantong plastik.

2. Abaikan jika ada yang mengejek mengenai penggunaan tas belanja. Untuk hal positif kenapa harus malu?

3. Mulai dari hal kecil. Mulailah dari kegiatan belanja kecil misalnya membeli makan siang di sekolah, kampus, atau kantor. Terlihat sepele, tapi kalau sudah dilakukan setiap membeli makan siang (misalnya) dalam 1 minggu saja maka kita sudah mengurangi 6 bungkus sampah plastik. Kalau tas belanjamu cukup besar dan cukup untuk belanja makan siang bertiga sama temanmu maka sudah 18 sampah plastik yang berhasil dikurangi dalam waktu satu minggu. Bagaimana kalau sebulan? Setahun? Waah banyak sekali sampah plastik yang bisa kita kurangi dari tumpukan sampah.

Cek juga mengenai kegiatan #DietKantongPlastik di sini.

Yuk diet kantong plastik mulai sekarang juga!

image

 

10 comments Add yours
  1. kalau di KL sekarang tiap hari Sabtu no plastic day, kalau belanja mau pakai plastik harus bayar :p. Lumayan kira – kira 1000 per kantong. Jadinya sekarang kemana – kemana kita bawa keranjang belanja yang didorong itu hehe

  2. Buat emak2 yg belanja di tukang sayur, siapin baskom aja dari dlm rumah, jadi ga perlu plastik lagi dari abangnya, terutama klo yg dibeli ayam atau ikan, masuk k rumah tinggal d cuci bersih deh ikannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *