Masuk trisemester ke-2

Masuk di bulan Juli ini sesungguhnya berarti saya masuk pada pergantian usia dan sekaligus juga pergantian usia kandungan menjadi 4 bulan. Setelah melewati masa-masa trisemester pertama yaitu bulan ke-1 sampai ke-3 yang sempat bikin saya kleyengan dan kerjanya di kantor cuma bolak-balik ke toilet buat muntah sampai sore, bahkan nggak nafsu makan nasi padang (bayangkan, seorang saya yang favorit makan nasi padang dari TK sampai bisa nggak nafsu makan rendang!), akhirnya saya memasuki minggu ke 16 alias bulan ke-4 alias trisemester ke-2.

Waktu minggu ke-7 di mana mual-mual begitu hebatnya sampai satu potong biskuit pun dimuntahkan, satu-satunya yang bisa masuk ke perut saat itu hanyalah roti tawar yang dibakar di atas teflon. Roti tawar tok! Tanpa mesis, gula, atau selai. Daripada tak ada yang masuk ke perut jadi ya sudahlah. Lalu setiap beberapa malam sekali ibu merebus jahe yang kemudian airnya saya minum. Kabarnya ini bisa mengurangi rasa mual. Dan memang benar. Rasa mual sedikit menghilang. Namun kemudian ada juga yang bilang bahwa jahe keras dan tidak baik untuk janin. Jadilah saya berhenti meminumnya.

Diyakini bahwa pada bulan ke-4 inilah ruh ditiupkan ke janin, maka kami pun bersiap mengadakan pengajian empat bulanan. Sama seperti kakak waktu itu, pengajian empat bulanan saya juga jatuh di bulan Ramadhan. Undangan pengajian pada 12 Juli 2014 itu sesungguhnya tidak terlalu banyak, tapi berhubung kami tergolong keluarga besar sekali jadi yang datang tetap saja buanyaak hehe semoga berkah ya buat yang mendoakan saya. Aamiin.

Tapi kali ini saya keliling dan salaman sama ibu-ibu nggak pake nangis kok kaya pengajian H-1 pernikahan waktu itu. Kali ini saya cengar-cengir senang malahan menanggapi para ibu yang sesekali mengusap perut saya. Paling hanya sedikit mencelos saja waktu melirik tempat kosong di mana setahun lalu saat pengajian pernikahan saya memeluk alm. Bulik Pikoh sambil nangis-nangis. Hey, i know you stare at me and the baby from heaven!

Perutnya udah keliatan bloom?
Perutnya udah keliatan bloom?

Dua hari sebelum pengajian kami kontrol lagi ke dokter kandungan, berharap bisa mengetahui jenis kelamin si dede bayi. Eh ternyata masih malu-malu nih, posisinya jungkir balik pula jadi plasentanya di bawah dan nggak kelihatan sama sekali. Nggak pa-pa deh :p.

wpid-img_20140726_113030.jpg

 

Hal yang sempat menjadi pikiran adalah ucapan dokter yang katanya bilang tidak merekomendasikan saya melahirkan di RS tersebut karena riwayat MVP saya, soalnya di sana nggak ada dokter jantungnya. Huaaa… padahal RS bersalin itu sudah cukup bagus dan dekat dari rumah. Waktu saya bilang dokter jantung di Harapan Kita sudah bilang MVP saya clear dan aman untuk hamil, ia tetap tidak mau ambil resiko dan menyarankan saya pindah RS. Dan kami pun sibuk pilih-pilih RS bersalin lain yang harganya terjangkau tapi tetap tersedia dokter jantung sekedar berjaga-jaga. Doakan semoga lancar yaa..

Sampai ketika menulis ini berarti usia kehamilan sudah minggu ke-19 (Huoooo.. cepat yaa :O) dan itu berarti bulan depan saya siap kontrol lagi di RS lain yang jadi alternatif. Syukurnya trisemester ke-2 ini nafsu makan saya mulai meningkat lagi karena mual-mual sudah berkurang. Puasa ramadhan kali ini pun bolong-bolong banyak tapi semoga tidak mengurangi keberkahannya. Aamiin. Trus mentang-mentang udah Idul Fitri di mana semuanya ramai-ramai memasak rendang maka makanlah saya dengan lahapnya (di rumah mana aja) hingga sekarang radang tenggorokan, sodara-sodara! Kebanyakan pedas kayanya ini -_-.

Daaan di bulan ke-4 ini juga keluhan gatal-gatal di leher saya kembali dataaang! Kulit saya memang sensitif huhu tapi terakhir lehernya gatal-gatal kaya gini kayanya pas kuliah. Sekarang sampai lecet-lecet karena digaruk terus. Ihiks… ini kalo ada yang lihat saya lagi garuk-garuk pasti dikiranya saya nggak mandi sebulan. Nggak tahu sih gatal-gatal ini ada hubungannya sama hamil atau nggak tapi mungkin hormon meningkat dan saya juga jadi cenderung kepanasan hingga memicu alergi di leher. Berhubung katanya nggak boleh sembarangan minum obat atau diolesi salep karena khawatir berbahaya untuk janin jadilah saya cuma pake bedak bayi and it doesn’t work! 

Tapi yang paling menyenangkan di bulan ini adalah gerakan bayi yang katanya mulai atraktif! Ada yang bilang sih masih halus dan cenderung nggak berasa gitu, tapi entah karena saya yang kurus atau kulit yang tipis jadi ya berasa aja kalo mulai bergerak. Kayanya dia ngulet baru bangun tidur atau colek-colek ajak main. Trus saya cuma bisa takjub ngeliat perut saya yang gede begini (apalagi kalo habis makan), hihi nggak nyangka :p.

Ah ya, satu hal lagi yaitu saya harus (terpaksa) tidak boleh terlalu lama atau terlalu sering menggendong Daffa, ponakan saya itu. Kalaupun gendong harus di samping dan bukannya di depan. Daffa sudah diberi tahu akan adanya adik di dalam perut saya, terkadang ia yang baru 1,5 tahun itu menubruk saya dari depan dan berusaha mencium perut saya hihi tapi entah karena iri atau apa ia juga jadi sering meminta gendong sama saya. Seringkali melihat matanya saya nggak sanggup menolak haha maka jadilah saya melakukan apa yang alm. Bulik Pikoh lakukan 23 tahun lalu waktu saya meminta gendong padanya sementara ia sedang mengandung Ica. Dan saya meniru ucapannya yang masih saya ingat hingga sekarang, “Gendongnya di samping aja ya, kan ada dede bayi di perut.”

wpid-img_20140729_130930.jpg
19 minggu!

And i’m telling you one thing: Ada masanya di mana orang-orang sibuk bertanya “Kapan lulus?”, “Kapan nikah?”, dan bahkan setelah nikah sampai BERANI-BERANInya bilang

“Kok belum hamil juga siih?”, atau

“Belum hamil? Kenapa?”,

yang kemudian akan dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan lain yang sesungguhnya tidak perlu ditanyakan atau diungkapkan. Nah, bahkan ketika sudah sampai masa hamil mereka akan terus bertanya lagi:

“Kok nggak keliatan sih perutnya??”, 

“Emang nggak pa-pa ibunya masih kurus begini? Masa cuma naik 2 kilo sih?”

“Kok kecil banget sih perutnya?”

daaan lain sebagainya. Fiuuh… kalo diikutin dan dipikirin bakalan capek. Apalagi dokter kandungan nggak pernah mempermasalahkan berat badan saya yang masih underweight. Berat saya sudah naik kira-kira 2.5 kilo dan mengingat ini masih 4 bulan ya wajar-wajar saja. Ia selalu berkata Alhamdulillah bayi saya sehat and that’s enough. Bahkan di minggu ke-16 katanya beratnya berlebih dan seperti sudah minggu ke-17 saja.

People will always talking, and all you have to do is just keep walking..

On Id Fitri 1435 H
On Id Fitri 1435 H

Selamat hari raya Idul Fitri 1435 H ya. Semoga Allah menerima ibadah puasa kita semua, dan memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang menang. Juga mempertemukan kita dengan ramadhan selanjutnya. Aamiin.

Have a nice end of July! And i’ll turn to new age tomorrow with the baby! Insya Allah. Aamiin.

IMG_20140729_233824

0 thoughts on “Masuk trisemester ke-2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *