Pengamatan burung, untuk apa?

Dengan luas negara dan kekayaan alam yang terbilang sangat besar, Indonesia memiliki keanekaragaman satwa yang juga sangat banyak. Beberapa satwa bahkan tidak ditemukan di negara lain atau dengan kata lain merupakan satwa endemik (asli) Indonesia.

Begitu juga dengan keanekaragaman burung di negeri ini. Bayangkan saja, ada lebih dari 1.000 jenis burung yang tersebar di seluruh nusantara. Indonesia bahkan menduduki peringkat ke-4 sebagai negara dengan spesies burung terbanyak, setelah Kolombia, Peru, dan Brazil.

Tapi ada berapa jenis burung yang kita (sebagai warga negara Indonesia) ketahui dan perduli?

Birdwatching sebagai kegiatan outdoor

Dengan kekayaan alam dan panorama yang indah, pariwisata negeri ini meningkat pesat. Semua orang secara tiba-tiba menggilai traveling dan menyukai kegiatan outdoor.

Tapi tahukah kamu bahwa mengamati burung (birdwatching) juga termasuk ke dalam salah satu outdoor activity?

Oh ya, birdwatching ini bukan mengamati burung di sangkar seperti yang dilakukan banyak orang ya. Tapi mengamati burung langsung di alam, melihat cara mereka terbang, mencari makan, bahkan membuat sarang!

Screenshot_2017-05-14-13-41-04_1

Siluet monokuler
Siluet monokuler

Mengapa harus mengamati burung?

Apa pentingnya melakukan pengamatan burung atau birdwatching yang termasuk ke dalam salah satu kegiatan di luar ruangan (outdoor) ini?

Sekitar tahun 2009 lalu saat sedang aktif-aktifnya berada dalam lingkup relawan komunitas mangrove, saya pernah ditertawakan seorang kawan yang membaca poster kegiatan yang saya bagikan di sosial media. Saat itu kegiatannya adalah berupa penghitungan burung air yang biasanya dilakukan di bulan Januari. Burung air atau waterbird bisa ditemukan di area lahan basah seperti area mangrove dan pesisir.

Kawan saya, yang ternyata bukan satu-satunya yang menertawakan, beranggapan bahwa “melakukan penghitungan pada burung” bukanlah sebuah kegiatan yang jamak untuk dilakukan dan terkesan aneh. Hal yang hampir serupa pun pernah terjadi saat melakukan pengamatan raptor migrasi di Bukit Paralayang tahun 2010 lalu.

Saya sendiri pun bukan berlatar belakang biologi atau kehutanan dan semacamnya, sehingga berbeda dengan kawan-kawan lain yang memang “sudah berada di jalurnya” dan bertemu kawan dengan minat serupa, saya sendiri cenderung sering sekali bertemu dengan masyarakat yang tidak mau tahu tentang apa yang terjadi dengan lingkungan. Sabodo teuing istilah Sundanya (meski bukan orang Sunda).

Dan di sinilah tantangannya, yaitu tidak menghakimi mereka yang apatis terhadap kegiatan, yang padahal jika mereka mau menilik lebih jauh sedikit saja, maka mereka akan menemukan sendiri manfaat dari mengenal lingkungan hidup dan biodiversitas, salah satunya dengan pengamatan burung ini.

Sebagai salah satu pendukung ekosistem, burung dapat menjadi sebuah indikator baik atau tidaknya sebuah lingkungan. Burung dengan spesies tertentu yang menyukai air bersih lama kelamaan akan menyingkir dan tak lagi ditemukan ketika sebuah tempat sudah tercemar. Lalu kalau sudah begitu siapa lagi yang teriak-teriak protes kalau bukan manusia? (meski dirinya sendiri pun turut ambil bagian dari proses pencemaran tersebut).

Burung juga membantu mengendalikan serangga hama, sebagai sumber pendidikan dan penelitian.

Burung-burung air

Burung air di mangrove Muara Angke
Burung air di mangrove Muara Angke

Burung turut berperan dalam penyebaran biji dan bibit tanaman. Buah lezat yang dimakan hari ini siapa tahu juga karena peran burung yang membantu penyerbukan.

Sampai di sini masih mau bilang bahwa keberadaan burung layak diabaikan?

Bahkan dalam agama Islam, ada ayat yang menerangkan mengenai burung-burung yang terbang di udara. Ini tertuang dalam Al Quran surat Al Mulk ayat 19:

“Dan apakah mereka tidak memerhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat Segala Sesuatu.”

 Burung air

^^^^^^^^^

Birdwatching, untuk apa?

Lalu apa pentingnya mengamati burung? (Setidaknya menurut kacamata saya):

  • Pengamatan burung bermanfaat mengenalkan masyarakat untuk lebih dekat dengan lingkungan. Dan setidaknya mencoba menghadirkan bahwa burung memang diciptakan untuk terbang bebas dan bukannya berada di dalam sangkar.
Sarang di pulau Rambut
Sarang di pulau Rambut

Tidak harus dilakukan oleh orang berlatar belakang biologi, kehutanan, seorang ilmuwan, atau dokter hewan, pengamatan burung bisa dilakukan oleh siapa saja termasuk juga masyarakat awam. Dalam hal ini setiap masyarakat berperan mengenal lebih dekat mengenai keanekaragaman hayati yang ada di kotanya dan diharapkan ikut mencintai dan menjaga lingkungan. Masyarakat tersebut bisa digolongkan ke dalam citizen scientist dan ini bisa dimulai dari lingkungan terdekat atau sekitar rumah sendiri.

Maka, citizen scientist turut serta menambah keberadaan peran dan manfaat dari sebuah ruang terbuka hijau. Buat yang tinggal di kota besar dengan polusi ampun-ampunan ini penting banget. Geregetan ruang terbuka hijau yang harusnya 30% cuma tersedia 9% aja, kan?!

wpid-p_20141011_083252_hdr.jpg

  • Menambah wawasan dan menambah jejaring.

Dalam beberapa kali kegiatan, saya menjadi orang yang dengan nekad dan pede-nya datang sendiri tanpa kenal dengan siapa-siapa di kegiatan. Ini sih dulu sebenarnya bukan saya banget yang selalu deg-degan berada di lingkungan baru hehe.

Tapi selain menjadi tantangan tersendiri bagi diri saya pribadi, berkenalan dan bertemu dengan kawan lain dengan minat yang sama malah mendatangkan semacam euforia menyenangkan tanpa terbatas segala perbedaan. Termasuk juga perbedaan bahwa saya bukan berlatar belakang biologi atau kehutanan yang banyak dianut sebagian besar para peserta. Ditambah lagi bagi sebagian orang, program studi ilmu perpustakaan atau profesi pustakawan memang masih belum banyak terdengar.

Saya ingat betul seorang kawan pernah enggan mengikuti sebuah kegiatan jalan-jalan karena katanya usia para peserta itu berada di bawahnya beberapa tahun. Ia merasa minder dan tak layak masuk golongan tersebut. Hal berbeda justru saya temui di beberapa komunitas dan kegiatan luar ruang termasuk birdwatching ini. Dulu, Mbak Ghali yang sudah memiliki dua anak usia SD dan SMP senantiasa selalu mengikuti kegiatan dan bergantian mengajak mereka ikut serta di tengah kami yang saat itu rata-rata masih kuliah atau baru lulus kuliah. Saya juga ingat saat survey ke hutan kota UI beberapa tahun lalu dengan cerita di sini, ada ibu yang turut mengajak dua anaknya dan bahkan orangtuanya yang sudah cukup sepuh.

Maka dengan pede-nya, pengamatan minggu lalu saya ngucluk saja sendirian dan yakin jadi satu-satunya peserta yang sedang dalam kondisi hamil di tengah para mahasiswa tersebut hihi.

  • Melatih kepekaan panca indra

Waktu pertama kalinya bertemu dengan Boas dan Khaleb, saya melongo menyaksikan kemampuan mereka yang mampu mengidentifikasi burung air hanya dengan sekilas melihat cara terbangnya atau hanya sekilas mendengar suaranya. Sementara dengan binokuler saja, saya tak mampu membedakan kaladi tilik atau kaladi ulam. Pokoknya kaladi. Titik.

Duo birder kakak beradik itu memang sudah malang melintang di dunia perburungan dan kerap berburu foto atau menjadi guide para bule-bule ke berbagai daerah. Jadi seharusnya sudah tidak heran lagi ya. Tapi saya tetap takjub haha.

Maka intinya perbanyaklah jam terbang!

Karena tentu tidak bisa seperti mereka yang sekejap berada di TNGP lalu esok sudah pindah lagi ke pantai Trisik untuk melakukan pengamatan burung pantai, setidaknya saya tetap bisa berlatih dengan suara cabai jawa atau cucak kutilang yang ramai di halaman belakang rumah. Juga berlatih membedakan burung madu kelapa dan burung madu sriganti.

Foto: kamera Desi Ayu (Eci)
Foto: kamera Desi Ayu (Eci)
  • Membuat tubuh menjadi sehat.

Pengamatan yang meliputi unsur berjalan kaki, tentunya berdampak baik bagi kesehatan tubuh. Olahraga ini adalah jenis yang paling mudah dilakukan dan memiliki banyak manfaat kesehatan seperti misalnya menghilangkan penyakit sendi dan nyeri punggung, memperkuat otot, sendi, dan tulang, menurunkan stress, meningkatkan kualitas tidur, serta menghindari resiko obesitas. Apalagi ditambah dengan berjalan kaki di ruang terbuka hijau atau forest-bathing di hutan. (Btw, ini dengan catatan pengamatannya nggak sambil ngerokok ya heu).

“The fact that all over the world people keep pets, cultivate gardens, maintain aquariums, go birdwatching, enjoy nature videos, and take vacations in places of natural beauty, reminds us of another suite of values of biodiversity: those that give us peace and contentment.” (Beattie, Andrew; Ehrlich, Paul R. 2004; p. 8)

DSC_1250

Apa saja yang dibutuhkan untuk birdwatching?

Berikut adalah beberapa hal yang diperlukan untuk melakukan kegiatan birdwatching atau pengamatan burung:

1. Buku panduan. Bisa berbentuk buku saku atau lembaran-lembaran yang sudah dilaminating supaya lebih mudah dibawa. Pilih dalam bentuk tercetak ataupun digital (kalau sudah ada), tentu masing-masing punya kelebihan dan kekurangan masing-masing ya. Buku panduan ini berfungsi untuk mencocokan hasil temuan yang kita lihat dengan individu yang memang sudah tercatat sebelumnya.

Kaysan, 2014
Melihat buku panduan, 2014

DSCN3450

2. Alat tulis dan kertas untuk catatan lapangan. Hal yang dicatat biasanya spesies, jumlah, dan waktu pada saat burung terlihat atau suaranya terdengar.

3. Alat bantu seperti binokuler, monokuler

Karena keberadaan burung tidak selalu dekat dengan mata kita, maka dibutuhkan teropong untuk melihat lebih jelas sehingga membantu dalam identifikasi.

wpid-p_20141011_083515_hdr.jpg

4. Kamera untuk dokumentasi

Ini tidak wajib, tapi akan lebih baik kalau ada. Biasanya sebagai bukti rekod burung yang terlihat.

P_20170415_140605

5. Menggunakan topi maupun pakaian lapangan. Ini maksudnya sih supaya tidak menyulitkan pergerakan saat misalnya masuk-masuk hutan, atau supaya tidak gosong saat berada di puncak bukit. Akan lebih baik jika mengenakan pakaian warna gelap atau serupa dengan pepohonan dan lingkungan sekitar selama pengamatan. Namun intinya kenakan pakaian yang nyaman.

6. Botol minum. Banyak minum air terutama saat cuaca panas agar tidak dehidrasi.

DSCN3131

Bacaan tambahan

Nah, sudah siap birdwatching? Atau mau baca lebih banyak lagi tambahan referensi supaya makin cihuy jadi citizen scientist-nya? Sebagai sesama amatir, ini beberapa cerita terkait kegiatan birdwatching yang ada di blog saya:

Silakan perbanyak referensi dan cuci mata juga dengan berkunjung ke sini:

Oh ya, kalau ini blog Kaysan, birdwatcher cilik yang tempo hari saya sebutkan bertemu di Taman Tebet.

Mumpung masih hangat di bulan Oktober, bulan di mana para pengembara dari belahan bumi sana bermigrasi beramai-ramai menuju negeri sini untuk menghangatkan tubuhnya. Iya, burung-burung tersebut bermigrasi melintasi samudera dan benua yang demikian luasnya.

(Ini saya ulangi lagi dari tulisan sebelumnya). Seperti dikatakan Colin Biby (2002) bahwa pengamat burung yang memiliki pengetahuan dan perduli terhadap biodiversitas memiliki peran yang sangat penting untuk mempromosikan pentingnya konservasi bagi burung dan lingkungannya.

“The people who enjoy birds and who see their population declines are very well placed as a social and political force to promote concern for conservation, not just of birds but of the environments on which they depend. A new awareness will need to be based on a new ethic that gives greater value to the natural environment and to the fair sharing of its costs and benefits. But it will also need to be based on the application of political and economic argument at all levels of society where environmental decisions are made. Birdwatchers who know and care about biodiversity have a powerful role to play.

Maka yuk kenali lebih dekat burung-burung di sekitar kita. Mari pengamatan!

Bukit Paralayang, 2010
Bukit Paralayang, 2010
Taman Tebet, 2014
Taman Tebet, 2014

**

Salam dari saya yang sedang rindu dengan mangrove Angke dan mendambakan pengamatan burung pantai di Trisik…

Mangrove di hati :)
Mangrove di hati 🙂

*tulisan direvisi kembali pada 14 Mei 2017

0 thoughts on “Pengamatan burung, untuk apa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *