8 tips babymoon: traveling saat hamil

wpid-img1410182627802.jpg
21 minggu!

Bagi ibu hamil, usia kandungan pada tri semester ke-2 atau menginjak usia 4-5-6 bulan kabarnya adalah waktu terbaik jika calon ibu dan calon ayah ingin melakukan perjalanan mirip honeymoon, atau istilahnya, babymoon. Atau mungkin juga untuk kembali melakukan kegiatan outdoor ringan seperti sebelumnya.

Ini dikarenakan pada usia kandungan tersebut ibu hamil biasanya sudah mulai beradaptasi dengan fase perubahan yang terjadi pada tubuhnya dan rasa mual yang biasanya muncul di trisemester pertama mulai menghilang. Traveling di trisemester pertama juga sebaiknya dihindari karena janin yang masih rentan, sementara traveling di trisemester ke-3 jarang atau bahkan juga dihindari untuk dilakukan karena beban yang semakin bertambah, kaki yang semakin bengkak, dan tentunya mulai timbul kontraksi sehingga perjalanan jauh tidak nyaman dan aman untuk dilakukan.

Namun perlu diingat, meski perjalanan di trisemester ke-2 bisa dilakukan, ini tentu tidak sama berlakunya bagi semua ibu hamil. Jadi jangan lupa konsultasikan dengan dokter ya.

Berikut sharing tips berdasarkan pengalaman sendiri bagi bumil lain yang juga ingin melakukan perjalanan atau kegiatan:

1. Ingat kondisi tubuh. Jangan memilih lokasi yang terlalu jauh atau sulit dijangkau.

Naik perahu kayu yang penuh guncangan? Ikut rombongan naik gunung? Well, semua memang tergantung kondisi ibu dan bayi dalam kandungan yang notabene memang berbeda-beda satu dan yang lainnya. Ada yang bahkan naik motor pun dilarang karena timbul flek, tapi ada juga yang oke-oke saja mengendarai motor. Tapi kalau babymoon dengan sengaja melakukan kegiatan dan di tempat ekstrim, lebih baik hindari dulu yaaa…

2. Berapa hari kegiatan tersebut? Apakah memakan waktu lebih dari 1 hari atau hanya kegiatan harian?

Pertimbangkan budget, jarak, waktu tempuh, dan transportasi yang digunakan. Budget berkaitan dengan kebutuhan nanti saat melahirkan (dan setelah dede lahir) yang pastinya tidak sedikit dan penting untuk berjaga-jaga. Jadi jangan sampai terkesan menghamburkan dana untuk traveling sementara tabungan untuk melahirkan menipis yaa. Kecuali kamu milyader ya silakan aja kalo mau babymoon ke Longdon hehe.

Jarak, waktu tempuh, dan transportasi tentunya juga berkaitan dengan kondisi ibu hamil. Jangan sampai terlalu lelah. Transportasi udara pun melarang ibu hamil dengan usia kandungan tertentu untuk tidak bepergian dengan pesawat.

Pertimbangkan juga waktu keberangkatan misalnya ketika menempuh jalur darat dan berjumpa dengan fase kemacetan. Ketahui juga jalur buka tutup di beberapa daerah.

Berdasarkan pengalaman, kami melenceng jauh dari rencana keberangkatan saat akan menuju Cipanas, Jawa Barat. Rencana berangkat pukul 5 pagi berubah menjadi pukul 06.30 dari Jakarta. Walhasil saat keluar tol, hanya beberapa meter lagi mobil kami terkena jalur buka-tutup. Padahal polisi yang berjaga pun dengan mudahnya terlihat dari tempat kami. Mulai dari depan sana hingga mobil kami hanya sekitar jarak 10 buah mobil. Duh, seandainya berangkat lebih cepat sedikiit saja maka kami bisa lolos dari antrian dan tak harus menunggu hingga kurang lebih satu jam di jalan sampai sempat minum kopi dan makan rujak dulu.

wpid-img_20140906_090054.jpg
Antri jalur buka-tutup sama ponakan

3. Jika menginap, pastikan fasilitasnya ramah dan lengkap untuk ibu hamil.

Jika memesan penginapan secara online tanyakan dulu pada resepsionis apakah hotel menyediakan lift?

Pengalaman saat ke Bandung kemarin kami lupa menanyakan hal tersebut. Di benak saya sendiri sih kalau judulnya “hotel” maka cakupannya lebih besar sehingga tentu memiliki lift, beda dengan wisma atau losmen. Setidaknya itu berdasarkan pemikiran saya lho ya. Nyatanya hotel yang saya datangi waktu ke Bandung kemarin tidak. Apalagi ketika tidak bisa mengajukan pindah lantai kamar karena semua katanya full-booked. Kalau dalam situasi biasa sih saya senang-senang saja sekalian olahraga, tapi kalau sama dede gempor juga naik turun tangga ke dan dari lantai 3!

4. Bawa peralatan perang:

  • Baju ekstra. Mengingat seringkali ibu hamil (termasuk saya) cenderung cepat merasa kepanasan dan kegerahan. Jadi membawa baju ekstra itu sangat membantu supaya kulit tidak cepat kepanasan dan menimbulkan gatal-gatal karena biang keringat.
  • Hormon yang meningkat kabarnya memicu lebih banyak keputihan, sehingga pastikan membawa pakaian dalam ekstra atau menggunakan pantyliner supaya tidak mudah lembab dan nyaman. Jangankan traveling, bahkan untuk jarak dalam kota saja hal ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman jika alat perang itu lupa dibawa bumil. Bagi yang muslim hal ini penting juga untuk menjaga kesucian saat shalat. Janin yang semakin besar dan menekan kandung kemih menyebabkan tubuh kita jadi lebih sering berkemih, kan? Nah, berdasarkan pengalaman pribadi dan kawan lain, kondisi ini menyebabkan bumil bisa mudah dan tanpa sengaja “ngompol” hanya karena batuk atau bersin, meskipun hanya sedikit. Sementara saat shalat harus bersih, kan?
  • Bantal. Bantal dibutuhkan untuk menyandarkan punggung saat bepergian dengan mobil terutama saat menempuh jarak jauh. Atau ada juga yang menggunakan bantal kecil sebagai alas duduk di motor. Saran saya meski naik mobil yang notabene bisa muat bantal lebih besar, tapi usahakan jangan bawa yang terlalu besar yaaa. Malah nyempit-nyempitin dan bikin duduk jadi nggak nyaman.

5. Gunakan alas kaki yang nyaman

wpid-img_20140823_101706.jpg

Saat hamil dan menginjak usia kandungan ke-5 dan seterusnya, anggota tubuh yaitu kaki cenderung bengkak karena membawa beban yang lebih berat dari biasanya. Alas kaki yang awalnya pas pun bisa menjadi sangat sempit karena kaki ibu hamil membesar sehingga malah membuat tambah bengkak atau tidak nyaman. Nyaman dengan sandal gunung atau sepatu? Silakan saja asalkan tidak licin dan tidak pas agar ketika kaki membengkak, alas kaki tersebut masih cukup nyaman digunakan.

wpid-img_20141011_222715.jpg

6. Minum air putih yang banyak

Kebutuhan cairan tentu meningkat seiring dengan dibutuhkannya ketuban yang cukup untuk bayi. Pastikan cairan yang masuk tetap banyak saat traveling, terutama ketika suhu udara meningkat.

7. Jangan memaksakan diri

Entah bepergian babymoon dengan suami atau bersama rombongan lain, ingatlah selalu untuk tidak memaksakan diri. Katakan yang sebenarnya jika sudah merasa lelah atau tidak bisa melanjutkan perjalanan/kegiatan. Tidak ada kejar target di sini, kan? Hal terpenting adalah ibu dan bayi merasa nyaman melakukan perjalanan atau kegiatan.

8. Baca doa dan nikmati perjalanan!

Jangan lupa berdoa supaya seluruh perjalanan atau kegiatan berjalan lancar, ibu dan bayi sehat. Aamiin. Pengalaman ini akan menjadi sebuah cerita berharga nantinya ketika sang bayi sudah lahir ke dunia πŸ˜‰

Perlu diingat bahwa semua hal di atas bersifat sharing dan tidak mutlak. Juga (semoga) nggak termasuk sok tahu mengingat ini kehamilan pertama huehehehe.

Happy traveling!

wpid-img_20140824_114758.jpg
Bandung, 21 minggu
DSC_1979
Cipanas, 23 minggu
Birdwatching di Hutan Kota Tebet, 27 minggu
Birdwatching di Hutan Kota Tebet, 27 minggu

*Salam dari saya yang mulai merasakan kontraksi palsu.

0 thoughts on “8 tips babymoon: traveling saat hamil

  • December 3, 2014 at 10:33 pm
    Permalink

    Trimester kedua juga waktu yang aman utk perawatan gigi.. *lho kok OOT*..
    Ttg aktivitas fisik, pas trimester ketiga memang hrs hati2.. Sehat terus yaa.. πŸ˜‰

    Reply
    • December 4, 2014 at 10:09 pm
      Permalink

      Aaaak maunya sih periksa gigi, tapi bunyi ngiiing ngiingnya itu :((. Siiips prenatal yoga yg gerakannya aman2 aja :p. Makasi doanya πŸ˜€

      Reply
  • December 4, 2014 at 12:12 am
    Permalink

    bumil tetap harus melakukan aktifitas fisik, termasuk rekreasi karena banyak pemandangan dan udara yang baik serta gerak fisik.

    Reply
  • August 1, 2015 at 8:41 pm
    Permalink

    gak kecapekan mbak travelling saat hamil gitu..

    Reply
    • August 1, 2015 at 8:56 pm
      Permalink

      Selama kondisi bayi dan ibu sehat serta nggak dehidrasi, traveling malah bikin senang karena gerak terus biar persalinan lancar. Saya sih kalo tidur mulu malah pusing dan sumpek hehe

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *