Mendekati waktunya

Saya tersadar pada kenyataan bahwa selama 38 minggu ini dede menjadi bagian tak terpisahkan tidak hanya dari diri namun juga tubuh saya. Ia ikut ke mana saja saya pergi; jalan kaki, naik kopaja, tidur di kopaja, naik jembatan penyeberangan, bahkan hujan-hujanan.

image

Hampir setiap saat saya juga bisa merasakan gerakannya. Lalu saya terhenyak pada kenyataan sebentar lagi kehamilan berakhir dan ia akan berada di dunia. Kami insya Allah akan segera melihatnya, menyentuhnya, dan juga bertanggung jawab penuh atas dirinya.

Ah, Nak. Tak hanya kau yang akan tumbuh dan belajar. Tapi juga kami. Yang akan terus tumbuh dan belajar setiap detiknya.

image
Persiapan ke RS

Hari perkiraan saya melahirkan adalah 21 Desember, yang bisa saja berubah maju atau mundur. Kepala perpustakaan menyarankan saya untuk cuti seminggu sebelum tanggal tersebut saja, supaya lebih banyak jatah waktu sesudah melahirkan. Tapi saya menolak dan mengajukan cuti 2 minggu sebelum Hari Perkiraan Lahir (HPL) karena ingin menghindari polusi jalan raya.

Tepat di hari terakhir menjelang cuti, pekerjaan rupanya menumpuk dengan pesat. Supaya lega dan tak ada hutang, hari itu saya kejar semuanya. Eh, di sore hari dapat kejutan yaitu dijemput Abang ke kantor :p. Ia bisa pulang lebih awal karena baru saja pulang dinas.

Maka sejak tanggal 8 Desember kemarin saya resmi cuti. Dan kerjaan di rumah adalah mencicil cucian baju bayi, mainan sama Daffa, PR jalan pagi, latihan relaksasi, jongkok-jongkok, dan prenatal yoga. Hal yang selama ini saya tunggu yaitu bisa puas menatap awan dan matahari bersama dede.

image

13 Desember 2014

“Kemarin dokter jantung sudah bilang kalau tak masalah persalinan normal. Nah, kalau sudah mules-mules tiap 30 menit sekali dan terus-terusan, langsung ke RS ya. Tapi kalau dalam minggu-minggu ini belum lahir berarti Sabtu depan masih kontrol lagi ke saya.” Begitu ucap sang dokter mengakhiri konsultasi kami.

Saat ini kontrol kandungan sudah berlangsung rutin seminggu 1x. Berat saya sepertinya sudah stuck di 47 dan berat dede Alhamdulillah sudah lewat dari batas minimal 2.5 kg, yaitu saat ini 2.8 kg.

Demi menghemat pengeluaran, menjelang persalinan ini kami meminimalisir print hasil USG (soalnya harganya lumayan) dan mengingat saya masih sanggup maka kami menghindari PP dengan taxi dan tetap menempuh ke RS dengan naik transportasi umum hehe. Mumpung hari Sabtu kondisi angkutan tak padat seperti biasanya sehingga lumayan ramah untuk ibu hamil. Semoga sih nggak pada ngilu ya liat saya :p

image

Kontraksi yang dokter maksud hampir saja terjadi malam sebelumnya. Saya cukup panik dan tahan nafas karena sebelumnya rasa nyeri seperti itu belum pernah terjadi. Kami pikir itu saatnya pergi ke RS. Namun 10 menit kemudian kontraksi menghilang setelah saya mengganti posisi duduk dan minum air. Kontraksi palsu rupanya.

Saya sudah packing pakaian dan surat-surat yang harus dibawa ke RS, sehingga jika terjadi kontraksi beneran kami bisa langsung menyambar tas. Dan sebenarnya saya sempat packing pakai daypack. Maksudnya supaya nggak panik dan menganggap ini sebagai bagian dari petualangan. Tapi saya ganti lagi karena bisa gawat kalau ketahuan ibu haha.

image

Segera sesudah kontrol Sabtu kemarin itu, kontraksi semakin sering terjadi. Bisa dibilang rasanya “lebih” dari yang terjadi Jumat kemarin. Hari Minggu malam bahkan terjadi intens dan terus menerus. Hampir saja kami ke RS meski saya sempat menolak dan masih mau tunggu reaksi beberapa jam lagi. Malu euy kalo disuruh pulang lagi. Padahal kata Abang nggak pa-pa kalo salah ngira kontraksi palsu, namanya juga anak pertama hehe.

Menjelang jam 10 malam rasa mules menghilang lagi dan saya bisa tertidur pulas. Yup, tidur pulas itu nikmat luar biasa soalnya beberapa minggu sebelumnya saya mengalami yang namanya sulit tidur. (padahal kalo di Kopaja cepet banget tidurnya).

Seharian ini kontraksi tidak sesering kemarin tapi Abang melesat dengan cepat dari kantor. Sepertinya langsung ngibrit begitu jam pulang hehe.

Btw, saya mohon doa ya semoga persalinan berlangsung normal, aman, sehat, dan selamat, baik untuk saya maupun si dede. Aamiin. Mohon maaf kalau selama ini ada kesalahan dalam menulis di dunia maya maupun di dunia nyata. Maunya sih habis ini saya tetap posting kalau sinyal dan waktu memungkinkan. Semoga Allah mudahkan. Aamiin.

image

“Tulisan ini diikutsertakan dalam GA hamil dan melahirkan ala Bunda Salfa”

image

0 thoughts on “Mendekati waktunya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *