Takjub

Saya cuma bisa bengong beberapa detik menatap bayi yang baru saja keluar dari dalam rahim dan langsung menangis. Sekejap tersadar lalu berucap Alhamdulillah.

Sementara Abang sudah sejak tadi berusaha untuk tidak menahan air matanya. Begitu bayi dibersihkan sekedarnya, dikumandangkan adzan, dan dilekatkan kembali pada dada saya untuk menjalani proses IMD, herannya saya (yang begitu mudah terharu) tetap tak menangis.

Sampai situ saya hanya bisa bilang bahwa prosesi melahirkan itu dahsyat dan menakjubkan!

*btw, ini nangisnya sekarang ya haha

Tapi beneran deh dahsyat bingits!

Proses mengejan rupanya cukup memakan waktu karena beberapa kali nafas dan dorongan dari saya kurang panjang dan kuat. Dokter melepas alat rekam jantung yg terhubung pada semacam jepitan di jari saya. MVP yang syukur sudah dinyatakan hilang rupanya terbukti dengan terkontrolnya detak jantung. Dan lama kelamaan kabel-kabel yang berseliweran di depan saya malah jadi mengganggu pergerakan dan menyulitkan mengejan.

Saya memang merasa detak meningkat cepat dan rasanya sakit kepala. Tapi saya rasa semua perempuan yang berada di posisi saya akan merasakan hal yang sama; menstimulasi seluruh otot, syaraf, tulang, otak, jantung, dan semua bagian tubuh untuk bekerja sama demi mengeluarkan amanah yang dititipkanNya. Jadi detak yang berpacu dan sakit kepala yang saat itu dirasakan sepertinya (dan semoga) masih dalam batas wajar.

Mengenai proses melahirkan yang sepertinya tulisannya akan sangat panjang, insya Allah saya uraikan di tulisan selanjutnya. Sampai di sini saya mau bilang terima kasih atas doa yang turut diberikan kalian, para pembaca blog. Semoga keberkahan juga selalu ada untuk kalian semua. Aamiin.

image

Lahir di Jakarta, 21 Desember 2014. 11.40

~ Mulai ditulis dini hari, 24 Desember 2014, sambil nyemil kurma

0 thoughts on “Takjub

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *