Prenatal yoga bersama komunitas GBUS

Berlatih dengan yoga saat hamil sudah menjadi incaran saya sejak awal kehamilan. Namun berbeda dengan renang yang bisa dilakukan sejak awal kehamilan, prenatal yoga sebaiknya dilakukan saat masuk trisemester kedua.

Sayangnya jadwal kelas yoga yang terletak dekat rumah bentrok dengan jadwal saya pulang kerja. Maka jadilah saya tak kunjung juga ikut kelas.

Lalu datanglah kabar dari Bubu Rika, yang berkata kalau ada komunitas yang biasa melakukan prenatal yoga saat hari Minggu di UI Depok. Namanya komunitas GBUS alias Gentle Birth Untuk Semua. Waah apa pula itu Gentle Birth?

Saya bertanya lebih dulu lewat twitter, karena takut ada kekhususan dengan skoliosis saya. Admin menjawab bahwa tak masalah kalau saya ikut kelas mereka. Hal yang lebih menyenangkan lagi adalah karena prenatal yoga itu dilakukan di tepi danau Balairung. Ruang Terbuka Hijau, khas saya bingits!

Sambil menunggu hari Minggu, saya mencari informasi mengenai gentle birth. Apakah gentle birth itu selalu melahirkan di air atau harus normal? Tulisan mengenai gentle birth tersebut diulas oleh Mbak Dyah Pratitasari di sini.

Hari Minggu tiba dan saya bersiap berangkat dengan diantar Abang hingga stasiun, membawa serta matras yang biasa dipakai kemping dan botol minum.

Tiba di balairung UI, area yang digunakan untuk latihan rupanya tempat yang sama yang saya dan kawan-kawan gunakan untuk workshop daur ulang piknik tempo dulu. Saat Mbak Prita datang, setidaknya ada sekitar 7 orang ibu hamil yang hadir saat itu.

Ditemani dengan pepohonan di sekitar, udara sejuk, dan semangat bersama bayi di dalam perut kami saling berkenalan terlebih dulu lalu memulai pemanasan yang kemudian diikuti dengan taichi. Di sini juga saya ketemu dengan Fadliah, adik kelas di kampus yang usia kandungannya beda beberapa minggu sama saya. Hal yang menggelikan (sampe diketawain Abang) adalah bahwa kami kenalan seolah-olah belum pernah bertemu. Bahkan hingga kami saling pegang kepala untuk relaksasi masih sama-sama nggak inget! Seolah baru ketemu hari itu, seolah nggak pernah satu kampus. Hingga akhirnya para suami kami yang mukanya familiar itu datang menjemput. Glek.. ibu hamil dan lupa itu beneran ada hubungannya ya @_@.

Lalu dimulailah gerakan-gerakan yoga. Latihan berlangsung sekitar hampir dua jam termasuk pendinginan dan relaksasi. Satu yang saya ingat banget adalah pentingnya untuk rileks saat persalinan nantinya, mengalihkan pikiran untuk tidak membuang energi dengan cakar-cakar atau gigit hehe, juga berlatih dengan pernapasan perut.

image

image

image

imagefoto kolase dari FB GBUS[/caption]

Minggu berikutnya peserta yang hadir rupanya hanya dua orang. Tapi justru jadi berkesan ekslusif hehe.

image

Prenatal yoga selanjutnya dilakukan di apartemen Verde, Kuningan tanggal 30 November 2014. Kali ini dipandu oleh Mbak Diana, yoga dilakukan di ruangan tepi kolam renang.

image

image

image

image

Lalu dilanjutkan dengan sharing mengenai peran keseimbangan chakra dalam kehamilan oleh Mbak Arum, serta sharing penyembuhan trauma ala capacitar oleh Mbak Prita.

image

image

image

Terima kasih untuk semua tim panitia yang sudah membuat acara hari itu. Satu yang saya sesali yaitu ambil posisi di belakang jadinya nggak kefoto deh haha. Padahal mau kasi lihat dede nantinya kalo emaknya ikutan kelas yoga XD.

image

Etapi saya kebagian deng nyempil ke-jepret di sini :p

image

Catatan:

Terima kasih untuk Bubu Rika yang pertama kali kasih tahu prenatal yoga ini. Terima kasih untuk semua ibu dan calon ibu di komunitas GBUS yang saling mendoakan satu sama lain. Juga terima kasih spesial untuk Mbak Prita atas semua sharing ilmunya tentang Gentle Birth dan prenatal yoga.

Mulai dari Bubu Rika memberi tahu saya, lalu setiap gerakan yang dilakukan di bawah pohon di tepi danau, Mbak Prita datang ke rumah saat hujan-hujan, hingga sempat tertundanya induksi saat di rumah sakit, saya percaya semua konspirasi itu nyata adanya. Juga didukung oleh setiap langkah yang selama ini saya lakukan; renang (meskipun banyak becandanya), jalan kaki keliling lapangan, jalan kaki ke kantor setelah turun Kopaja, juga naik turun tangga penyeberangan.

Dan persalinan itu tak akan terjadi tanpa seizinNya.

When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.” ~ Paulo Coelho

It really works, indeed..

image

0 thoughts on “Prenatal yoga bersama komunitas GBUS

  • February 14, 2015 at 7:08 am
    Permalink

    kayaknya yoga itu asik ya -_- tapi aku gatau dimana bisa ikutan yoga heheh

    Reply
  • March 3, 2015 at 10:27 pm
    Permalink

    MbaYuuul…uhuhuu aku terharuu :”)
    Semoga tulisan ini bisa banyak manfaatnya untuk orang lain.
    Iya, semua atas izin dari Allah.

    btw, asik2 bangets itu sesi yoganya..bikin mupeng!
    kenapa kecil2 baris di belakang sik? hahaha
    jadi pingin hamil lagi *langsung keselek inget kutipan Om Coelho*

    Reply
  • March 30, 2016 at 12:39 pm
    Permalink

    Klo mo ikutan yoga prenatal di ui gmna ya bun? ada contact personnya ga?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *