Review ~ Penerimaan paket via GoJek (kesalahan aplikasi?)

Go-Jek memang lagi happening! Namun meski sudah unduh aplikasinya saya belum juga menggunakan Go-Jek. (Iyalah bawa bayi naik motor sama Abang aja ibu saya masih was-was, apalagi naik ojek).

Nah, Rabu kemarin saya diberi kesempatan untuk menggunakan GoJek untuk pengiriman barang yang saya beli secara online. Sayangnya hasilnya jauh dari harapan “Barang cepat sampai dan Rp 10.000 saja!”

Pada hari Selasa 7 Juli 2015 saya melakukan transaksi pembelian bubble wrap via bbm dengan Mbak J. Mbak J menawarkan pengiriman barang melalui gojek dengan paket Rp 10.000 karena menurutnya barang bisa langsung sampai dalam waktu sehari dibandingkan melalui pengiriman paket dan saya pun setuju.

Namun hari selasa itu mbak J tidak berhasil mendapatkan driver hingga mendekati sore hari sehingga pengiriman barang ditunda.

Hari Rabu tanggal 8 Juli siang hari kembali dicoba untuk menjemput barang di Jelambar ke rumah saya di daerah Jakarta Selatan. Kondisi saya saat itu sedang berada di rumah ibu mertua di Ciputat namun sudah menitip pesan pada ibu di rumah terkait kedatangan gojek dan pembayaran Rp 10.000.

Pukul 10 mbak J kembali mencoba dan belum berhasil mendapatkan driver. Driver baru berhasil didapat pukul 13.20.

image

Pukul 15.52 driver Gojek menelepon saya dan bertanya arah. Namun karena suara putus-putus saya memberi tahu patokan dan arah rumah melalui sms.

Pukul 5 saya menelepon driver dan bertanya apakah paket sudah berhasil diantarkan dan jawabnya adalah sudah.

Esok hari (kamis 9 Juli) saat menelepon ibu, saya kaget ketika mendengar pembayaran Gojek adalah Rp 77.000. Ibu menyanggupi saja saat driver berkata biayanya adalah Rp 77.000. Dan karena tidak mengerti dengan program Rp 10.000 ibu pun membayarnya.

Saya pun memberi tahu mbak J dan ia berkata kalau biaya tersebut adalah kesalahan karena ia memesan sebelum rush hour. Bahkan katanya sebelumnya pernah kejadian. Namun si pembeli menelepon mbak J sehingga ia berbicara langsung pada driver dan pembayaran tetap Rp 10.000.

Untuk lebih memastikan saya pun bertanya via twitter dengan admin Gojek Indonesia dan jawabannya adalah jika memesan sebelum rush hour namun tiba ketika rush hour maka biaya yang dihitung adalah tetap biaya saat pemesanan. Atau dengan kata lain tetap Rp 10.000.

Esok hari (Jumat, 10 Juli) driver yg ternyata bernama bapak Y (semoga saya tdk salah) menelepon dan tanpa saya minta menjelaskan tentang kenapa ia meminta Rp 77.000. Yaitu bahwa aplikasi di ponselnya memang bertuliskan seperti itu sehingga jika ia meminta Rp 10.000 saja maka uang miliknya lah yang akan terpotong.

Saya pun meminta print screen aplikasi tersebut kepada Bapak Y dan dikirimkan via WhatsApp.

image

Maka, kepada GoJek saya ingin bertanya apakah ada kesalahan pada aplikasi sehingga terjadi perbedaan? Karena sebagai pembeli (yang tidak tahu apa-apa) saya sangat dirugikan dengan jauhnya perbedaan biaya tersebut. Dan saya rasa jika uang driver terpotong mereka pun jelas dirugikan. Bahkan saya jadi berburuk sangka pada driver.

Hingga tulisan ini diposting saya sudah menulis email pada pihak Gojek dan sudah dikirimkan kemarin. Semoga minggu depan ada jawaban. Aamiin.

*postingan ini bersifat review.

Terima kasih

Catatan:

Setelah libur id fitri, tanggal 20 Juli 2015 email saya akhirnya mendapat respon dari Gojek yang isinya permohonan maaf atas kesalahan maintenance system dan info bahwa Rp 67.000 sudah dikembalikan dan dimasukkan ke credit penjual yaitu Mbak J. Nah, setelah ini berarti saya kudu hubungi mbak J lagi.

Baiklah. Terima kasih GOJEK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *