Jalan-jalan ke Setu Babakan

Awalnya niat kami datang ke sana karena Abang diajak mancing oleh teman-teman kantornya. Eh, hampir kebanyakan mereka batal berangkat. Tapi Abang kekeuh kami tetap berangkat. Maka jadilah hari itu kami menuju Setu Babakan, yeah!

Karena hari itu hari minggu maka Kopaja yang kami naiki tidak penuh. Ini pun pertama kalinya dede naik Kopaja dan ia terus memerhatikan sekitar. Termasuk juga bapak yang duduk di sebelah kami hihi.

image

Setu Babakan merupakan danau buatan yang memiliki luas sekitar 32 hektar. Area yang menjadi perkampungan budaya Betawi ini terletak di Jl. Moh. Kahfie 2, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

Turun dari Kopaja kami celingukan mencari pintu masuknya. Karena sedang ada acara di salah satu gedung maka gerbang utama diperuntukkan hanya bagi peserta acara tersebut. Kami pun masuk melalui gang yang berada di samping gerbang dan melewati deretan rumah kemudian bertanya lagi pada penjual jamu yang lewat.

Rupanya rute masuk melalui gang tersebut menjadi jalan putar menuju area setu. Keluar dari gang kami pun langsung menjumpai deretan penjual makanan. Oh iya, tidak ada tiket masuk yang diminta. Kecuali pengendara motor yang distop sepertinya untuk dimintai biaya parkir.

image

Ini pertama kalinya kami datang ke tempat tersebut dan awalnya saya mengira akan menjumpai rerumputan di sekitar danau yang memungkinkan untuk piknik. Ternyata tepian danau dipenuhi dengan bangku dan meja kayu sederhana yang digunakan pengunjung untuk menikmati jajanan atau kuliner yang tersedia. Tentu saja rata-rata adalah kuliner khas Betawi seperti kerak telor, kue selendang mayang, toge goreng, kue rangi, dan bir pletok.

Sementara di area danau terdapat wahana air seperti bebek-bebekan dan perahu naga.

image

Kami berjalan terus saja sambil melihat-lihat dan bertemu kereta-keretaan serta menyerupai komidi putar versi sederhana banget hehe. Tadinya saya mau ajak dede naik itu tapiii kata penjaganya wahana hanya untuk anak, nggak boleh naik berdua emaknya haha. Yaah nggak jadi deh.

Kami pun jalan lagi dan menjumpai gerbang panggung utama. Di dalam area tersebut ada rumah adat betawi dan di atas panggung ada sekelompok anak yang sedang latihan musik betawi.

Sayangnya fasilitas pendukung seperti bangku taman kurang diperhatikan. Karena terdapat bangku yang patah dan sudah miring sehingga tidak dapat digunakan.

image

Dua rumah adat betawi di sana rupanya biasa disewakan untuk pengunjung yang ingin mengadakan acara bersama.

Setelah foto-foto dan kembali menyusuri jalan, kami berbalik arah dan akhirnya makan kerak telor, otak-otak, es kelapa, kue rangi, dan toge goreng. Haha namanya juga wisata kuliner yah.

image

Sambil makan sambil menikmati teduhnya pinggir danau dan mengamati perahu naga yang hilir mudik. Akan lebih baik lagi sebenarnya kalau bangku-bangku kayu di tepi danau dibuat lebih nyaman dan lebih rapi.

image

image

Sudah kenyang dan puas makan? Waktunya dede ganti baju dan siap-siap pulang! Dari sana kami naik Kopaja lagi dan hebatnya dede tetap tenang di dalam Kopaja sambil lihatin orang-orang hihi. Emaknya malah yang (seperti biasa) tidur di Kopaja.

image

————

Menuju Setu Babakan:

1. Dari blok M/: naik Kopaja 616 jurusan Cimpedak. Turun di depan setu.

2. Naik kereta turun di stasiun Tanjung Barat. Lanjut naik Kopaja 616 jurusan Cimpedak. Turun di depan setu.

0 thoughts on “Jalan-jalan ke Setu Babakan

  • August 29, 2015 at 9:59 pm
    Permalink

    Wah.. pengen banget nih aku ngajak bayiku ke sini.. Kopaja yg lewat Setu Babakan jurusan mana ya?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *