Review ~ Tas Asma Nadia: slim elegant

wpid-img_20150625_115156.jpgSebagai orang yang lebih memilih menggunakan tas ransel daripada sling bag, saya berburu dan mengumpulkan info tentang ransel mulai dari versi mihil hingga harga standar.

Kata-kata yang jamak diucapkan orang yaitu “harga nggak bisa bohong” alias “yang nyaman itu yang mahal” dalam hal ini belum tentu mutlak bagi saya yang notabene skolioser alias memiliki tulang belakang yang meliuk.

Di punggung skolioser prinsip tersebut bisa patah-patah. Saya pernah menggunakan tas mahal sekian ratus ribu tapi pegal-pegal karena tidak cocok, sementara tas standar pernah terasa sangat nyaman di punggung.

Nah, kali ini saya akan menulis review tentang tas Asma Nadia versi Slim Elegant. Benarkah ringan seperti promosinya?

^^^^^^^^^^^^

Dikenal sebagai penulis karena sudah menghasilkan banyak buku, Asma Nadia rupanya mencoba ranah baru yaitu berjualan tas! Beberapa tahun terakhir ia memang menggaungkan #jilbabtraveller, sehingga mungkin dirasa cocok dengan dagangannya. Ransel tersebut pun katanya ia coba dulu setiap traveling yang sudah mencakup berbagai negara.

Tas ini produksi suaminya sendiri dan bisa dipesan via SMS atau melalui web TokoAsmaNadia atau datang langsung ke tokonya di Mall Depok.

Namun karena tidak diproduksi secara massal maka stok bisa saja habis dan kita harus menunggu (seperti saya saat itu). Ada beberapa pilihan tas dan saya pilih yang bisa digunakan sehari-hari yaitu tipe “slim elegant“.

Saat itu saya ingin memesan warna hitam-biru eh ternyata habis dan setelah menunggu beberapa minggu yang ada hanya warna hitam-pink. Baiklah.

Saya tertarik dengan tagline “ringan” yang dipromosikan Asma Nadia pada tas versi ini. Yup, sebagai skolioser, beban berat di punggung haruslah ditanggung dengan baik sehingga tidak menimbulkan masalah sesudah memakai ransel.

Setiap pembelian tas biasanya dapat bonus buku, bisa buku karya Asma Nadia atau karya penulis lain yang sepertinya sudah berafiliasi dengannya. Misalnya saya waktu itu dapat bonus buku “Gara-gara Indonesia” karya Agung Pribadi.

Ransel slim elegant ini saya pakai setiap hari dari dan ke tempat kerja menggunakan transportasi publik yang mpet-mpetan itu. Tagline “ringan” rupanya memang menjadi ciri nyata dari si ransel. Terbukti meski saya pakai naik turun bus, jembatan penyeberangan, jalan kaki, hingga berdiri di bus punggung tetap terasa ringan dan nggak pegal-pegal. Tas tersebut juga tetap saya gunakan saat memasuki masa kehamilan.

Bagian tali di bahunya terdapat padding. Syukur ini tidak permanen alias bisa digeser. Sehari-harinya (saat itu) saya pakai brace untuk skoliosis saya dan seringkali padding pada ransel yang katanya untuk kenyamanan kenyataannya malah sering membuat bahu dan punggung saya sakit saat menyandang ransel sambil pake brace. Nah, karena padding pada ransel slim elegant bisa digeser jadilah malah saya geser ke bawah alias nggak saya pakai hehe.

Kelebihan lain tipe ini adalah kompartemen atau kantongnya lumayan banyak. Terdapat tempat untuk menggantung kunci, tempat laptop di bagian belakang, dan tempat tersembunyi di punggung.

image

Untuk retsleting tersembunyi ini berguna banget buat yang sering naik bus umum yang katanya rawan copet hehe. Soalnya saya pernah pakai tas yang kantongnya di sisi kiri-kanan, eh dirogoh copet pas saya meleng. Hampir aja ongkos melayang.

Katanya sih retsleting tersembunyi ini memang bertujuan kalau traveling dan berkunjung ke negara rawan copet, diharapkan barang-barang berharga kita tetap insya Allah bisa selamat.

image

Ide retsleting di punggung ini juga layak diapresiasi karena kalau hujan dan saya melapisi tas dengan rain cover maka saya tidak harus buka-tutup rain cover kalau mau ambil ongkos buat bayar bus atau ojek hehe.

image

Itu kelebihannya. Kekurangannya? Oh, ada juga. Meski mengusung ringan, tapi ransel ini gampang mblendung kalo diisi barang banyak sedikit aja. Jadi dari luar terlihat sangat penuh gitu. Mungkin memang ditujukan bukan sebagai tas utama kalo traveling kali ya. Toh judulnya juga “slim”. Kalo bawa barang agak penuh, ibu jadi suka komen “Penuh banget sih bawa apa aja?”. Padahal saya nggak mindahin 1 lemari baju ke tas itu.

Kekurangan lain adalah bagian bawahnya tidak tahan air. Jadi waktu kehujanan tetes air tetap bisa tembus dan kertas-kertas di bagian bawah pun basah. Jadi meski ransel ini bisa untuk bawa laptop di kompartemen belakangnya tetap harus pakai laptop case ya.

Sekian review dari saya. Good luck ya, teh Asma Nadia. Semoga semakin banyak menghasilkan karya deh. Aamiin.

Catatan:

Tulisan ini adalah opini pribadi berdasarkan pengalaman menggunakan tas tersebut dan bukan posting-an berbayar.

7 thoughts on “Review ~ Tas Asma Nadia: slim elegant

    • January 12, 2018 at 12:43 am
      Permalink

      Sekarang harganya kurang lebih 200an ribu kak. Waktu saya beli belum segitu hehe

      Reply
    • January 12, 2018 at 12:44 am
      Permalink

      Iyes. Tapi kalo dipake traveling dengan barang cukup banyak jadinya agak bulky

      Reply
  • February 12, 2018 at 3:33 pm
    Permalink

    Kak, pas beli slim ransel ini udah ada rain cover nya??

    Reply
    • February 13, 2018 at 6:47 am
      Permalink

      Belum ada mbak.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *