Female blogger gathering oleh Clozette dan Blogger Babes Asia

wpid-screenshot_2015-10-01-10-40-28.jpgSelasa, 6 Oktober 2015 lalu Clozette dan Blogger Babes Asia mengadakan acara Female Blogger Gathering di Hotel Intercontinental Mid Plaza, Jakarta. Acara akan diisi dengan talkshow seputar blogging oleh Fifi Alvianto, Diana Rikasari, dan Heidi Nazarudin.

Menjelang hari H ternyata saya dapat free seat bareng bubu Rika yang saya mention seminggu sebelumnya di akun Fifi. Asiik, meskipun acaranya emang gratisan tapi dengan terpilih gitu kan jadi lebih formal buat minta izin ke Abang huehehehe.

Saya naik kereta lalu naik Kopaja ke Mid Plaza. Awalnya sempet nggak pede sebenernya, apalah saya dibanding para fashion blogger hihi. Tapi kan yang penting dapet ilmu bloggingnya yah.

Saya pun tiba lebih dulu dari Bubu Rika, sehingga sempat celingukan karena nggak kenal siapa-siapa. Mau ngedeketin orang pada sibuk haha hihi, masa eike tiba-tiba nimbrung =.=.

image

Hingga acara dimulai, Bubu belum juga sampai. Akhirnya saya masuk lebih dulu. Di dalam ruangan terdapat stand Bodyshop, Diva beauty drink, dan saya lupa lagi hihi. Acara dimulai dengan pembukaan dari CEO Clozette terlebih dulu yang kemudian dilanjutkan dengan seluk beluk blogging oleh Heidi Nazarudin.

Heidi memulai blogging 7 tahun lalu dan menyukai dunia fashion sehingga kemudian menjadi seorang fashion blogger. Ia kemudian membentuk komunitas Blogger Babes bersama para blogger lain di USA.

image

Hal penting yang diucapkan Heidi untuk para blogger atau calon blogger adalah: for the first time don’t think to monetize your blog. Alias ya blogging aja getho. Heidi juga menegaskan untuk selalu jujur dalam blogging alias stay true to yourself dan tentukan blog kita dalam 1 kategori saja. Misalnya suka fashion ya di dalamnya bikin blog tentang fashion aja, jangan dicampur yang lain.

Tips lain darinya dalam menulis adalah kita harus menulis yang kita ketahui dan akan lebih mudah menulis apa yang kita sukai. Sehingga kita juga harus tahu apa yang kita suka dan apa yang tidak. Know what you like and dont like.

Bagaimana supaya tetap konsisten dalam blogging? Ketika ada kesempatan, buatlah beberapa tulisan sekaligus yang kemudian akan dibuat schedule untuk publish otomatis. Sehingga pembaca tetap melihat bahwa kita tetap konsisten menulis. Hihi ini saya banget deh bikin schedule dan tinggal posting-posting otomatis.

Setelah sharing oleh Heidi (hey, i guess i start to love her fashion style!), lalu dilakukan talkshow bersama Fifi Alvianto dan Diana Rikasari.

imageFifi Alvianto dan Diana Rikasari juga adalah seorang fashion blogger. Fifi memulai blogging sejak tahun 2006 dan kini juga mendirikan Casa Elana. Sementara Diana Rikasari memulai blogging sejak kuliah dan kini memiliki bisnis sepatu bernama UP (Check on their instagram).

Menurut Fifi, ia membuat 8 blog yang kesemuanya dibagi menjadi berbagai kategori. Namun ia mengaku semenjak menjadi ibu sulit membagi waktu untuk selalu blogging. Misalnya saja awalnya bisa sesuka hati foto OOTD alias Outfit Of The Day, sekarang sulit untuk dilakukan sehingga ia akhirnya memutuskan mengubah blognya menjadi parenting blogging saja.

Brand pertama yang menawarkan kerja sama dengannya adalah Wardah. Saat itu menurutnya Wardah sudah menjadi perusahaan besar namun belum sebesar sekarang. Saat diminta kerja sama itulah, Fifi kemudian menyadari kalau sebagai blogger, influence yang diberikan sangatlah besar. Ia pun membuat rencana saat itu untuk traveling ke Singapura bersama Wardah lalu foto-foto dan menuliskannya di blog sebagai salah satu bentuk promosi Wardah.

Sementara Diana mengaku keranjingan blogging sejak kuliah dan menggunakan tripod setiap malam harinya untuk memfoto dirinya sendiri hihi. Bagi Diana, blognya adalah diary pribadinya. Sehingga jika Heidi menentukan blog sebaiknya hanya terdiri dari 1 kategori, hal tersebut tidak berlaku untuk Diana. Blognya terdiri dari berbagai cerita alias gado-gado. And she feel fine with that. Semenjak menikah dan menjadi ibu, blogging menjadi me-time baginya di tengah malam saat yang lain sudah tidur.

Diana mengaku tidak ingat brand pertama yang menawarkan kerja sama untuknya. Namun salah satu kegiatan yang ia ingat untuk diajak kerja sama adalah saat ia diminta menjadi fashion stylist di film Jay Subiakto yaitu Queen bee. Awalnya ia cukup was-was karena bukan seorang stylist namun ternyata sukses di film tersebut.

Saat ada pertanyaan dari peserta bagaimana jika bertemu klien yang menyebalkan, Heidi menjawab; “Don’t be emotionally, and charge them more!”. Sementara Fifi menjawab gamblang bahwa seorang blogger harus mau terus berkomunikasi dan rutin bertanya. Juga sabar dan jangan sampai membuat kesan buruk di mata pihak tersebut. Jawaban Diana beda lagi. Menurutnya ia selalu membuat hitam di atas putih alias selalu bikin perjanjian. Lebih capek di depan tapi nantinya lebih enak karena tidak ada masalah atau misunderstanding. Setiap tulisan jangan post duluan tapi biarkan klien melihat dan approve dulu. Menurutnya lagi, “You are the blogger but agency has to work in partner and should respect bloggers too.” Ia mengaku tidak mau didikte hanya karena dibayar atau just because you pay me. Jangan mau disalahgunakan company just because payment, jadi jangan terima mentah-mentah.

Mengenai SEO (Search Engine Optimization), Heidi berkata bahwa, “SEO is really important. Think how people will use the words, use simple words.” Sementara Fifi menjawab SEO penting tapi tetap menulis dengan bahasa sehari-hari saja. Lalu beberapa tahun lalu ia merubah semua ratusan posting-an di blognya dengan EYD dan ternyata berubah statistiknya secara drastis. Menurutnya sebutkan saja (misal) tempat secara berulang di posting tulisan dan menentukan tagging yang sesuai.

SEO bagi Diana tidak terlalu diperhatikan (keren ya, nggak perduli SEO aja blognya banyak dikunjungi :p). Ia mengaku hanya menulis dengan lengkap di setiap postingan. Misal: Pentax, Plaza Senayan supaya ketika ada yang googling hasil pencarian bisa langsung menuju blognya.

Bagaimana cara mengatasi writer block? Fifi menyarankan untuk pergilah keluar dan mencari inspirasi, ketemu orangtua, ketemu teman-teman, saudara, dan sebagainya. Sementara Diana akan share quote saja dr orang lain atau share something from others dan diusahakan ketika ada mood langsung tulis saja.

Woaaah begitulah ilmu blogging yang didapat hari itu dan saya catat buru-buru di hape sampai saya lupa kalau ada kompetisi ngetwit sama unggah foto di instagram tentang acara tersebut. Hiks pas udah diumumin baru inget trus gagal deh dapat peluang dapetin voucher T_T.

Tapiiiii tetap senang sekali bisa ikutan, selain karena makanannya enak, juga karena bisa ketemu Bubu Rika dan Kinar yang ternyata pas saya hitung-hitung saya dan Bubu nggak ketemu sejak 3 tahunan huaaaa… dan sekarang Bubu Rika udah hamil anak ke-3 aja haha.

wpid-wp-1445173641950.jpeg
Bareng Bubu Rika dan Kinar

Terima kasih kepada mbak-mbak Heidi Nazarudin, Fifi Alvianto, dan Diana Rikasari atas ilmu blogging yang sudah dibagikan. Juga terima kasih kepada pihak penyelenggara Clozette dan Blogger Babes Asia. Di akhir acara menyempatkan diri untuk foto bareng mbak Fifi dan Heidi. Tanpa sadar saya berdiri di depan Heidi sehingga kemudian memberanikan diri bilang,“Heidi, thank you so much for your presentation!” Hihi Heidi looks so humble and always put a smile on faces to everyone!

wpid-wp-1445173795852.jpeg
Bersama Mbak Fifi
wpid-wp-1445173766784.jpeg
Bersama Heidi

Pulangnya saya sempat panik waktu inget sudah jam 3 dan stasiun kereta udah penuuuh! Huaaa takut nggak bisa keluar -_-. Syukur masih agak lowong di dalam kereta dan pulang pun kembali dengan selamat di rumah. Alhamdulillah.

Terima kasih buat Abang yang sudah kasi izin ikut acara. Besok kalo ada lagi ikut lagi yak hag hag..

wpid-wp-1445173890197.jpeg

One thought on “Female blogger gathering oleh Clozette dan Blogger Babes Asia

  • October 19, 2015 at 4:56 am
    Permalink

    Langsung ke TKP blog mereka 🙂

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *