Desember dan saya

p_20141218_101858.jpgKalau ngomongin bulan Desember, saya tentu ingat bahwa di minggu-minggu ini satu tahun yang lalu saya sedang menanti persalinan dengan deg-deg-an.

Hamil dan melahirkan bagi saya adalah sebuah proses yang abstrak sekaligus menakjubkan. Ada detak lain dalam diri kita yang kita bawa ke manapun diri ini pergi, lalu ia lahir dan dengan segala kemampuannya yang masih terbatas, kita dituntut untuk menjadi ibu yang juga luar biasa sekali prosesnya.

 


I do make mistakes. A lot.
. Tidak ada yang bilang sangatlah mudah menjalani proses ini. Satu tahun menjadi ibu, menjadi refleksi, dan seharusnya membuat saya jadi tambah bersyukur. Ini salah satu sebab saya menuliskan ini. Supaya saya ingat akan berbagai kenikmatan yang sudah diberikan.

Bangun tengah malam, baby blues, menyusui, grow spurt, resign dari tempat awal bekerja, bekerja di rumah, tinggal bersama mertua, bolak balik ke rumah ibu, mengartikan tangisan yang masih suka salah persepsi, diprotes karena tidak memberi MPASI dini, mandi cepat-cepat, hingga kucing-kucingan hanya untuk wudhu yang kemudian berakhir dengan tangisan kencang dari si dede sambil ia merayap super cepat menuju kamar mandi untuk mengejar saya, atau terlelap saking ngantuknya sementara dede yang udah bisa gegulingan tahu-tahu nyungsep dari atas kasur ke lantai.

Rasanya saya kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan kenikmatannya :’).

Bersama kesulitan ada kemudahan.

Ya, saya mengerjakan sendiri beberapa hal saat di rumah mertua, bahkan ibu saya sampai nggak tega karena saya suka nggak sempat makan. Ibu saya nggak tahu aja saya pernah nyuci sambil gendong hihi (habis itu dadah-dadah sama salep pegel-pegel).

Tapi saya juga diberi kemudahan Arsa bisa tidur tanpa harus selalu digendong. Kalau ia sudah kenyang dan ngantuk, tidurkan saja di kasur sambil dikipasi. Insya Allah akan segera tertidur. Saya juga diberi kemudahan Abang mau membantu mencuci baju Arsa sebelum ia berangkat kerja, juga bersedia bangun malam untuk nyebokin si bayi karena saya kemudian tidur lagi. Zzzzz…

Saya juga nggak bisa masak, nggak telaten bikin MPASI. Boro-boro deh kaya ibu-ibu lain yang setiap hari bikin MPASI lalu difoto dan diupload. Saya pernah merasa gagal karena jadwal bikin MPASI dan rencana untuk metode BLW bubar jalan! Apalagi berat Arsa saat itu masih kurang.

Tapi saya diberi kemudahan Arsa lahap makan hingga beratnya kemudian naik, meski mungkin tidak segendut bayi-bayi lain yang saya temui. Arsa juga mau duduk tenang di kursi makannya sehingga saya tidak perlu menyuapinya sambil menggendong. Sesuatu yang sempat saya was-was karenanya.

Arsa masih takut sekali dengan air. Ia jejeritan di kolam renang, bahkan kadang menangis meski kami membawanya ke kamar mandi hanya untuk membasuh habis buang air atau mandi. Tangisnya juga cukup kencang hingga bisa terdengar sampai ujung gang.

Tapi kami diberi kemudahan bahwa kemampuan Arsa untuk memegang, meraba, memanjat, mendorong, menjepit dengan dua jari, dan sebagainya bisa saya bilang berkembang dengan baik. Saya tidak akan menjabarkan rinci karena khawatir ini jadi patokan mutlak. (Ingat, perkembangan setiap anak berbeda-beda ya).

Dan hari ini ia sudah sering menolak saya gendong. Gendongan yang dulu pernah saya keluhkan karena sempat bikin punggung saya yang skoliosis ini macam snut-snut. Sudah beberapa minggu ini ia lebih suka titah dengan luar biasa cepatnya, mengejar Daffa, atau berjalan sambil memunguti daun di depan rumah.

Ah, cepat sekali kau tumbuh, Nak. Rasanya baru tahun lalu Mamah mengelusmu yang menendang di dalam perut. Maafkan kalau selama 1 tahun ini Mamah banyak melakukan kesalahan.

21 Desember nanti insya Allah kau berusia 1 tahun. Semoga sehat selalu dan menjadi manusia bebas yang bertanggung jawab. Aamiin. Terima kasih sudah membantu Mamah untuk menjadi lebih sabar.

Sincerely,

Mamah.

imageDiikutsertakan dalam giveawayInilah cerita Desember & Me, Mana Ceritamu?

0 thoughts on “Desember dan saya

  • December 13, 2015 at 12:30 am
    Permalink

    Semangat bun… walau tidak mudah… yang paling menyenangkan setiap dedek melakukan hal baru…rasanya ajaib… karena rasanya baru kemarin masih merah dan mengejapkan matanya saja lucu…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *