Kembali ke kampung (1): di stasiun

Kalo situ lihat orang tidur sambil jongkok di stasiun Gambir beberapa saat lalu, tegor aja. Tapi please jangan dibangunin ya. Itu sayah :)).

*jarang-jarang sebenarnya live report begini. Mumpung bocah lagi dipegang utinya :p.

Kami sedang menanti kereta. Besok pagi rencananya akan menghadiri undangan pernikahan sepupu di Cilacap, Jawa Tengah. Kami yang dimaksud adalah saya, Abang, Arsa, ibu, ayah, kakak, dan Daffa. Bawaannya? Wiiih jangan ditanya! Macam mau pindahan! Empat koper dan 2 tas tambahan.

Mata saya rasanya sudah 5 watt. Hasil kurang tidur karena packing yang tak berkesudahan. Iyes, packing dengan adanya duo bocah berseliweran rupanya sangat tidak mudah. Kebanyakan berhentinya dan kebanyakan nggak jelasnya gara-gara kabur-kaburan terus XD.

Ngomong-ngomong, apa kabar ya yang berlibur dengan macet? Katanya imbas tanggal merah berderet-deret yang berakibat macet di berkilo-kilo hingga waktu tempuh jadi luar biasa lamaaa. Pasukan sepupu kabarnya batal berlibur ke Purwokerto karena sudah 12 jam tak jua sampai di tujuan. Salah satu keluarga yang juga ke Cilacap dengan mengendarai mobil harus rela menempuh 24 jam. 0_o

Kami sudah menebak ini akan berakibat macet panjang maka kami lebih pilih naik kereta. Lagipula satu mobil pun tak muat untuk kami semua plus barang bawaan.

Oh iya ini mudik ke kampung yang pertama buat Arsa dan mudik ulangan bagi saya dan keluarga setelah sekian tahun tidak mudik dengan kereta. Sebelum mudik dengan mobil, kami berempat sepertinya mudik bersama-sama naik kereta sekitar sekian belas tahun lalu. Jadi bagi saya, ibu, kakak, dan ayah sih ini semacam nostalgia mudik. Meski tentu suasana kereta pun sudah tidak sama lagi seperti dahulu.

Hei, sebentar lagi kereta datang! Mohon doa agar perjalanan lancar. Aamiin.

image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *