Kembali ke kampung (2): edisi kondangan

25 Desember 2015

Ini lanjutan postingan lalu tentang cerita mudik saya dan keluarga. Jadi setelah banyak tangisan dede di kereta malam jugijagijug gara-gara hidungnya mamfet, kami akhirnya sampai juga di Stasiun Cilacap sekitar pukul 5 pagi. Setelah itu ke tempat di mana kami akan menginap untuk istirahat sejenak, mandi, sikat gigi, dan kembali bersiap untuk menghadiri pernikahan sepupu.

Eeeh, apa daya. Menjelang waktu akad nikah dan ketika sudah rapi dengan baju barunya, si dede malah boboooo hihi. Jadinya saya pun ganti baju lagi daaaan leyeh-leyeh lagi.

Jam 11 siang ketika si dede sudah bangun dan ngeliat abang sepupunya, mereka malah kejar-kejaran dan menuju lapangan kecil di depan kamar kami. Walhasil tengah hari kami bertiga malah sibuk colek-colek putri malu di lapangan. Duh, untung eike belon dandan dan udah ganti baju lagi cyiin!

Di lapangan Daffa girang bener karena ini baru kali pertama ia melihat tumbuhan putri malu haha dicolekin deh semuanya sama dia.

image

Siang harinya saat kami akhirnya sudah rapi, mengunci kamar penginapan, dan bergegas ke gedung resepsi, gantian kakak saya yang tepok jidat. Daffa yang sudah rapi dengan kemejanya, rupanya tepar habis lari-lari dan tidur dengan pulas!

“Aaaah, gw udah rapi neeeh!” kata kakak saya, geregetan sambil nunjuk jilbab yang sudah dililit-lilit dengan rapinya di kepala dan make up full di muka. Ia memang kebalikan bener dari saya yang nggak bisa dandan :)).

Moral kondangan dengan anak: udah deh, nggak usah dandan ribet. Akan lebih baik kalau pilih yang simple aja, daripada udah rempong eh ujung-ujungnya cuma kejar-kejaran di lapangan sambil keserimpet kain atau malah berakhir nggak jadi kondangan gara-gara anaknya tidur :)).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *