Pindah rumah

img_000000_000000.jpgSejujurnya saya kangen banget blogging sambil ngetik di laptop gini. Meskipun sudah dimudahkan dengan adanya aplikasi di hape, tapi rupanya saya tetep kangen duduk menghadap laptop. Eh, jangan-jangan kangen sama kerja ya? *ngikik.

Jadi, jadi, jadi.. sekarang saya sudah berada di rumah baru. Iyah rumah yang hanya kami bertiga di sini. Rumah baru yang penuh dengan harapan dan semangat, tapi juga tangisan saya semalam karena kangen sama Daffa! Iyah, saya kangen sama ponakan yang sudah kaya anak sendiri itu ihiks.. saya merindukan moment kebersamaan bertiga dengan Daffa dan dede di pagi hingga sore yang bikin jungkir balik dan membuat saya belajar menghadapi dua anak yang berbeda sekaligus. Yah, meskipun jarak antara rumah saya dan rumah ibu masih bisa terbilang tidak terlampau jauh, tapi saya rindu semuanya.

But, as what i’ve told on my instagram before,

Life is really full of choice. We get, dream, hope, loose, and celebrate in the same time.

Mungkin ini memang sudah saatnya saya belajar mandiri. Belajar untuk membuat keputusan sendiri, belajar memasak sendiri (yaah, tadi pagi sukses goreng terong gosong), belajar juga untuk menghadapi pendapat orang lain tentang perabot kamu harus di sini, ini harus di situ, dan sebagainya. Juga terutama belajar bersama dede.

Orang bilang ini sudah alhamdulillah sekali bisa punya tempat bernaung. Tinggal cicil-cicil mesin cuci, kulkas, dan segala printilan lain. Dan saya berterima kasih sekali dengan semuanya. Uti alias nenek saya masih suka datang di siang hari sambil ada saja yang dibawa setiap harinya. Mulai dari tampah, baskom kecil, sodet, sendok sayur, dan sebagainya yang sebenarnya memang belum saya beli karena masih riweuh beradaptasi kembali untuk bisa kolaborasi berdua saja dengan dede (hari ke-2 pindah saya sadar ternyata ia sudah bisa ngambek sambil duduk di teras gara-gara nggak saya ijinin ke luar rumah karena gerimis. Blaah!). Koper isi pakaian juga masih bergeletakan dan belum sempat saya bereskan ke lemari. Para pemenang giveaway di instagram dan lapak jualan saya belum juga saya kirimkan hadiahnya. Hiks..

Kemarin saat dede tidur saya akhirnya kelar juga mencuci 1 ember sehingga cucian tinggal tersisa 1 ember lagi. Kesenangan hari itu sebenarnya diawali dengan riweuh pagi hari karena baru tahu akan ada fogging hari itu juga. Duuh! Belum ditambah dengan adanya kelabang besuar di dapur, dan kelaparan saat mengungsi ihiks.. Tapi semua itu terbantu ketika siang harinya Uti datang membawa bubur kacang hijau dan memasak sayur sop di dapur untuk kami. Juga dede yang tertidur pulas cukup lama sehingga saya bisa sempat mencuci. Rupanya ia kelelahan habis bermain di lapangan sambil mengungsi dari fogging dengan kakak-kakak PAUD. Alhamdulillah…

~ Salam dari Mamah yang merindukan Daffa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *