Bersih-bersih kulkas

Kemarin saya menempatkan buncis dan daun bawang yang baru dibeli dari tukang sayur ke dalam satu wadah lalu meletakannya di kulkas. Hari ini ketika ibu hendak memasak ia berkata kalau persediaan buncis sudah tidak ada.

Aneh. Kata saya. “Kan kemarin di kotak yang transparan.” Karena penasaran saya lalu mencarinya di kulkas.

Pada kenyataannya setelah menggeser berbagai wadah dan kantung plastik di dalam kulkas, saya tak juga menemukan buncis yang kemarin saya simpan sendiri.

Penasaran, maka saya bongkar seisi kulkas yang kemudian malah menyadarkan saya betapa penuh dan padatnya kulkas tersebut. Beberapa sudut juga tampak kotor. Makanan kaleng dan beberapa potongan cokelat di sudut tersembunyi terlihat sudah tidak layak dimakan.

Maka kegiatan mencari buncis pun terhenti. Berganti dengan kegiatan memilah-milih makanan dan minuman yang masih bisa dimakan dan yang tidak. Juga mencuci alas pembatas yang terpasang di kulkas. Syukurlah duo bocah tertidur lelap sehingga saya bisa leluasa mengerjakan pembersihan kulkas secara besar-besaran.

Hampir satu setengah jam kegiatan tanpa rencana itu berjalan. Alhamdulillah sekali duo bocah tidak bangun karena saya nggak tahu apa jadinya kalau tiba-tiba Daffa memergoki saya berada di depan benda dingin kesayangannya itu. Mungkin ia akan langsung nyengir lebar dan langsung ikut menyerbu kulkas!

Sayangnya hingga habis semua dibersihkan, buncis tak juga ketemu. Entahlah nyasar ke mana. Tapi setidaknya pelajaran yang saya dapat hari ini dan semoga berguna untuk nantinya di rumah sendiri adalah:

1. Jangan terlalu lama menyimpan sisa makanan atau minuman. Meski kulkas ideal untuk penyimpanan tapi tetap ada masa berlakunya. Lebih cepat dihabiskan lebih baik. Karena kulkas yang padat (menurut saya lho ya) bisa membuat kerjanya jadi berat sehingga cepat rusak.

2. Sebaiknya cuci dulu segala sayur dan buah sehabis dibeli dari tukang sayur sebelum dimasukan ke dalam kulkas. Lalu tempatkan dalam wadah tertutup supaya tidak cepat busuk.

3. Dengan point di atas berarti poin selanjutnya adalah “beli kulkas jangan gede-gede!”. Supaya tidak terlalu repot membersihkannya dan tidak tergoda untuk meletakkan segala macam makanan di dalamnya, apalagi kalau nanti di rumah hanya bertiga hehe.

4. Membuat jadwal membersihkan kulkas secara berkala. Aneh ya, padahal tiap hari buka-tutup kulkas tapi karena hanya fokus sama satu macam saja jadi tidak terlihat betapa berantakannya kulkas tersebut. Because being busy and being productive is two different things.

5. Bersih-bersih kulkas sudah, kapan terakhir bersih-bersih hati? Bersih dari riya, ujub, dengki, iri, ngomongin orang, dan lain sebagainya.

*ngomong di depan kaca.

image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *