7 tips memasak untuk pemula (plus amatiran)

“Masak?”

“Iya masak.”

Terus saya jawab, “Oh.. No..”

“Gimana mau masak? Masak air aja gosong!”

Begitu mungkin versi lebay-nya. Deuh….

wp-1455116571485.jpeg

————

Memasak sebenarnya bukan hanya tugas ibu-ibu atau perempuan. Kalau tidak percaya coba lihat saja, berapa banyak chef berjenis kelamin lelaki? Namun meski begitu, memasak di rumah pada kenyataannya tetap identik dengan perempuan dan kemudian menjadi hal yang tidak bisa kita saya hindari, terutama setelah menikah.

Memasak bagi saya menjadi sebuah kegiatan yang tidak menyenangkan. Sejak dulu saya selalu menghindari memasak. Jujur saja, saya tidak dibiasakan memasak di rumah. Seingat saya sejak usia saya SD hingga sudah besar setiap ibu hendak pergi keluar, ia selalu berpesan; “Jangan nyalain kompor. Jangan nyolokin setrika, jangan…. dst.”

Waktu saya SD, ibu pernah marah besar ketika tahu saya bermain masak-masakan beneran (masak-masakan apa masak beneran sih ini?) dengan kawan-kawan kecil saya pakai api! Saya dan teman-teman waktu itu ingin memanggang buah ceremai yang dicampur gula. Di ruang terbuka kami lalu memanggang buah ceremai yang dipetik dari pohon tetangga itu untuk kemudian dimasak di atas wadah yang saya ambil dari dapur. Sialnya, waktu habis main saya nggak kepikiran untuk membuang wadah yang di bagian bawahnya berubah jadi gosong itu. Wadah kaleng itu malah saya taro di tempat cucian piring dan ketahuan lah sama ibu. Lha wong bawahnya hitam berjelaga kena api. Habislah saya dimarahi karena main api. Padahal nggak ada satu pun teman saya yang dimarahi ibunya karena hal itu hiks..

Karena larangan itulah saya manyun berat sewaktu saya SMA dan mengetahui sepupu saya yang duduk di kelas 4 SD tapi sudah diperbolehkan memasak telur dadar dengan pengawasan ibunya. Juga sepupu lain lagi yang diizinkan memanggang roti di atas kompor dengan variasi toping tertentu. Hiiih… iri aku! Kenapa sini cuma bisa masak mie?!

Karena hal itulah, memasak kemudian menjadi hal yang tidak biasa dan tidak saya suka karena sudah keburu berpikir, “Ah, nggak bisa masak!” atau “Ah, nanti rasanya nggak karuan dan malah diketawain.” Lalu ketika awal menikah saya bilang ke Abang kalau saya tidak bisa memasak. Titik. And he said, “It goes with a process..”

Saya nggak tahu segala macam bumbu. Saya nggak bisa bedain ketumbar sama lada (eh, apa itu sama ya?). Saya nggak tahu cara masak beraneka macam menu. Dan setiap ditanya ummi mertua yang suka bertanya; “Kalau sayur X bumbunya apa aja, Yulia?” maka jawaban andalan saya diawali dengan; “Bawang merah, bawang putih…..” lalu saya diam. Kalau mau nyemplungin makanan ke wajan dan bisa dipastikan akan meletup-meletup rasanya saya habis nyemplungin makanan tersebut ke minyak panas di wajan langsung mau kabur, mundur jauh-jauh sampai ruang tamu. Takut kecipratan!

Setiap mau memasak saya selalu googling karena takut salah. Bahkan ketika saya cuma mau menggoreng pisang! Tapi lama kelamaan saya jadi ngeh kalau memasak itu intinya sama: bumbu dan caranya nggak jauh beda. Ya kecuali mau bikin creme brulee sih..

Tumis kangkung
Tumis kangkung

Dan inilah tips memasak dari saya yang amatiran agar bisa memasak dengan sukses:

  1. Siapkan bahan-bahan dan bumbu terlebih dulu dan jejerkanlah satu per satu supaya tidak ada yang terlewat. Macam kaya di tivi gitu, garam seuprit, lalu di sebelahnya bawang putih cincang, lalu jeruk nipis, dan seterusnya.

    Tumis sawi
    Tumis sawi
  2. Sebelum mulai memasak dengan panduan buku atau ponsel, bacalah cara memasaknya berulang-ulang. Supaya agak hafal dikit-dikit. Jadi tidak sering-sering tengok hape atau buku dan malah jadi nggak konsen.
  3. Konsentrasi. Memasak nggak bakal sukses kalau pikiran lagi ke mana-mana. Konsentrasilah pada masakan yang ada di depan mata sambil diawali berdoa semoga makanannya sukses.
  4. Jika minat untuk memasak belum muncul, rajin-rajinlah menonton acara memasak. Mulai dari kulineran ala negeri sendiri hingga (kalau tersedia) TV kabel yang menampilkan khusus 24 jam acara memasak! Favorit saya yaitu acara Chef Michael Kitchen hingga tips ala Gordon Ramsay. Iyes, di situ bukan membahas bagaimana membuat fillet ikan dengan harga hingga ribuan dollar saking lezatnya, tapi tips-tips sederhana mulai dari cara memotong bawang putih dan memegang pisau tanpa melukai jari, cara memilih panci yang sesuai, hingga memilih menu yang super sederhana. Minat masak lama-kelamaan akan muncul dan ide ingin masak sesuatu berdatangan.
    wp-1455116858607.jpeg
    Pepes tahu

    Waktu itu saya tiba-tiba niat banget pengin bikin pepes tahu sendiri. Eh, nggak tahunya pas itu lagi hamil hihi jangan-jangan gara-gara itu sekarang dede kalau di dapur bawaannya pengin lihat kompor terus dan segala sodet dibawa ke mana-mana untuk mainan.

  5. Kalau belum PD juga untuk memasak, tips dari saya: “Cook when no one is watching!” Maksudnya kalau takut diketawain terus jadi down nggak pede, memasaklah ketika sedang di rumah sendirian. Daripada iseng cuma kepo-in akun tetangga, mending belajar masak ajaah. Kalo gosong ya namanya juga belajar. Saya ajah kemaren masak terong gosong padahal nggak ditinggal ngapa-ngapain. *heran.
  6. Pilih menu yang mudah-mudah dulu, baru meningkat ke yang lebih susah. Di awal jangan langsung pilih menu yang sulit dengan kemahiran atraksi memutar penggorengan atau melempar masakan. Salah-salah niatnya mau ngikutin lempar telur dan ditangkap wajan, malah masakannya hilang dan wajan gedumbrangan ke lantai. Hiiih…
  7. Kalo kata Gordon Ramsay, “Cook with confident.” Iyes, percaya diri. Mau gosong kek, mau kurang garam kek, mau bantet kek, yang penting percaya diri dulu.

Sekian dulu tips dari saya yang masih berjuang dan bertahan di rumah-baru sambil mikirin besok mau masak apah. Huhuhuhu dede lagi agak bosan dengan sayur berkuah yang selama ini jadi makanan favoritnya dan sayah pusiang. Dengan bikin tips ini bukan berarti saya sudah pintar memasak dan sudah mahir membuat daftar menu ya. Tapi saya juga belajar bahwa semuanya butuh proses dan nggak ada yang instant! Lha, mie instant aja kudu dimasak dulu bukannya kedip mata langsung jadi mie rebus di mangkok, kan? Slow down… Juga butuh proses ketika saya hingga saat ini masih pusing dan semacam kunang-kunang kalau nyuci ikan atau ayam mentah. Duh! Tapi hari ini (tolong ya dicatat dalam sejarah) saya berhasil memasak nasi dengan sukses tanpa rice cooker alias secara tradisional di langseng! Horray!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *