Review ~ Nyusu di Neo Milk Bar

Pasca nge-date dengan menonton AADC 2, kami berbelok ke Neo Milk Bar. Sebuah mini cafe dengan tema utama yaitu milk alias susu. Ini terlihat jelas dari tagline mereka, “Nyusu, yuk!

Lokasi cafenya cukup nyempil di antara deretan toko-toko di Jl. Raya Pasar Minggu km 18 no. 10. Kalau tidak pelan-pelan bisa kelewat karena sudah beberapa kali kami celingukan dan ternyata posisi cafe sudah terlewat.

Luas ruangan Neo Milk Bar tidak terlalu besar dan memanjang ke belakang dengan desain tulisan di dinding menggunakan kapur tulis ber-background hijau.

Deretan kursi-kursi berkaki tinggi memenuhi ruangan. Dari situ kita bisa berhadapan langsung dengan mereka-mereka yang menguasai dapur. Saya pun memesan pancake green tea dengan minuman semacam rempah-rempah yang berwarna pink. Ih, sebel deh saya lupa namanya! Sementara Abang pesan hotdog dan hot chocolate. Selain kami hanya ada sekitar dua meja lagi yang terisi.

wp-1466948762682.jpeg

Harga makanan dan minuman di Neo Milk Bar mulai dari Rp 12.000-an. Tadinya saya mau coba pancake rainbow tapi ternyata harganya Rp 38.000 sementara hotdog yang paling besar Rp 40.000-an. Pengin coba tapi takut nggak sebanding sama harga haha (kongkow kurang modal).

Kalau dari segi makanan dan minuman sebenarnya lumayan enak. Kekurangannya di lokasi dan suasana kafenya saja. Kami memang datang saat sudah sepi yaitu malam selasa pukul 21.30 sehingga tidak perlu pusing mikirin parkir. Karena area parkir di cafe mini ini hanya sedikit dan tentunya hanya untuk motor, beberapa meter malah “meminjam” area parkir Al**mart di sebelahnya, seperti kami saat itu.

Nah, satu lagi adalah lokasinya benar-benar dekat alias bersisian dengan jalan raya. Jadi bunyi laju kendaraan motor, mobil, dan segala klakson ikut masuk ke dalam. Ditambah lagi cafe menyetel musik dengan keras, mungkin supaya lebih seru, namun sayangnya berlomba dengan bunyi jalan raya sehingga saat kami ingin memesan atau membutuhkan sesuatu dan tidak ada petugas yang menengok, dipanggil pun nggak datang-datang karena nggak kedengaran, sehingga si Abang terpaksa jalan nyamperin ke dapur tempat petugas bikin pancake. Kalau sepi kaya gitu sih masih mending ya, tapi kalau lagi rame bisa riweuh juga.

wp-1466953401045.jpeg

Kabarnya Neo Milk Bar memang baru mulai satu tahun lalu dan berawal dari kedai susu di tepi jalan. Nah, kita doakan saja semoga makin sukses dan berkah supaya setidaknya kalau mau mempertahankan lokasi atau suasana musik yang loud, bisa pasang pintu kaca supaya suasananya lebih tenang.

image

*ditulis berdasarkan pengalaman pribadi dan bukan postingan berbayar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *