Kabar dari kebun (1)

Setelah menunggu sekitar 2.5 bulan, akhirnya 27 Juli kemarin ada kuncup bunga yang muncul. Saya rasa penyebab tanaman ini sempat kering dan tak kunjung berbunga adalah karena tidak mendapat sinar matahari full day. Sepertinya lho ya.

Awalnya saya pikir yang penting kena sinar matahari. Tapi kok di tempat yang sekarang malah jadi nggak berbunga lagi. Setelah saya amati ternyata siang hari pojokan rumah saya itu nggak kena sinar matahari langsung. Jadi hanya pagi hari saja. Jadilah si pot-pot kecil itu botak-botak dan kering.

 

Padahal tanaman ini termasuk favorit saya karena selama ini menumbuhkannya lumayan mudah. Tinggal dipotek saja batangnya itu, lalu tancapkan ke tanah, niscaya akan tumbuh lagi yang baru. Selama ini tanaman tersebut selalu berbunga di belakang rumah saya yang dulu. Warnanya ada yang merah, kuning, putih, atau oranye. Ini tanaman serupa yang berhasil saya tanam sekitaran tahun 2012.

dsc_0717

dsc_0620

Setelah evaluasi (tsah) saya akhirnya memindahkan pot bunga di jam-jam tertentu ke tempat-tempat yang terkena sinar langsung. Tentu saja mencuri-curi waktu saat Dede tidur. Karena kalau ketahuan bisa dipindahkan lagi potnya.

Nah, setelah beberapa hari meski hanya sebentar si potnya dipanas-panasin. Akhirnya muncul juga kuncupnya dan hari ini mekar.

Update: 

Nama tanaman ini ternyata adalah krokot atau moss rose atau Portulaca oleracea. Di Indonesia kabarnya juga dikenal dengan nama bunga pukul 9. Dan setelah saya baca-baca, ternyata memang ada masa-masa di mana si bunga setelah mekar akan mengempis daunnya, mengecil, dan tidak lagi berbunga. Kuncinya supaya subur lagi adalah di re-plant alias emang harus rajin motek-motekin batangnya dan ditanam lagi supaya tumbuh sel baru kembali dan dua bulan kemudian baru berbunga.

Oalah, pantas saja ya yang punya saya juga sekitaran dua bulanan baru mekar lagi. Baiklah, mari kita berkebun lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *