Mangrove Angke: hutan mangrove tersisa di Jakarta

Sekitar satu tahun lalu saya membaca artikel tentang kondisi Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) yang sangat memprihatinkan. Artikel yang ditulis oleh Mas Dedy itu bisa dibaca di sini.

Sumber: Dedy Istanto. Satuharapan.com

Duh, membayangkan jembatan yang pada tahun 2009 dulu rutin dilalui bersama kawan-kawan relawan untuk berkegiatan lalu sekarang tak terurus macam begitu sedih sekali rasanya. Lalu berita terbaru datang dari Ayah Edy yang baru saja berkunjung ke SMMA di bulan ini, beritanya tambah buruk lagi. Sekarang jembatan kayu itu tak lagi memiliki pegangan, bahkan penuh lubang dan tidak bisa dilewati di banyak bagian. Baca tulisannya di sini.

Dulu, (setahu saya) permasalahan utama di SMMA adalah sampah dan kurangnya perhatian pemerintah. Sebagai muara dari 13 sungai di Jakarta, area mangrove ini sangat disayangkan dipenuhi dengan sampah-sampah. Berbagai usaha dilakukan agar sampah tidak masuk ke area mangrove, namun tetap saja jumlah sampah yang mengalir setiap harinya sangat banyak. Sekarang permasalahan ditambah dengan kondisi fisik suaka margasatwa itu sendiri yang memprihatinkan.

Saya ingat betul, ketika membuka kembali folder-folder foto, tanggal 26 Juli 2009 pada acara Festival Pesisir, SMMA ditetapkan sebagai salah satu dari 12 tujuan wisata pesisir. Selain SMMA, di antaranya ada pula Sentra Perikanan Muara Angke, Kawasan Sunda Kelapa, Kampung Luar Batang, dan lain sebagainya sebagai tujuan wisata pesisir utara. Saat itu beramai-ramai setiap perwakilan hadir dan mengikuti festival dengan menaiki perahu layar sambil mengenakan kostum ciri khas masing-masing tempat.

Festival pesisir 2009
Festival pesisir 2009, entah dari kamera siapa. Saya di barisan belakang pakai baju ala nelayan.

Sayang sekali, slogan tinggal slogan. Info mengenai SMMA sebagai destinasi wisata pesisir kabarnya memang benar terdapat di bagian gerbang SMMA, namun area dalamnya sama sekali tak terurus. Padahal tempat ini penting sekali keberadaannya bagi lingkungan dan sebagai tempat pendidikan dan penelitian.

Baca juga tentang Suaka Margasatwa Muara Angke di sini.

DSC02553-min
Persiapan penghitungan burung air (Asian Waterbird Cencus), 2009

Bagi saya, yang (waktu itu) pengin banget ke hutan tapi belum dapat kesempatan untuk bepergian, SMMA itu penting banget. Di sana saya bisa leluasa menatap pohon besar tinggi-tinggi, tidur-tiduran di bawah pohon beringin, melihat buah pidada merah yang baru mekar, mengamati burung-burung air dan monyet ekor panjang mencari makan (di antara sampah).

Burung air di mangrove Muara Angke
Burung air di mangrove Muara Angke

Bagi saya, tempat itu lebih dari sekedar mangrove. Di sana tempat saya belajar mengenal orang-orang baru yang sebelumnya sama sekali tidak saya kenal. Lingkaran baru yang awalnya saya tolak untuk masuki karena saya sulit sekali beradaptasi dan selalu nervous berada di tengah orang banyak. Di sana saya belajar menjadi relawan dan belajar bersama-sama mencintai lingkungan.

DSC_1211-min

DSC_1215-min
Event bersih sampah, 2009-2010. Nggak tahu siapa yang jepret.

Dan di sanalah, salah satu tempat kenangan saya bersama almh. Bulik Pikoh.

Ibu selalu melarang saya ke mangrove Angke karena baginya hutan adalah lokasi yang sangat berbahaya. Sehingga untuk bisa berkegiatan di sana saya harus melewati perdebatan panjang hingga terkadang air mata dulu. Lalu almh. yang mendorong dan mengingatkan saya untuk terus tidak menyerah meyakinkan ibu bahwa apa yang saya lakukan adalah hal yang positif. Hingga akhirnya ibu membolehkan dengan catatan saya akan diantar dan pulangnya juga dijemput oleh suami Bulik Pikoh dan tentu juga almh. dan anak-anaknya (meski sempat beberapa kali saya pulang dan pergi sendiri). Maka jadilah saya seringkali pergi ke Angke beramai-ramai.

Sekarang, ketika Bulik Pikoh sudah tidak ada di sini lalu saya membaca kembali update terbaru dari SMMA yang jembatannya penuh lubang dan hampir ambruk itu, rasanya hati saya mencelos.

Ajak keluarga
Angke, 2009

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *