Membuat visa Taiwan

Perjalanan menuju Taiwan pada saat kami sudah melenggang memegang paspor rupanya masih panjang. Setelah ada adegan A gegulingan di kantor imigrasi alias ngambek karena kelamaan ngantri dan banyak orang, terus ngambek gara-gara orang-orang malah ngeliatin dia, selanjutnya kami harus mengurus visa Taiwan yang diharapkan jadi secepat kilat supaya bisa langsung berangkat beberapa hari kemudian. Hiii… ngebuts deh pokoknyah.

Hari Kamis itu saya dan Abang janjian untuk membuat visa di kantor dagang Taiwan atau TETO di kawasan SCBD. Pagi hari aja saya masih ngurusin print-an formulir yang ternyata salah tulis nama Abang sehingga harus isi ulang.

Berikut adalah hal-hal yang diperlukan untuk membuat visa Taiwan (disesuaikan dengan kondisi akhir April 2016):

1. Mengisi formulir yang tersedia di website resmi The Trade Economic and Trade Office atau TETO. Link ada di sini.

Jangan sampai salah ya, kalau sudah benar isian formulirnya nanti dicetak dan di-ttd. Tapi kalau belum langsung dicetak, jangan lupa save as draft dulu dengan catatan ingat kode yang muncul saat menyimpan draft tersebut supaya bisa dibuka kembali.

2. Pas foto 4×6 2 lembar, berwarna dan background harus putih ya.

A waktu difoto manyun gitu haha takut sama studio yang gelap dan takut sama tukang fotonya kayanya XD.

3. Fotocopy KK.

4. Surat resmi dari instansi tempat bekerja. Karena saya nggak kerja (kerja kantoran maksudnye) maka Abang aja yang minta surat resmi dari kantornya yang menandakan bahwa ia adalah pegawai instansi tersebut dan akan melakukan perjalanan ke Taiwan atas biaya sendiri, bukan biaya tetangga, eh biaya kantor maksudnya. Begitchu.

5. Rekening tabungan 3 bulan terakhir. Nggak begitu jelas sih harus minimal berapa nominalnya. Saya mah fotokopi seadanya aja.

6.  Tiket PP. Nah ini nih, karena kabarnya harus sudah punya tiket makanya kami beli duluan. Tapi ternyata paspor saya pun jadinya udah mepet, pokoknya serba mepet deh. Karena mengira faktor keharusan itu maka jadilah kami pesan tiket dulu baru ngurus visa yang harus ekspress sementara belakangan diketahui ternyata tiket PP nggak wajib hiks.

Intinya sih beberapa poin syarat di atas adalah untuk memastikan aja kita bakal pulang lagi dan bukannya menetap sebagai TKI illegal gitu.

Harga pembuatan visa biasa 650.000, sementara visa ekspress 24 jam adalah 950.000. Ini nih yang bikin puyeng, karena bikin visa hari Kamis dan kami berangkat Senin maka kami butuh visa kilat yang jadi besoknya alias hari Jumat! Makjang!

Usahakan datang pagi agar bisa mendapat nomor antrian awal. Sebenarnya sih nggak ribet dan nggak ngantri panjang banget hanya saja lumayan ramai orang yang mengantri untuk urusan TKI atau TKW sehingga terkesan riuh meski loketnya dipisah. Petugas loket pun sangat tegas dan kita harus gerak cepat ketika ia meminta kita menunjukan paspor, fotokopi KK, dan sebagainya. Maklum saja antrian masih panjang euy!

A sempat hampir nangis saat itu. Saya udah deg-deg-an aja karena di dalam ada tulisan dilarang berisik. Dibawa keluar nggak ada yang bisa dilihat, tapi untungnya pas hampir ngambek dan nangis kencang A nurut aja dibujukin lihat lampu tembok  😅.

Berbeda dengan waktu pengajuan visa yang hanya pagi hari, waktu pengambilan visa dilakukan siang hari sesudah pukul 1 siang. Usahakan datang sebelum loket dibuka supaya lebih cepat ngambilnya.

Kalau sudah, selamat terbang ke Taiwan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *