7 tips membersihkan rumah

Dengan pindahnya kami ke rumah baru, berarti menjadikan salah satu kewajiban utama saya adalah menjaga agar rumah yang kami tempati selalu bersih dan sehat. Apalagi A saat ini, di usianya yang menjelang 2 tahun, sedang giat-giatnya bergerak dan bermain. Di dalam rumah ia melakukan apa saja. Mulai dari membaca buku, berlari, melompat, memanjat, jungkir balik, hingga membantu saya menyetrika.

A hobi sekali membaca buku. Sejak awal kepindahan, saya memang berniat untuk menjadikan salah satu tempat di ruang tengah sebagai area lesehan untuk membaca. Di tempat itu saya menggelar karpet. Maka jadilah karpet itu sebagai area utama kami melakukan banyak hal. Tidak hanya membaca buku, tetapi juga bermain, berkreasi, hingga aktivitas semisal makan kue dan biskuit, minum, dan juga untuk tidur.

wp-1475846833502.jpeg

Saya selalu berusaha mengingatkan A untuk berhati-hati jika makan biskuit atau kue di karpet. Jangan sampai remah-remahannya mengundang kecoa dan semut dan bisa menimbulkan bahaya karena sehari-harinya kami menghabiskan banyak waktu untuk beraktivitas di area tersebut.

Saya inginnya rumah bersih setiap saat. Namun rupanya keinginan ini tidak bisa serta merta terwujud jika di rumah hanya berdua saja dengan toddler yang sedang aktif luar biasa. Waktu untuk membersihkan rumah ternyata terbatas dan singkat sekali. Paling-paling saya hanya sempat menyapu lantai dan membersihkan karpet yang terlihat saja. Sementara untuk membersihkan area yang lebih detail perlu waktu tersendiri yang lebih jangka waktunya lebih lama.

Berikut adalah beberapa tips membersihkan rumah ala saya:

  1. Bersihkan rumah secepat kilat selagi si anak sibuk

Biasanya ketika A sibuk dengan buku bacaan, mobilan, ataupun lego miliknnya, diam-diam saya melipir kabur untuk menyapu atau membersihkan dapur secepat kilat. Meski begitu ini tidak bisa bertahan terlampau lama karena ketika ia sudah menyadari saya tidak ada di dekatnya maka ia akan langsung menghampiri saya hehe.

2. Bersihkan rumah secepat kilat selagi si anak tidur

Saya punya waktu lebih banyak untuk membersihkan rumah saat A tidur. Namun, waktu ini juga harus dibagi lagi dengan pekerjaan rumah lain seperti mencuci pakaian dan menjemur, mencuci piring, masak, melipat pakaian, hingga menyetrika pakaian A! Ini belum ditambah jika ada deadline menulis. Tapi sebisa mungkin melakukan beberapa hal tersebut ketika si anak tidur.

p_20161102_185132

3. Hindari membersihkan rumah ketika tubuh menuntut rehat

Meski pikiran kita ingin agar rumah selalu bersih dan sehat setiap saat, namun hindari memaksa membersihkan rumah ketika tubuh kita sudah lelah dan ingin rehat. Jika dipaksakan kita bisa sakit karena terlalu lelah.

4. Lakukan secara perlahan tapi pasti

Slow down, Mum! Jika tidak bisa melakukan segala hal ketika si anak tidur, jangan terlalu pusing dengan rumah yang berantakan. Kecuali ada redaktur majalah interior yang ingin berkunjung ke rumah kita, jangan terlalu menuntut agar rumah rapi setiap detik tanpa ada debu secuil pun atau barang yang berantakan. Biarkan anak tetap bermain dan berkreasi.

picsart_07-02-12.23.51.jpg

5. Ajak anak membereskan kembali mainan ataupun buku bacaan kembali ke tempatnya setelah digunakan.

Meski butuh waktu dan perlu diingatkan berulang-ulang, namun tetap ingatkan anak untuk membantu Mamahnya membereskan mainan dan buku bacaan. A bahkan sesekali ikut membantu menyapu dan mengepel lantai ketika ada air yang tumpah.

6. Libatkan suami saat membereskan rumah

Ketika akhir pekan, ajak suami ikut andil dalam membereskan rumah. Pekerjaan rumah akan terasa lebih ringan jika dilakukan secara bersama-sama. Sesudahnya, bisa duduk bersama untuk minum teh atau makan makanan kesukaan sambil bercanda bersama anak.

7. Menggunakan alat bantu canggih untuk membereskan rumah

Sebagai ibu-ibu yang sehari-harinya tanpa ART, senang sekali rasanya jika tugas membersihkan rumah bisa jadi lebih ringan jika memiliki alat pembersih yang ringkas dan mudah digunakan. Contohnya seperti pembersih debu Electrolux tipe Ergorapido ZB3114AK ini yang masuk dalam wish list saya.

Sumber: Electrolux.co.id
Sumber: Electrolux.co.id

Jujur saja, baru kali ini saya tahu ada penyedot debu canggih macam ini. Sewaktu masih SMA, ayah pernah membawa pulang penyedot debu yang sepertinya dibeli second. Namun penyedot debu tersebut juga jarang dipakai untuk membersihkan rumah. Selain bising, kabelnya pun tidak terlalu panjang sehingga kami kesulitan untuk menjangkau area-area yang jauh dari stop kontak.

Sementara penyedot debu Electrolux Ergorapido ZB3114AK ini memiliki berbagai keunggulan, yaitu nirkabel alias nggak pake kabel! Dan jika pada waktu pertama kali Axe Wenner-Gren, pendiri Electrolux melansir Lux 1, penghisap debu pertama, dengan berat mencapai 14 kg pada tahun 1912 maka Electrolux Ergorapido ZB3114AK di tahun sekarang ini memiliki berat bersih 2.63 kg saja. Cukup ringan terutama untuk yang tidak boleh membawa beban berat macam saya.

Daaaan ternyata saya juga baru tahu kalau vacuum cleaner itu nggak cuma untuk membersihkan karpet tapi juga bisa untuk lantai. Ihiy dobel manfaat! Apalagi penyedot debu ini memiliki sifat fleksibel alias bisa menjangkau sudut-sudut kecil dan area tersembunyi di sofa. Duh, jadi makin pengin punya di rumah supaya menghemat waktu dan rumah jadi lebih sehat, juga bersih dari debu dan kotoran.

Coba kita lihat yuk keunggulan mesin penyedot debu Electrolux Ergorapido lewat video ini.

*Informasi mengenai penyedot debu diperoleh dari situs http://www.electrolux.co.id

2 thoughts on “7 tips membersihkan rumah

  • December 3, 2016 at 12:05 am
    Permalink

    ihhh gemes banget liat baby A! serius banget baca bukunyaaa! dan suka deh ada area kreasi, baca buku, main, dll dsb ๐Ÿ™‚ jadi segala aktivitas terpusat di sana yaaah… thanks buat tips bersih-bersih rumahnya.

    ehmmm, no 6 & 7 penting banget tuh! ๐Ÿ™‚

    Reply
    • December 7, 2016 at 6:43 am
      Permalink

      Hehe iya nih Teh Ninit, hobinya baca buku. Makasi udah mampir ^^

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *