Menuju Big Year 2016

Saya memang telat mengejar ketertinggalan sebuah “big year”. Big year atau bisa diartikan oleh kawan-kawan pengamat burung sebagai daftar burung yang ingin “didapatkan” di tahun tertentu. Didapatkan dalam artian tentu saja sebagai: ditemui di alam liar dan juga bisa ditambahkan artinya dengan diabadikan lewat kamera. Ingat: bukan dipelihara di kandang ya.

Pertengahan tahun saya akhirnya memecahkan celengan untuk membeli kamera. Iyes, tabungan kerja bertahun-tahun. Sebelumnya saya memang sudah memiliki DSLR, waktu itu dengan harapan kapan-kapan bisa nabung untuk beli lensa tele jadi bisa motret burung dan kawan-kawannya di hutan. Tapi berhubung saya pada akhirnya diketahui skoliosis dan tidak boleh membawa beban berat maka saya menguburkan mimpi lensa tele itu. Sehingga semasa penggunaan brace saya hanya menggunakan kamera ponsel untuk mengabadikan sesuatu. Dan sulit sekali dilakukan untuk kategori burung karena jarak yang jauh, kalo dideketin pada kabur. Sekali-kalinya moto burung itu adalah kareo padi waktu di Suaka Margasatwa Muara Angke dan bondol haji yang khilaf nggak kabur pas saya deketin di halaman belakang rumah. Oiya ditambah gelatik jawa waktu di Candi Prambanan.

Lalu terdengarlah kabar bahwa kamera yang satu ini sudah tiba di Indonesia sejak tahun lalu. Saya maju-mundur bilang ke Abang. Ya maklum lah, status sekarang sudah tidak punya gaji tetap ala kantoran plus bonus ini itu, di rumah cuma jualan yang Alhamdulillah tetap ada pemasukan. Tapi dengan hal itu, ibu rumah tangga ini mau beli kamera super?

Tapi Abang setuju aja, ya toh belinya pake uang saya haha. Jadi kami ngacir di sebuah hari, bertiga sama A ke toko kamera. Lalu saya pusiang menimbang beli atau tidak sambil megangin kameranya. Tapi zoomnya emang ok banget! Percobaan sambil megang-megang kameranya dan lama-lama nggak enak sama yang jual karena saya masih mikir mau beli atau nggak. Hingga pada akhirnya saya beli juga itu kamera prosumer Nikon Coolpix P900 sambil baca doa semoga ini bisa bermanfaat untuk menambah wawasan saya. (Review menyusul yaa).

*btw, ini kok jadi curhat. Big year-nya manah? Gpp yah hehe.

Singkat cerita dengan kamera prosumer ini, saya berasa mimpi selama bertahun-tahun itu jadi nyata. Dreams come true.

Selama ini saya cuma melongo lihat foto burung yang dihasilkan orang-orang, sekarang saya bisa moto juga meski kemampuan masih acak-acakan. Ditambah tangan tremor, gemeteran karena keberatan megang kamera.

Dan inilah big year 2016 saya yang baru terwujud sejak Agustus 2016:

  1. Burung betet biasa
  2. Burung madu kelapa
  3. Jalak (ID unknown)
  4. Bentet kelabu
  5. Punai gading
  6. Kipasan belang
  7. Cucak kutilang
  8. Takur ungkut-ungkut

Burung no. 1,2,5,6, dan 7 adalah burung yang sehari-harinya berada di sekitar atau bahkan mondar-mandir ke halaman rumah yang sudah saya tempati sejak bertahun-tahun lamanya. Dan selama ini saya hanya bisa mengamati dari jauh atau bahkan nggak tahu wujudnya seperti apa sehingga selalu salah kira antara spesies dan suaranya.

Big Year 2016 ini pun menjadi semakin berkesan buat saya karena bulan depan nanti rumah orangtua ini akan kami lepas hiks… ada banyak sekali kenangan selama tinggal kurang lebih 17 tahun di sini. Terutama kenangan akan halaman belakangnya yang selalu mengobati kerinduan saya akan hutan yang sebenarnya dan pepohonan tingginya.

Semoga suatu hari nanti kami kembali diberikan kesempatan untuk memiliki rumah yang juga memiliki halaman luas dan pepohonan tempat burung dan kupu-kupu mampir. Aamiin.

dscn1204_wm

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *