Review~ Kemping urban ala Travel Mie

Tempat nongkrong baru ini cukup menarik perhatian saya. Pasalnya seingat saya tempat tersebut awalnya berupa bengkel dan ketika beberapa bulan tidak melewati lokasi tersebut, voila! Kok sudah jadi tempat makan yang pengunjungnya parkir berbaris-baris? Pada bagian atas bangunannya bertuliskan Travel Mie.

Setelah beberapa kali batal untuk mampir ke sana, akhirnya sekitar dua minggu lalu kami secara dadakan langsung tancap ke Travel Mie. Emang ya, kalo dadakan malah jadi hehe. Abang pulang kerja jemput kami, lalu meluncur deh ke Travel Mie.

Pengelola dan pemilik usaha warung makan ini mungkin seseorang yang senang bergiat di alam sehingga membuat konsep warung makan yang lekat dengan kemping dan mendaki gunung.

Travel Mie yang kami kunjungi ini berlokasi di Jl. Raya Pasar Minggu no. 55 dan lokasi Travel Mie di cabang ini ditasbihkan sebagai “Puncaknya Jakarta”. Ada plang keterangan puncak tersebut plus bendera merah putih, serasa di puncak gunung gitu maksudnya.

Meski areanya di tepi jalan, tapi karena cukup menjorok ke dalam jadinya tidak terlalu bising ya. Kami pun disambut dengan berderet-deret tenda di sisi kanan dan kiri, juga meja dan kursi kayu kecil di bagian tengah. Terdapat pula dinding dengan poin-poin panjat meski saya nggak tahu itu biasanya dipakai untuk manjat juga atau hanya hiasan saja.

A saya tawarin manjat barang satu dua malah diem aja hehe, dia terpukau sama lampu-lampu yang dipasang di langit-langit seolah seperti bintang malam hari. Konsep kemping ini memang terlihat dengan suasana yang sengaja dibuat temaram. Di setiap meja dan tenda tersedia lampu petromak.

img_20161211_191426636

Begitu melihat daftar menu, niat untuk makan mie malah langsung hilang karena saya melihat tulisan NASI BAKAR di menu. Langsung lah saya pesan itu, sementara Abang pesan nasi goreng rendang. A saya pesankan roti bakar cheese factory.

Karena si Abang puasa jadinya kami nunggu adzan dulu, meski ternyata Abang kelupaan minum chocholate float 1/4 gelas. Blaah, lupa apa sengaja haha.

Ini dia penampakan roti bakar kejunya. Karena temanya kemping jadi peralatan makannya pun pake nesting. Malahan namanya ropating cheese factory alias roti panggang nesting cheese factory.

img_20161211_191524517

Dan ini nasi bakar teri ayam pesenan saya. Tadinya saya mau makan di atas jepitan panggangannya.

p_20161205_180434_ll

Rasa nasi bakarnya enak, sambelnya enak, harganya juga nggak terlalu mahal. Nasi goreng rendangnya juga enak tapi nggak sempat difoto karena yang puasa udah kelaperan.

Setelah kunjungan itu, kami datang lagi ke Travel Mie bersama kakak saya. Ia memesan nasi liwet camping. Katanya sih dimasak dengan rempah asli. Disajikannya dengan kuali dan diatasnya terdapat dua telur mata sapi, lalu dilengkapi dengan lalapan dan sambal.

P_20170720_202445_HDR

Sementara nasi goreng babat tumis soto plus irisan mangga terasa pedaaaaaas banget.

P_20170720_202411_HDR

p_20161205_180512

 

img_20161211_191557398

Selain di Jakarta, Travel Mie juga terdapat di Tangerang dan baru-baru ini buka cabang di Surabaya.

_img_000000_000000

Travel Mie Puncaknya Jakarta

Jl. Raya Pasar Minggu no. 55 (dekat Volvo).

Http://travelmie.com

IG: @Travelmie

2 thoughts on “Review~ Kemping urban ala Travel Mie

  • December 22, 2016 at 5:49 am
    Permalink

    Kayaknya asyik mbak tempatnya. Sayang lho mbak, jauh jauh kok nggak jadi nyobain travel mie nya. Yang baca jadi penasaran sama rasa travel mie nya. Hehehehe… Oia, salam kenal mbak,n happy mothers day ya

    Reply
    • December 22, 2016 at 5:57 am
      Permalink

      Hehehe saya keburu ngiler sama nasi bakarnya, lagipula baru beberapa hari sebelumnya makan mie :p. Ini dekat kok dari rumah saya, nanti kalo balik lagi dan makan mienya saya tulisin lagi reviewnya di sini yaaa. Terima kasih sudah mampir, happy mother’s day too ^^.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *