Saat kamera tertinggal di taxi online

Bismillahirrahmanirrahim…

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mempromosikan pihak tertentu, tetapi hanya berupa catatan berdasarkan pengalaman pribadi dan rasa terima kasih saya kepada Bapak Imam dan keluarganya yang sudah berbaik hati pada kami.

—————-

Awal tahun 2017 diawali dengan kejadian yang lumayan bikin deg-degan. Senin, 2 Januari 2017 saya dan keluarga menggunakan taxi online Uber dari Cibubur menuju Jakarta Selatan. Abang dan sepupu saya meletakan barang-barang bawaan di bagasi mobil yang menjemput kami. Sang bapak tidak kesulitan menemukan lokasi  karena sedang berada tidak terlalu jauh dari titik jemput sehingga bisa sampai tanpa menelepon lebih dulu. Kami semua pun akhirnya melaju dengan selamat sampai di rumah sekitar 1 jam kemudian.

Esok hari di rumah saya mendapat kabar dari Abang bahwa ada email yang masuk mengenai 1 set kamera yang tertinggal di mobil. Onde mandeh… Saya malah nanya sama diri saya sendiri dengan muka kaget, “Oh iya, kamera Mamah mana?!” trus disambut muka A yang bengong. Waktu itu kami lagi duduk-duduk asooy baca buku. Padahal itu kan udah dikasi tau ya kalo kamera ketinggalan, lha masih nanya lagi +_+.

Tapi beneran deh. Pulang dari sore, malem, ampe besok pagi saya nggak ingat kalo kamera saya nggak ada! Dalam email menurut Abang tertera tulisan kalau saya harus menghubungi no kontak sekian-sekian. Awalnya saya pikir itu no customer Uber, ternyata pas saya baca lagi isi forward emailnya diperkirakan itu adalah nomor si bapaknya.

Benarlah, Bapak Imam yang saya telepon memberi tahu kalau kamera beserta tripod saya tertinggal di mobilnya. Adiknya lah yang menurunkan barang-barang dari dalam mobil pada malam hari, lalu berkata, “Lho ini punya siapa?”

Menurut cerita, Bapak Imam lalu mengingat-ingat penumpang yang naik di mobilnya. Ia pun menelepon beberapa penumpang dan bertanya perihal kamera tapi semuanya menjawab bukan. Lalu Bapak Imam meminta maaf karena anaknya akhirnya membuka kamera dan melihat isi fotonya, di situ terdapat foto Abang dan A. Bapak Imam pun yakin bahwa kamera itu adalah milik kami. Sayangnya ia tidak bisa menghubungi karena memang tidak telpon-telponan sama Abang. Bapak Imam pun mengirimkan email kepada pihak Uber agar menghubungi Abang dan barulah esok paginya Abang menerima dan membaca email tersebut.

Bapak Imam kemudian berkata kalau hari itu ia tidak bekerja menarik penumpang melalui taxi online-nya sehingga tidak bisa mengantar kamera ke saya. Kamera akan diantar oleh adiknya. Saya mengucapkan terima kasih banyak di telepon dan meski sempat was-was tapi saya yakin kamera saat itu akan kembali ke kami.

Pukul setengah 2 siang akhirnya adik Bapak Imam tiba dan mengantarkan kamera beserta tripod dengan utuh dan tanpa kurang suatu apapun. Bapak Imam bahkan sempat mengatakan uang yang ada di saku kamera juga masih ada (kira-kira jumlahnya Rp 15.000). A memerhatikan Bapak yang mengembalikan kamera ke saya. Sejak pagi ia ikut riuh bertanya, “Amewa Mamah tetinggalan di manah?”

p_20170103_134555
Oh, my memory!

Ketika melangkah menuju rumah, kaki saya rasanya lemaaaaaas banget. Saya nggak bisa bayangin kalo kamera nggak balik. Kamera sama tripod (yang udah berumur 6 tahun) ini baruuuu saja beberapa hari sebelumnya diisi sama rekaman dan foto-foto saat keluarga kami pindahan. Pindah dari rumah yang sudah ditempati selama sekitar 30 tahun. Foto dan rekaman yang penuh dengan kenangan akan rumah kesayangan yang memberikan banyak sekali memori tak ternilai.

Terima kasih banyak untuk Bapak Imam, Bapak Mulyadi, dan keluarga yang sudah bersikap sangat baik kepada kami, sudah bersedia jauh-jauh dari rumah mengantarkan kamera. Mohon maaf merepotkan dan mohon maaf kalau tidak berkenan bahwa saya menuliskan cerita ini melalui blog.

Semoga keluarga Bapak Imam semuanya selalu diberi kelapangan hati dan kesehatan, juga rezeki yang penuh berkah. Aamiin.

img-20170103-wa0000

 

2 thoughts on “Saat kamera tertinggal di taxi online

  • January 20, 2017 at 7:47 am
    Permalink

    Masya Allah… baik sekali Pak Imam sekeluarga *terharu.
    Kebayang klo kejadian, lemes selemes-lemesnya :'(
    Alhamdulillaah masih rejeki ya Mamah..

    Reply
    • January 22, 2017 at 2:35 pm
      Permalink

      Ho oh ruuun. Rasanya kaya melayang gitu pas kamera balik heu

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *