Kabar sukulen dari kebun mini

Saya menyukai kaktus dan teman-temannya jauh sebelum mereka menjadi booming akhir-akhir ini.

Kalau tidak salah jenis echeveria
Kalau tidak salah jenis echeveria

Dulu, setiap pergi ke dataran tinggi hampir pasti saya membeli kaktus meski tidak lama kemudian kaktus-kaktus tersebut mati karena saya kurang bisa merawatnya.

Lalu tahun 2010 Abang memberikan kaktus mini pada saya dan batangnya masih tetap tumbuh tinggi di pot hingga tak bisa lagi ditampung dan tiba-tiba menghilang dari kebun belakang. Rupanya rubuh dan entah tertutup pepohonan lain.

Semua kaktus adalah termasuk succulent (sukulen) tapi tidak semua sukulen merupakan kaktus. Daun-daun sukulen tebal karena mengandung air sehingga bisa bertahan tanpa harus disiram sering-sering.

Pertama kalinya saya membeli sukulen adalah secara online di tahun lalu. Dan karena penjual berkata tidak apa disiram ketika tanah sudah kering, saya pun menyiramnya. Lalu apa jadinya? Mereka membusuk satu per satu. Padahal tadinya sudah akan muncul bunganya.

Setelah itu sukulen lain mulai rontok tapi di sisi lain juga bertambah tinggi.

img-20160627-wa0001_1.jpg

 

dscn0069.jpg
Sukulen ini paling awet

wp-1466487948850.jpeg

Lalu sukulen-sukulen itu terlalu lama ditinggal. Sulit pula merawat string of pearls yang berbentuk butiran-butiran dan termasuk sukulen juga. Harganya pun terbilang mahal. Pada foto di atas terlihat sedikit yang di sebelah kanan atas berupa butiran-butiran hijau. String of pearls ini buat saya sensitif banget. Nggak boleh disiram. Malah ada yang menaruh potnya di mangkok berisi air, lalu biarkan akar-akarnya yang menyerap. Sayangnya yang punya saya keburu metong. Mungkin akarnya shock lalu membusuk dan mati.

Tapi dengan adanya kaktus dan sukulen yang membusuk bulan Juni hingga Oktober tahun lalu, sesudahnya saya nggak kapok donk beli lagi hehe. Apalagi waktu kami kemping pertama kalinya sama A dan pulangnya melewati deretan penjual kaktus. Ya Allah… rasanya mau borong semua hiks… Karena harganya lebih murah dari sebelumnya (which is beli online dan diantar pakai gojek), maka saya pun beli 3 pot! Maunya sih beli 10 pot tapi nggak boleh sama Abang huhuhuhu…

P_20161108_092257

Ini foto pasca beli di awal November 2016 lalu. Yang menjuntai itu disebut donkey’s tail atau burro’s tail atau Sedum morganianum. Yang tinggi berduri itu euphorbia leach. Sementara yang berbentuk segitiga adalah haworthia. Plus ada bonus juga di pot yang sama tapi sayangnya mati 2 minggu kemudian.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya saya nggak mau lagi nyiram kaktus dengan mengucurkan air langsung dari keran meski sesudahnya kaktus tersebut dijemur di bawah sinar matahari. Jadinya cuma saya ciprat-ciprat tanahnya pakai jari saja kalau tanahnya sudah kering. Oh iya dulu, kaktus ini rajin saya jemur dan kalo hujan dipindah langsung ke dalam rumah. Tapi sekarang saya letakkan saja di teras yang tidak terkena air hujan langsung.

Si donkey tail ini termasuk succulents dan bukannya kaktus. Dia tipe yang mudah rontok kalo kesenggol kenceng. Tapi rontokannya jangan dibuang ya, itu bisa numbuh lagi kalo kita geletakin di tanah. Umumnya semua sukulen seperti itu. Nantinya akan tumbuh akar baru. Tapi kalo di saya, pertumbuhannya lamaaaaa banget hiks…

P_20161108_092339
Donkey tail close up

 

Baby cactuses
Baby cactuses

Sayangnya sekarang setelah 4 bulan dan suka lupa disiram, atau mungkin juga kepanasan, donkey tail pun menjadi kering, jarang-jarang daunnya, dan keriput. Hiks… siapa bilang ngerawat kaktus atau juga succulents gampang. Disiram busuk, nggak disiram keriput. Hanya kaktus tertentu saja yang bisa terpapar hujan badai dan sinar matahari. Tapi syukurlah, meski keriput kalo saya rajin ciprat-cipratin air muncul lagi bunga dan tunas barunya. Sepertinya memang harus bongkar pot dan beri media baru yang lebih subur.

P_20170226_134034

Sementara 2 pot lain yaitu euphorbia leach yang berduri tajam dan haworthia mutica yang berbentuk menyerupai segitiga (tolong dikoreksi ya kalo salah) ada juga yang membusuk meski tetap juga satu sisi terus tumbuh.

P_20170302_140217
Euphorbia leach yang sebelah kiri

 

Haworthia mutica yang tumbuh anakan baru
Haworthia mutica yang tumbuh anakan baru

Oh iya, berbeda dari sukulen yang saya beli online sebelumnya hanya menggunakan media tanam berupa sekam bakar, sementara yang ini juga terdapat campuran pupuk dan tanah.

Pada akhirnya saya membeli pupuk yang berbentuk butiran kecil (merk vedagro) dan juga cairan recovery yang disemprotkan untuk tanaman yang sedang dalam tahap pemulihan karena cuaca, pindah pot, dan sebagainya.

P_20170303_092819

Sayangnya kemudian pot-pot kembali terbengkalai hingga akhirnya banyak tunas baru yang mati dan gagal tumbuh. Hiks… Donkey tails semakin rontok karena diutak-atik bocah namun ada beberapa daun yang menggendut dan tidak keriput.

IMG_20170324_080656_854

Setidaknya ada sedikit perkembangan. Pada akhirnya untuk memudahkan saya jadikan mereka di 1 pot saja.

P_20170324_075936

P_20170324_075913
Donkey tails kerontang

Sementara kaktus berduri kecil satu ini saya temukan terbelah dan terbengkalai di batu-batu. Karena nggak bisa saya tanam di situ, jadinya saya bawa pulang. Di bagian bawahnya ada akar dan daun kaktus yang sudah membusuk. Saya coba saja tanam di rumah hingga akhirnya muncul daun baru.

P_20170209_131246

And that’s it. Habis ini saya insyaa Allah masih mau berburu sukulen lagi hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *