Ketika mengeluh

Mulai dari permasalahan Kendeng, sidang penistaan Al Quran, kelaparan di Somalia, privatisasi pulau, hingga konflik Suriah yang kembali memakan korban mewarnai lini masa sosial media. Kali ini kabarnya rezim di Suriah tersebut menggunakan gas beracun. Jahatnya ih… Astaghfirullah..

Ah, betapa dan betapa kami di sini yang tak kuasa melakukan apa-apa. Tak bisa berbuat apa-apa. Hanya duduk, tertawa, menghabiskan uang untuk membeli pakaian yang sudah bertumpuk-tumpuk, makan makanan enak dan membuangnya ketika sudah basi dan tak termakan. Sementara ada sudut kelaparan di sana.

Anak-anak kami bisa berlari dengan bebas, bahkan ketika barusan ada beberapa kali pesawat tempur yang sedang hilir mudik untuk latihan. Latihan akrobat mungkin. Sementara nun jauh di sana pesawat terbang rendah lalu menyebarkan gas beracun atau menjatuhkan bom.

Anak-anak kami di sini berjalan dengan santainya menuju mushola dan masjid, tertawa bersama teman-teman. Sementara nun jauh di sana, ada bom yang dijatuhkan di dekat masjid dan bahkan penyerangan terhadap jamaah yang akan sholat.

Rumah yang berantakan, gaji yang dirasa tidak cukup, hasil penjualan menurun, anak-anak yang rewel. Ah, kami masih saja mengeluh di bawah naungan atap yang sudah diberikan. Mengeluh di depan makanan yang siap disantap. Mengeluh atas pakaian yang sudah dikenakan. Sementara di sudut lain ada yang tidak punya rumah untuk bernaung, makanan untuk dimakan, dan pakaian untuk dikenakan.

Ya Allah. Jangan condongkan hatiku kepada kesesatan, setelah Engkau berikan petunjuk kepadaku. 

Jadikanlah kami manusia yang bermanfaat bagi sesama. Aamiin.

DSCN1185

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *