6 hal yang harus diperhatikan dalam merawat sukulen

Belajar dari pengalaman, trial and error. Merawat tanaman sukulen dan kaktus susah-susah gampang. Meski ada yang bilang bahwa mereka minim perawatan, namun bukan berarti tanaman sukulen dan kaktus tak butuh diperhatikan.

Setelah berkali-kali gagal, kini saya malah niat jualan sukulen hehe.

IMG_20170520_151419_400

Terlepas dari jualan saya ini berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam merawat sukulen:

1. Penyiraman

Menyiram sukulen terlalu banyak bisa menyebabkan akarnya membusuk kemudian mati. Tanaman sukulen yang sudah membusuk akan sulit sekali dirawat untuk regrow kembali.

Maka meski ada yang berkata bahwa ketika tanah bagian atas terasa kering ketika kita pegang kemudian lakukan penyiraman hingga air keluar dari lubang bawah pot, namun saya lebih suka tetap menyemprotnya saja. Karena dari pengalaman yang sudah-sudah, menyiram keseluruhan tanah meski kemudian air keluar dari drainase malah tetap membuat sukulen membusuk. Jadi saya pilih semprot-semprot saja.

Kita juga harus memerhatikan daun-daun pada sukulen. Jika wrinkly atau keriput, maka bisa jadi karena terlalu banyak menyiram atau kurang disiram. Jadi memang harus banyak baca dan belajar ya.

2. Untuk beberapa jenis sukulen misalnya seperti Echeveria, jangan biarkan air mengendap lama di daunnya. Karena bisa membusuk dan memancing kutu daun datang.

IMG_20170424_204102_058

3. Selalu perhatikan bagian bawah tanaman.

Ketika ada daun yang layu di bagian bawah maka ini normal, karena nantinya akan ada daun baru lagi yang bermunculan. Namun segera pisahkan daun yang layu tersebut agar tidak memancing kutu datang.

P_20170524_134614

Dan meski tanaman kaktus terbilang hard dan tahan cuaca, namun perhatikan kondisi tanah.

Tanpa disadari kaktus yang saya pikir baik-baik saja tiba-tiba tumbang karena tanahnya lembab dan muncul kutu akar. Meski masih ada yang bisa diselamatkan namun tetap saja membuat kecewa.

4. Belajar propagation

Sukulen terbilang unik karena daunnya menyimpan air, sehingga gendut-gendut dan yang lebih unik lagi bisa kita kloning!

Caranya pilih daun yang terlihat sehat, lalu potong atau potek secara hati-hati dari tumbuhan induknya. Tempatkan di tanah dan semprot-semprot hingga beberapa minggu kemudian akan muncul akar baru.

IMG_20170520_145739_539

5. Jangan lupa: pilih pot yang ada lubang drainasenya ya.

Ini supaya tidak lembab dan air bisa merembes keluar. Paling baik adalah menggunakan pot terracotta atau tanah liat karena bersifat tidak menyimpan air.

Jpeg
Pot terracotta

6. Perhatikan media tanam.

Untuk sukulen media yang paling baik adalah yang poros. Di paling bawah saya menempatkan batu-batuan seperti pasir malang untuk akuarium atau stereofoam supaya bagian tersebut tidak lembab, kemudian tanah campur pupuk kandang, dan paling atas bisa dengan sekam bakar. Namun karena keterbatasan batu-batuan, kadang saya langsung tempatkan tanah juga asalkan lubang drainase pot berukuran besar.

Happy gardening!

IMG_20170523_110127_871

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *