Belajar lewat keping puzzle

Kami membeli puzzle ini di depan planetarium TIM. Jumlah puzzlenya banyak dan saya belikan karena si anak tertarik dengan gambarnya saja, yaitu film Super Wings.

Sampai rumah A meminta saya untuk bermain bongkar pasang puzzle sementara ia menonton saja. Saya pun tidak memaksa A atau mengarahkannya untuk bermain atau meletakkan keping puzzle ini di sini, itu di situ. Pokoknya cuma saya aja yang mainan (Emak-emak malah mainan ya, bukannya nyuci piring). Kadang A memerhatikan saya, kadang hanya selintas sambil bermain mobil-mobilan.

Dua hari kemudian A membongkar satu sisi puzzle lalu menyusunnya ulang. Ia tidak membongkar keseluruhan puzzle, tapi melepasnya sedikit-demi sedikit lalu pasang lagi. Kemudian berganti membongkar satu sisi lain. Rupanya begitu cara A untuk bermain puzzle di awal waktu. Ia bongkar sedikit demi sedikit kemudian memasangnya lagi. Dua hari berikutnya ia sudah bisa memasang keseluruhan puzzle.

Empat hari kemudian sudah bisa dalam tempo yang lebih cepat lagi. Pagi, siang, sore, hingga malam saat mau tidur kerjaannya ya main puzzle.

Ah, maapkan Ama yang pernah meremehkan bahwa kamu mungkin belum bisa memainkan puzzle berjumlah banyak ini.

Luv you!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *