Kemping di Gunung Geulis Camp Site, Sentul

Sebagai orang yang dulu aktif suka numpang tidur di sekretariat organisasi kepecinta-alaman, reuni 10 tahun bersama kawan-kawannya itu tidak dilewatkan begitu saja oleh Abang.

Ide reuni sebenarnya sudah dicetuskan beberapa bulan sebelumnya, Abang bahkan sempat ingin ikut survey bersama kawannya yang lain ke Cibodas. Tempat yang dipilih memang tidak jauh-jauh dari Cibodas karena di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango itulah mereka dulu dilantik.

Namun karena satu dan lain hal, tempat berkumpul dan kemah bersama kawan-kawan yang banyak di antaranya sudah berkeluarga itu, akhirnya diubah menjadi ke Sentul, Bogor. Tepatnya di Gunung Geulis Camp Site.

DSCN4996

DSCN4995

Lokasi Gunung Geulis Camp Site berada di JL. Raya Golf Gunung Geulis No. 3, Kampung Babakan Sirna, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung
Bogor.

Namun lokasi ini hanya bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi. Kami bertiga waktu itu menumpang mobil keluarga Nisa. Namun dalam perjalanan terjadi masalah dengan mobil sehingga kami memutar jalur untuk mencari bengkel terlebih dulu ke Cibinong untuk kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan taxi online.

Jalur menuju Gunung Geulis berkelok-kelok dan di beberapa titik terlihat warung-warung kopi dan mie yang ramai di tepi jalan. Nyaris semuanya menyuguhkan pemandangan dari ketinggian, persis menyerupai warung-warung yang bisa kita lihat sepanjang jalur Puncak.

Ketika kami sampai adalah pukul 4 sore. Beberapa keluarga terlihat membawa mainan sendiri dari rumah untuk digunakan beramai-ramai. Di sini juga tersedia kolam renang. Saat kami datang anak-anak yang lain sudah basah kuyup karena bolak-balik nyemplung ke kolam renang.

DSCN4990

Jangan khawatirkan tenda dan MCK selama berkemah, Gunung Geulis Camp Site ini sudah mencakup tenda dengan kasur bawah, bantal, dan selimut. Juga deretan-deretan kamar mandi dengan air yang bersih.

DSCN4993

Mengingat A sejak seharian di jalan belum tidur sama sekali, maka tugas pertama di tempat berkemah ini adalah membuat A tertidur. Sayangnya ia malah terlalu excited dengan segala hal yang ada di depannya hingga menolak tidur.

bondol jawa
bondol jawa

Para peserta ibu dan anak dibagi ke dalam tenda yang sama agar lebih akrab dan berbagi biaya. Namun ada juga keluarga yang memesan satu tenda khusus yang hanya diisi keluarga mereka sendiri, tentunya dengan mengeluarkan biaya lebih.

P_20170909_163040_HDR
A girang karena bisa kemping lagi

Kami akhirnya bergabung dengan keluarga lain dan membiarkan A bermain. Setelah mandi dan berganti baju, A malah makin melek. Barulah selepas maghrib ketika saya sedang bergabung bersama para ibu untuk merangkai sate sosis dan bakso, A memutuskan untuk tidur karena melihat suasana hari yang sudah malam. Tak perlu waktu lama hingga akhirnya ia tertidur di dalam tenda.

^^^^^^^^

Malam hari langit mendung namun tidak hujan. Kami duduk di aula selepas makan malam. Layar proyektor menampilkan foto-foto 10 tahun lalu saat para anggota pecinta alam itu melakukan serangkaian perjalanan panjang di gunung dan hutan.

Hanya dengan melihat sekilas saja, kita bisa tahu banyak sekali perubahan yang terjadi pada diri setiap orang dalam kurun waktu 10 tahun. Ada tawa dan gelak yang ramai hadir di tempat yang lampunya dipadamkan itu hingga yang tersisa hanyalah cahaya dari proyektor.

Menertawakan masa lalu, mengingat kenangan yang beberapa sempat terlupa, meraba-raba lagi bagaimana dulu bisa menempuh perjalanan dengan membawa beban super besar di punggung, menghabiskan waktu dua minggu di area pegunungan hingga uang seolah tak laku. Kemudian setelah seluruh memori selesai diputar, semua yang hadir seolah melompat ke masa depan.

Selanjutnya kami duduk di tikar mengelilingi api unggun. Anak-anak masih berlarian dan beberapa sudah mulai mengantuk sementara saya membantu membakar sate sosis dan bakso. Masing-masing peserta kemudian memperkenalkan keluarganya, juga masukan dan pendapat selama mengikuti acara maupun jika kemungkinan ada gathering lagi yang serupa.

Acara malam itu ditutup dengan pembacaan puisi Mandalawangi-Pangrango yang dulu dibuat oleh Soe Hok Gie, juga lagu Pecinta Alam di Jenjang Desember (Mahameru) yang cukup bikin saya merinding di keheningan malam itu.

Setelah acara selesai, para lelaki masih asyik mengobrol hingga larut malam. Sementara saya tertidur di dalam tenda bersama Adin dan Dinara, juga Dini dan Ranu. A sempat terbangun tengah malam dan meminta dibikinkan susu, ia melek dan terdiam saja selama beberapa saat memerhatikan ada Dinara di sebelahnya hehe.

Mulai malam hingga Subuh, udara malam rupanya tidak dingin, bahkan cenderung panas. Selepas Subuh, langit barulah tidak mendung dan bulan pun terlihat.

DSCN4949

A masih juga tertidur pulas bahkan hingga semua orang sudah bangun. Saya malah jadi asyik mainan balon sama Dinara yang diam saja saat terbangun dari tidurnya tapi Emaknya, Adin, nggak ada. Nggak tahu ke mana haha. Mumpung A masih tidur jadinya saya main sama Dinara ihiiy…

Oh iya, tenda di tempat berkemah ini dilengkapi bagian teras yang ditutupi tilam atau tikar ya. Jadinya lebih lega untuk meletakan barang-barang maupun duduk-duduk saja.

DSCN4962

DSCN4963

Habis itu saya sarapan duluan sementara Abang berjaga di tenda. Nasi gorengnya rasanya yaa lumayan lah. Yang jelas lebih enak daripada bikinan saya.

DSCN4964

Setelahnya, direncanakan untuk trekking di sekitar tempat berkemah. A yang sudah terbangun ternyata sudah ngiler banget mau renang. Jadilah ketika saya ajak jalan-jalan dia nggak mau. Pas saya bilang saya mau trekking bareng yang lain, A setuju aja dan nggak nolak. Baiklah, jadinya saya jalan-jalan bareng yang lain tapi nggak bawa anak hehe.

Jalur trekkingnya sebenarnya cuma sekitaran perumahan warga yang dihiasi ladang juga kebun pisang. Kadang jalurnya naik turun dan bikin lumayan kalo gendong anak. Yaaaa.. 10 tahun lalu gendong carrier sekarang gendong anak deh (plus bawa balon).

DSCN5000

DSCN5010

DSCN5017

Pas sudah sekiaaan lama perjalanan, akhirnya berputar lagi ke basecamp. 

DSCN5051

Setelah itu kami Abang langsung packing karena kami harus segera kembali ke Ciputat sebelum pukul 4 sore. Namun sebelum pulang masih ada diskusi parenting untuk para ibu yang dipandu oleh Adin.

DSCN5063

Makan siang hari itu lauknya sayur asam dan ayam goreng. Sementara untuk minuman tersedia teh manis dan kopi yang bisa diisi ulang sesuka hati.

Pulangnya kami nebeng mobil milik Ary dan keluarga.

Terima kasih untuk para panitia dan semua yang sudah mensukseskan acara ini (plus ada doorprize pula dari Bang Dedi).

Semoga silaturahim tetap terjaga.

DSCN5032

Foto rame-rame oleh Fikri
Foto rame-rame oleh Fikri

Gunung Geulis Camp Site

Alamat: JL. Raya Golf Gunung Geulis No. 3 RT 002 / RW 003 Kampung Babakan Sirna Desa Pasir Angin Kecamatan Megamendung Bogor – 16720

Telepon: 0251-8250741