BATU: Eco Green Park

Hari terakhir kami berada di Kota Batu, diisi dengan berkunjung ke Eco Green Park. Ini sebenernya rencana dadakan semalam sebelumnya. Hari itu kami berencana untuk ke Museum Angkut saja. Namun ternyata setelah bertanya-tanya, Museum Angkut baru buka pukul 12 siang. Duh..!

Akhirnya malam hari sebelumnya kami menimbang-nimbang dulu apakah mau di penginapan saja atau sambil jalan-jalan. Tapi kan sayang juga kalau udah jauh-jauh ke Batu dengan udara yang sejuk ini cuma leyeh-leyeh doank di penginapan, nggak kelilingan. Akhirnya kami putuskan untuk ke Eco Green Park. Cari-cari info di web harga tiketnya Rp 60.000. Yo wess, bocah nggak bayar ini.

Ternyata perkiraan kami meleset semua. Kami menyewa motor dan sampai di lokasi ternyata bocahe udah mencapai tinggi 85 cm jadi harus mbayar!

Daaan ternyata harganya bukan Rp 60.000 tapi Rp 80.000. Onde-mandeh. Udah terlanjur nyampe ya udeh lah ya.

Masuk lah kita. (Dengan sedikit meringis, belum masuk ke Museum Angkut duit udah tiris).

Lalu A kekeuh minta gendong karena lihat ada badut. Kami pun berjalan melewati teritisan air yang turun dari atas gerbang masuk. Rupanya Eco Green Park ini terbagi menjadi berbagai zona kategori.

1. Zona daur ulang

Sampai di dalam, kami di sambut dengan berbagai dekorasi yang dibuat dari barang-barang yang terbuat dari sampah daur ulang. Buat saya sih, desainnya keren. Misalnya saja ada ornamen gajah yang setelah didekati ternyata dibuat dari televisi tabung, komputer, dan keyboard rusak yang ditempelkan sedemikian rupa hingga membentuk gajah. Ada lagi juga burung unta yang dibuat dari material lain.

20171022_092024
Foto: Pak suami

Lalu ada simulasi panel energi surya. Dilengkapi dengan informasi tertulis yang bisa menambah wawasan kita. Yang seru lagi adalah adanya maket bencana longsor. Dengan penggambaran tersebut kita jadi lebih mudah memahami dan menjelaskan pada anak tentang bahaya kerusakan lahan dataran tinggi yang berfungsi sebagai resapan air dan bencana longsor.

DSCN5419

2. Zona dunia serangga

Setelah itu kami masuk ke dunia serangga. Di dalamnya ada banyak sekali spesies kupu-kupu yang sudah diawetkan. Selain itu juga terdapat aquarium kaca berisi berbagai serangga seperti berbagai spesies belalang, kumbang, dan sebagainya.

DSCN5425

3. Zona animal farm

Di sini kita bisa melihat berbagai hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, dan sebagainya. Beberapa ekor kambing dan domba berukuran kecil bahkan dilepas saja. Pas dideketin kambing dan domba, A langsung kaboooor.

Di Eco Green Park
Di Eco Green Park

4. Zona Hidroponik

Di sini terdapat berbagai tanaman yang ditanam dengan cara hidroponik. Selain itu juga terdapat lorong lebah di mana kita bisa melihat berbagai sarang lebah dan hasil madunya.

5. Zona Bird

Pada zona burung ini kita berjalan di jembatan kayu sambil melihat berbagai jenis burung, di antaranya burung bangau bluwok, kuntul, hingga burung unta di sisi kiri maupun kanan.

6. Zona permainan

Di zona ini terdapat beberapa permainan musik sambil bermain air.

DSCN5426

7. Zona Bird (lagi)

Berbeda dengan zona burung sebelumnya, pada zona yang ini burung-burung berasal dari berbagai negara dan dipelihara di dalam kandang tertutup. Jalur berjalan kaki di sini sangat panjaaaaaaaaaaang dan berliku-liku. Dan mengingat kami lebih menyukai pengamatan burung di alam (dan bukan di kandang), maka kami merasa jalur ini adalah endless path hosh hosh… rasanya pengin banget potong jalur menuju pintu keluar, sayangnya kita tetap harus berjalan melihat SELURUHNYA hingga pintu keluar heu. Memang ada sih penyewaan semacam motor listrik gitu, tapi sewanya Rp 100.000 per jam.

20171022_103535_HDR

Sesudah jalur panjaaaang berisi kandang aneka burung itu, masih ada lagi tempat khusus untuk burung hantu, burung elang, dan berbagain informasi terkait proses telur burung menetas, bagaimana kalau mereka sakit, dan sebagainya.

8. Ruang display daur ulang

Berisi berbagai rupa benda-benda yang dibuat dari daur ulang. Sayangnya tidak ada kegiatan di sana sehingga kita hanya sekedar melihat-lihat pajangan daur ulang saja.

9. Wahana

Ada beberapa wahana yang bisa kita masuki. Ada wahana rumah terbalik, wahana hanoman, wahana eco journey, dan sebagainya. Kami masuk ke “rumah terbalik” itu, rumah yang berisi perabot-perabot yang digantung secara terbalik, yang di bayangan saya keren-keren kaya foto orang-orang. Namun yang di Eco Green Park ini rupanya menganut tema suram sehingga yang ada saya malah mau cepat-cepat keluar! Mana cuma bertiga, terus anak saya juga udah mau mewek. Pokoknya bikin panik euy! Si Abang mah ketawa-ketawa doank.

Lalu Abang sempat pengin masuk ke wahana hanoman, sayangnya harus ada 10 orang dulu baru pertunjukkan filmnya bisa mulai. Kami udah nunggu lumayan lama dan nggak ada lagi orang yang lewat. Akhirnya lanjuts mau keluar aja. Nah, di sebelahnya ada Eco journey di mana pas ada 1 keluarga yang terdiri dari 4 orang mau masuk, ya udah kami langsung ikut juga. Kami pun naik ke atas gerbong kereta yang bisa berputar, lalu masuk ke dalam lorong gua berisi informasi yang disajikan lewat audio dan visual. Juga miniatur-miniatur terkait lingkungan dan jaman prasejarah. A menjerit nangis waktu ada dinosaurus bertaring mendekati kakinya!

Eco journey ini masih lebih baik lah daripada dunia terbalik itu, masih ada wawasan yang bisa kita dapatkan terkait dengan lingkungan.

Syukurlah habis keluar dari wahana itu, jalan kaki (lagi), akhirnya kami melihat pintu keluar! Alhamdulillah.

 

Eco Green Park

Alamat: Jl. Raya Oro-Oro Ombo No. 9, Kota Wisata Batu, Jawa Timur 65314

Jam buka: 09.00-17.00

Telepon: (+62) 341 597777

Web: https://jtp.id/ecogreenpark

Harga tiket (Per Oktober 2017): Rp 80.000. Anak-anak dengan tinggi di bawah 85 cm tidak dikenakan tiket.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *