[Kontes blog] Bepergian dengan anak: persiapan hingga #jadibisa sebuah perjalanan

Bepergian atau traveling dengan anak bagi sebagian orang adalah big no no. Selain dianggap akan berdampak negatif (misalnya terpapar bakteri, kelelahan, dan sebagainya), alasan lain yaitu karena persiapan yang panjang dan barang bawaan yang akan membludak dibandingkan ketika traveling hanya berdua saja dengan pasangan atau saat masih sendiri.

Namun, saya dan Abang sependapat dengan pendapat lain lagi yang berkata bahwa bepergian adalah salah satu cara untuk mengenali diri sendiri dan menumbuhkan rasa percaya diri, juga menumbuhkan rasa cinta pada lingkungan sekitar. Karena itu kami berusaha untuk mengenalkan alam dan lingkungan pada anak kami, A, sejak usia dini. Saat ini usia A mendekati 3 tahun.

img_20161102_110426

Berikut adalah beberapa tips saat bepergian dengan membawa anak.

Tips ini ditulis berdasarkan beberapa kali pengalaman dan terakhir adalah bulan Oktober lalu saat kami bertiga melakukan perjalanan ke Batu, Jawa Timur.

1. Berada dalam kondisi sehat

Kami membawa A bepergian (dengan jarak cukup jauh) di saat ia sudah melewati usia 10 bulan dan dalam kondisi baik dan sehat. Dalam kondisi sehat, kekebalan tubuhnya akan bekerja dengan baik. Menjelang bepergian, kita bisa menyiasati dengan lebih menjaga kesehatan dari biasanya. Misalnya saya tidak minum es atau minuman dingin lain karena saya gampang pilek kalau kedinginan sehingga bisa berpotensi menularkan flu pada anak saya.

2. Memilih dan menimbang terkait tempat yang akan dituju

Ke mana tempat yang akan dituju? Apakah dataran rendah, dataran tinggi, jalan berbatu, jauh dari keramaian, atau mungkin berada di tengah desa? Apakah pergi bertiga saja atau membutuhkan pemandu?

Tuliskan pertimbangan akan segala macam situasi dan buatlan plan A hingga plan D. Tempat yang dituju juga akan berpengaruh pada barang bawaan. Jika tempat yang dituju adalah dataran tinggi, cari tahu berapa temperatur udara paling rendah di tempat tersebut. Apakah cukup membawa jaket biasa atau harus membawa jaket tebal?

Bagi tugas secara jelas dengan pasangan. Misalnya siapa yang menggendong anak, siapa yang membawa tas, dan seterusnya.

Pada bulan Oktober lalu, fokus utama perjalanan kami adalah melakukan pengamatan burung (birdwatching) di area Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Waktu tempuhnya sekitar 40 menit dari Kota Batu.

3. Memesan tiket jauh-jauh hari

Usahakan melakukan pemesanan tiket jauh-jauh hari supaya tidak terburu-buru. Saat ini sudah banyak provider yang menyediakan pemesanan tiket secara online sehingga mudah dan lebih cepat.

Saya sempat mencari-cari apakah ada tiket penerbangan promo ke Malang, namun ternyata tidak ada dan harganya jauh melebihi budget. Sehingga kami cukup membeli tiket kereta ekonomi saja.

Screenshot_2017-10-06-11-10-06

Pada hari H usahakan berangkat jauh dari waktu perkiraan tiba karena lalu lintas sangat tidak menentu. Saya sudah tidak konsentrasi selama di perjalanan karena kami hampir saja tertinggal kereta. Jangan lupa juga untuk mencetak tiket kereta di stasiun keberangkatan pada hari sebelumnya supaya tidak terburu-buru karena biasanya terjadi antrian panjang ketika mencetak tiket.

Syukurlah waktu itu tidak ketinggalan kereta.

Saat di kereta malam
Saat di kereta malam

4. Membawa barang lebih dari yang dibutuhkan

Barang bawaan bareng anak segambreng donk? Oh jelas. Anak-anak terutama usia dini memiliki frekuensi ganti baju yang lebih banyak. Ada kemungkinan mereka lebih cepat keringatan, pakaian yang mudah kotor karena terkena tumpahan saat makan dan minum, atau terkena air saat di toilet.

Membawa pakaian, popok (disposable atau clodi), maupun sapu tangan dalam jumlah yang lebih sebagai cadangan dari yang kita butuhkan adalah lebih baik. Namun, ingat semua tetap harus diperhitungkan. Jangan sampai membawa berlebihan sehingga malah menyulitkan.

Pada saat hendak berangkat, A belum sepenuhnya lulus toilet training sehingga kami masih membawa cadangan popok untuk malam hari di kereta dan saat menginap.

Sertakan juga barang mainan atau buku favorit anak supaya ia tidak bosan dalam perjalanan.

IMG_20171020_075448_331

Bungkus semua barang dalam plastik kedap udara supaya bisa meringkas barang bawaan dalam tas. Berdasarkan pengalaman, saran saya lebih baik menggulung pakaian dibandingkan melipatnya. Oh ya, jangan lupa buatlah daftar barang bawaan supaya tidak ada yang tertinggal.

5. Membawa makanan

Anak akan cenderung cranky ketika ngantuk dan lapar. Jika anak yang dibawa masih masuk dalam kategori bayi yang MPASI, sediakan juga cemilan seperti biskuit bayi dan pertimbangkan tentang membuat MPASI di lokasi bepergian. Sementara untuk anak yang sudah di atas 1.5 tahun bisa dibawakan makanan lain yang hampir sama seperti orang dewasa.

Saat bepergian ke Bandung di usia 10 bulan, kami membawa kentang mentah karena saat itu A lebih menyukai kentang kukus daripada nasi. Sayangnya kami tidak bisa mengukus kentang di lokasi penginapan untuk persiapan perjalanan pulang. Namun semesta berpihak pada kami saat akan masuk ke stasiun Bandung kami melewati warteg di mana seorang ibu penjual sedang sibuk mengupas kentang kukus sebanyak dua ember. Kami pun membeli 2 buah kentang kukus yang belum dikupas untuk bekal A di kereta.

Sementara ketika berada di Taipei saat usia A 1.5 tahun, karena mempertimbangkan makanan halal maka kami lebih banyak membawa bekal dari rumah sepupu yang saat itu tinggal di kota tersebut dibandingkan membeli di tempat wisata. Sementara untuk ganjalan perut kami membeli ubi kukus di gerai Seven Eleven yang mudah ditemui di sana.

A yang disuapi ubi rebus beli di Sevel Taipei
A yang disuapi ubi rebus beli di Sevel Taipei

Pada perjalanan lalu, untuk bisa sampai di kota Malang kereta yang kami naiki akan menempuh total waktu 15 jam dari Jakarta. Maka supaya menghemat pengeluaran makan selama di kereta kami membawa makan dari rumah. Syaratnya yaitu tidak cepat basi selama perjalanan. Pilihannya tentu adalah rendang!

Kami membeli rendang di warung langganan yang memang baik dalam memasaknya sehingga rendang kering tersebut tidak mudah basi. Kami membungkusnya secara terpisah dengan nasi. Dan siap disantap saat malam hari maupun pagi hari saat di kereta.

20171020_052051_HDR

6. Mencari penginapan

Pertimbangkan tempat yang akan dijadikan lokasi menginap. Apakah jaraknya dekat dengan lokasi wisata, harganya tidak terlampau mahal, dan memiliki fasilitas-fasilitas lain yang memang kita butuhkan. Dalam proses mencari penginapan penting sekali untuk mengetahui review dari traveler yang menginap sebelumnya supaya kita setidaknya mengetahui kualitas dari tempat penginapan tersebut.

Sekedar pengalaman, dua tahun lalu kami bepergian ke Bandung untuk menghadiri sebuah acara. Kami memilih salah satu provider penginapan hanya karena memang di tempat itulah lokasi terdekat dengan acara dan masih tersedia kamar kosong, meski harganya cukup tinggi.

Namun ternyata terjadi miskomunikasi dengan pihak pengelola yang saya hubungi via telepon sebelumnya, sehingga ketika sampai ternyata fasilitas kamar yang kami pilih tidak sesuai dengan yang kami butuhkan. Kami pun memilih kamar lain yang masih tersedia yang ternyata jauh dari kata nyaman dan harganya pun tidak sebanding dengan fasilitas yang diberikan. Belum lagi dengan kondisi suhu udara yang dingin sehingga sering sekali bolak-balik ke kamar mandi yang sama sekali tidak bersih. Menginap semalam saja rasanya terasa panjaaang sekali menunggu pagi.

Untuk itu, saat hendak bepergian ke Batu, Jawa Timur, saya yang bertugas mencari penginapan melakukan pencarian review terlebih dulu pada aplikasi Traveloka di ponsel.

Pada aplikasi tersebut saya bisa menemukan review dari traveler sebelumnya sehingga bisa mendapatkan penginapan yang recommended.

Di Traveloka juga bisa melakukan penyaringan atau filter penginapan sesuai range harga yang kita inginkan. Saat itu saya mencari penginapan dengan harga maksimal Rp 400.000 dengan lokasi di Batu.

Screenshot_2017-11-30-06-55-08

Budget kami terbatas sehingga tidak mencari penginapan mewah bintang lima. Yang penting bersih dan nyaman.

Dalam produk Traveloka juga terdapat banyak pilihan penginapan, yaitu hostel, homestay, villa, apartement, dan sebagainya. Pokoknya kita bisa filter semuanya.

Screenshot_2017-12-01-15-51-18_1

Screenshot_2017-12-01-15-51-02_1

Saat itu saya menemukan beberapa hasil pencarian penginapan dengan harga cukup terjangkau. Salah satunya adalah penginapan bernama “Sahabat Backpacker”.

Screenshot_2017-11-30-06-56-24

Harganya sesuai budget dan review-review sebelumnya pun cukup bagus. Saya akhirnya melakukan booking pada penginapan tersebut.

Pilihan produk penginapan melalui Traveloka ini memiliki kelebihan yaitu kita bisa bebas memilih pembayaran; apakah mau membayar menggunakan transfer dan ATM, kartu kredit, direct debet, bahkan bisa melalui gerai Indomaret dan Alfamart yang dekat dengan lokasi kita. Oh ya, jika hotel yang kita pilih terdapat pilihan “pay at hotel” maka kita bisa membayarnya di tempat, namun tentunya harus disesuaikan dengan ketentuan yang sudah berlaku yaps. Belum lagi ditambah dengan adanya fitur stay guarantee jika ternyata dalam check in kita terjadi masalah.

Kelebihan lainnya adalah harga penginapan yang sudah tercantum adalah harga final. Jadi ketika datang kita tidak dikenakan biaya tambahan lagi.

Screenshot_2017-10-06-11-10-03

Ketika sudah tiba di penginapan dan merasakan pengalaman menginap, suasana di tempat tersebut benar-benar menyenangkan. Syukurlah saya bisa mendapatkan informasi mengenai tempat penginapan terlebih dulu sehingga bisa memilah dan memilih mana kira-kira yang cocok untuk kami.

Meski hanya semalam-dua malam, lokasi dan tempat menginap tetaplah berpengaruh penting saat bepergian terutama bagi keluarga yang membawa anak seperti kami.

P_20171021_165517

P_20171021_165457

Kamar double ransel
Kamar Double Ransel Comfy plus extra bed
20171022_083138
Kamar Koper

7. Siapkan anak

Nah, tiket kereta dan penginapan sudah di tangan. Selanjutnya adalah mempersiapkan anak untuk melakukan perjalanan.

Karena anak kami termasuk tipe yang sulit beradaptasi maka kami melakukan pre-condition terlebih dulu. Jauh-jauh hari sebelum berangkat kami bercerita dulu pada A bahwa hari Kamis kami akan berangkat naik kereta ke Malang, tidur di kereta, baru esok siangnya sampai. Kita akan menginap di Malang, bertemu beberapa kawan, dan seterusnya dan seterusnya.

Dengan memberi tahu anak terlebih dulu maka ia akan lebih siap akan hal baru yang akan ditemui.

8. Berdoa

Terakhir dan yang paling penting adalah: berdoa. Semoga Allah Yang Maha Kuasa selalu melindungi perjalanan kami semua dan semoga perjalanan yang kami tempuh menjadi hal yang bermanfaat. Aamiin.

P_20171020_101135
Tiba di stasiun Malang
Birdwatching di Tahura R. Soerjo
Birdwatching di Tahura R. Soerjo
Di Eco Green Park
Di Eco Green Park
Di Museum Angkut
Di Museum Angkut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *