A dan konsep penciptaan

Setelah mulai masuk pada konsep Allah sebagai Maha Pencipta dan melibatkan konsep tersebut pada semua hal, A Alhamdulillah menangkapnya dengan baik dan mulai menanyakan hal lainnya secara menakjubkan.

Jujur saja, saya pun tidak terlalu ahli dalam hal menjelaskan. Terutama mengenai sejarah kenabian. Pengetahuan saya amat minim tentang ini. Berbekal dari keinginan semoga A menjadi anak sholeh yang melibatkan Allah dalam segala hal, maka sekitar satu tahun lalu saya mengenalkan hal tersebut.

Kami menanyakan, “Tumbuhan siapa yang menciptakan?” Dan lalu A menjawab Allah. Begitu terus berulang-ulang pada berbagai ciptaan Allah, termasuk juga dirinya dan kami orangtuanya.

Kenapa baru ketika usia 2 tahun? Kenapa tidak lebih dini lagi?

Karena saya pada saat itu merasa khawatir tidak bisa menjawab pertanyaan A yang buanyaak sekali setiap dikenalkan hal baru.

Namun, mengenai Islam adalah agamanya dan bahwa beribadahnya salah duanya adalah shalat dan mengaji insyaa Allah sudah dikenalkan sebelumnya. Ia juga sudah rutin mengaji iqra.

Saya pun mengenalkan tentang penciptaan dengan lebih serius lagi, lewat membacakan buku. Bismillah semoga bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ia ajukan.

Karena buku tentang Rasulullah SAW lain juga berhubungan dengan buku mengenal Allah, maka pertanyaan yang ia ajukan pun lebih banyak lagi.

Sesuai ciri khasnya, ia tidak langsung mengajukan saat itu juga ketika dibacakan buku. Tapi secara mendadak dan tiba-tiba. Misalnya ketika bermain lego, ketika makan, ketika ia lelumpatan, dan bahkan ia mempraktikan Ibunda Hajar yang menemukan air zam-zam ketika ia sedang di kamar mandi dan melihat air banyak sekali.

Ia, seperti biasa, diam-diam merekam. Mengulanginya lagi dalam memori, lalu mengajukan banyak hal.

“Malaikat Jibril itu temannya siapa?”

“Kenapa Nabi Muhammad SAW sama Abu Bakar (ra) ngumpet di gua tsur?”

Ia bahkan juga mempraktikan percakapan saat pertemuan pertama Nabi Muhammad SAW dengan malaikat Jibril.

“Aku tidak bisa baca.

Iqra.

Aku tidak bisa baca.

Iqra.”

Atau seperti hari ini:

“Aba, tau nggak Ar Rahman sama Ar Rahim. Itu kan nama-nama Allah.”

Ah, Nak. Semoga kau jadi anak sholeh dan bermanfaat. Semoga Allah memampukan kedua orangtuamu untuk mendidik dengan baik dan benar sesuai ajaran agama. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *