Kondangan di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah

Awalnya kami sempat memutuskan untuk tidak hadir di acara pernikahan seorang kawan yang dilaksanakan hari Sabtu di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Mengingat sehari sebelumnya seorang tetangga yang dikenal baik berpulang menghadap Allah SWT. Sehingga selama tiga malam berturut-turut akan dilaksanakan pengajian di rumah tetangga tersebut.

Dan malam pengajian ke-2 waktunya bertepatan dengan acara pernikahan kawan di malam hari. Namun karena sudah diundang dan kawan tersebut pun dikenal baik, akhirnya kami memutuskan untuk datang pada saat akad nikah.

A sangat excited saat itu. Dari dalam taxi online, ia melonjak saat melihat kereta yang melaju di dalam TMII. Ia pikir nantinya kami juga akan naik kereta tersebut. Saya mengingatkan bahwa tujuan kami ke TMII adalah untuk kondangan, bukan berjalan-jalan menaiki wahana. Lalu tibalah kami di anjungan Jawa Tengah.

 

Sebelumnya, siang itu hujan turun cukup deras sehingga masih tersisa rumput-rumput dan jalan setapak yang basah saat kami tiba. Syukurlah saat iringan pengantin dan penyambutan, cuaca mulai cerah.

A pun merasa senang eksplorasi ke sana ke mari mengingat acara tersebut lebih banyak dilaksanakan di luar ruangan, sementara prosesi ijab kabul terletak di bawah naungan rumah joglo.

A memerhatikan candi berukuran mini yang berada di tengah rerumputan. Ia penasaran sekali ingin mendekati dan memegang candi tersebut. Namun langkahnya terhenti karena saya menunjukan papan tulisan berisi larangan menyentuh dan memanjat candi.

Saat menanti prosesi ijab kabul, sambil bermain-main, A sempat terjatuh saat akan melompat di jembatan. Akibatnya celana panjangnya kotor. Syukurlah ia tidak menangisi celananya yang kotor itu. Saya langsung mengganti celana panjangnya dan ia kembali berlarian.

Saat sudah puas eksplorasi sekitar kami lalu mengajaknya pulang karena memang acara akad sudah selesai. A lalu bertanya: “Lho. Kita kan belum makan kue?”

Selanjutnya ia jadi ngambek karena menolak untuk pulang sebelum makan kue. Hadeuh. Padahal dulu kami susah payah membujuknya untuk menghadiri kondangan, sekarang malah nggak mau pulang.

Hari itu A belajar bahwa:

1. Tidak selamanya kami kondangan dan makan di tempat. Meski sempat ngambek toh ia akhirnya mau juga menuruti pulang dan mengerti hal tersebut.

2. Ia belajar menahan diri dari menaiki candi yang sebenarnya membuat ia penasaran.

3. Belajar berbagi dan meminjamkan mainan saat adik Naya yang masih berusia sekian bulan, bermain bersama dan ingin meminjam mobil mainan milik A.

Thanks A, you are really a great son!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *